TENTANG KAB. SEKADAU

Kabupaten Sekadau adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Kabupaten Sekadau merupakan daerah kecil yang memiliki potensi jalur transportasi segitiga, yakni daerah Nanga Taman dan Nanga Mahap yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Ketapang. Kota Sekadau merupakan kota inti yang dilewati oleh jalur ke kota maupun pedalaman, daerah Tiga Belitang berbatasan dengan Senaning, Kabupaten Sintang dan Sarawak, Malaysia Timur.

Kabupaten Sekadau merupakan tempat kebrengsetan pemekaran dari Kabupaten Sanggau, secara geografis terletak pada 0o38'23″ LU dan 0o44'25″ LS, serta di antara 110o33'07″ BT dan 111o17'44″BT. Batas batas wilayah Kabupaten Sekadau terdiri dari :

” Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sanggau ” Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Sintang ” Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Sintang ” Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Ketapang

Kabupaten Sekadau yang beribukota di Sekadau memiliki luas 5.444,30 Km² atau 3,71% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat, yang terbagi dalam 76 Desa dan 7 Kecamatan diantaranya Kecamatan Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Taman, Kecamatan Sekadau Hulu, Kecamatan Sekadau Hilir, Kecamatan Belitang Hilir, Kecamatan Belitang dan Kecamatan Belitang Hulu.

Komoditi unggulan Kabupaten Sekadau yaitu sektor perkebunan, pertanian dan jasa. Sektor Perkebunan komoditi unggulannya adalah Kelapa Sawit, Kakao, Karet, Kopi, Kelapa, dan Lada. Sub sektor Pertanian komoditi yang diunggulkan berupa Jagung, Ubi Jalar, dan Ubi Kayu. sub sektor jasa Pariwisatanya yaitu wisata alam.

Penduduk asli Kabupaten Sekadau adalah etnis Dayak, yang terbagi dalam sub – sub suku Dayak di Kabupaten Sekadau antara lain, Dayak Mualang ( Ibanik Group ), Dayak Ketungau Sesat ( Ibanik Group ), Dayak Kerabat, Dayak Jawant, Dayak Senganan ( Dayak Muslim / yang dianggap org luar sebagai Melayu sekadau ). Dayak Mualang mempunyai populasi yang terbesar diperkirakan lebih dari 60% penduduk Kab. Sekadau, Sebagian besar bermukim di Belitang Hilir, Belitang Tengah dan Belitang Hulu dan tersebar ke Kec. Sepaok Kab Sintang, populasi besar kedua yaitu: Dayak Ketungau sesat bermukim di Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Dayak Kerabat dan Dayak Jawant bermukim di Sekadau Hulu, Dayak Mentuka (Nanga Taman dan Nanga Mahap}, Dayak Kancikh (Nanga Taman dan Nanga Mahap), Dayak Menterap Kabut (Nanga Mahap, sedangkan Dayak Senganan di kota Sekadau dan sekitarnya, dan sub-sub kecil lainnya yang tersebar di Nanga Taman, Nanga Mahap. Kabupaten Sekadau banyak memiliki peninggalan sejarah di beberapa tempat, antara lain di daerah Nanga Taman dan Nanga Mahap.

Bahasa yang digunakan masyarakat Kabupaten Sekadau adalah Bahasa Dayak Senganan – sebab digunakan di Kota Sekadau , kemudian Bahasa Dayak Mualang / Ibanik Group , Bahasa Dayak Ketungau / Ibanik Group , Bahasa Dayak Menterap Kabut (Nanga Mahap). Khusus Dayak Menterap Kabut adalah satu-satunya suku Dayak yang menuturkan bahasa yang sangat berbeda dengan bahasa lain, selengkapnya dapat Anda baca pada artikel Fonologi Bahasa Dayak Menterap Kabut [3]. Sedangkan penduduk yang beragama Islam menggunakan bahasa Dayak Senganan atau yang dianggap orang luar Sekadau sebagai bahasa Melayunya Sekadau.

Untuk Infomasi lebih lengkap tentang KABUPATEN SEKADAU, Klik SITE

 

SITE

WISATA KAB. SEKADAU

WartaWisata.ID Kurangnya promosi hingga akses transportasi yang belum baik, membuat sejumlah tempat wisata di Sekadau tak diketahui banyak orang. Namun kita juga tak ingin wisata alam yang cantik bernasib seperti Bukit Jamur di Bengkayang yang kemarin sempat mendadak banyak...

WARTA TERBARU

DESA WISATA

CERBUNG PATRION