Menparekraf Ajak BPJS Kesehatan Bangun Engagement Lewat Adaptasi, Kolaborasi, dan Inovasi

Menparekraf menjelaskan strategi inovasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi digital dalam penyediaan layanan. Sebagaimana visi “Indonesia Maju 2045” menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif dan digital kelas dunia di tahun 2045.

0

WartaWisata.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membangun engagement di era pandemi COVID-19 melalui adaptasi, kolaborasi, dan inovasi.

Dalam acara webinar Remote Workshop Edisi 3 yang bertajuk ‘Learning is Fun and Meaningfull’ bersama Duta Bangsa dan BPJS Kesehatan, Jumat (7/16/2021), Menparekraf Sandiaga mengatakan bahwa pandemi COVID-19 dapat dijadikan momentum untuk tetap membangun engagement dengan pelanggan hingga wisatawan secara baik.

“Saya yakin bahwa momentum pandemi COVID-19 ini bisa kita manfaatkan untuk membangun engagement dengan customer. BPJS kesehatan harus membangun kesempatan ini untuk re-engage dengan customer. Strateginya apa? Strateginya inovasi, adaptasi, dan kolaborasi,” ujar Menparekraf Sandiaga.

Menparekraf menjelaskan strategi inovasi dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi digital dalam penyediaan layanan. Sebagaimana visi “Indonesia Maju 2045” menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi kreatif dan digital kelas dunia di tahun 2045.

Strategi kolaborasi, yaitu bekerja sama dengan semua pihak untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. Sementara, adaptasi yakni dengan membiasakan diri terhadap era kenormalan baru termasuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat di destinasi wisata yakni CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability).

“Manusia diberikan begitu banyak karunia oleh Allah SWT, kita adalah makhluk yang bisa beradaptasi dan berinovasi. Gunakan big data, teknologi informasi dan komunikasi. Konsepnya adalah 360 derajat. Bagaimana less-contact economy, bagaimana ekonomi kreatif yang akan jadi lokomotif pembangunan kita ke depan dan bagaimana 2045 menjadi Indonesia emas. Dan saya yakin kolaborasi ini menghadirkan banyak peluang,” ujarnya.

Sandiaga menjelaskan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, kolaborasi dapat dilakukan dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah melalui kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia #BeliKreatifLokal yang menggandeng berbagai platform e-commerce dan startup untuk bekerja sama memasarkan produk-produk industri lokal.

“Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk-produk kreatif lokal melalui penguatan digital aset, membangun jejaring, juga pendampingan berupa coaching, mentoring, training, consulting,” ujar Sandiaga.

Lebih lanjut, Sandiaga mengajak para duta BPJS Kesehatan upskilling dan re-skilling diri agar SDM memiliki _value yang kuat dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan untuk menyongsong persaingan di masa yang akan datang. Sebab para Duta BPJS Kesehatan adalah cerminan bangsa dalam layanan jaminan kesehatan yang ramah dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Upskilling dan re-skilling menjadi keharusan. Menurut saya dengan adanya pandemi, dengan adanya digitalisasi, dengan adanya unstoppable trends yang terus berkembang kita harus reskilling dan upskilling mungkin 3-5 tahun agar kita terus belajar apa yang menjadi hal yang kekinian. Sehingga being relevant, being authentic, dan being objective_. Ini yang menurut saya menjadi suatu keharusan,” jelasnya.

Turut mendampingi Menparekraf dalam acara tersebut yaitu Sekretaris Kemenparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, Kepala Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Kemenparekraf Cecep Rukendi. Serta turut hadir Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan dr. Achmad Yurianto, beserta seluruh Jajaran Dewan Pengawas, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Direktur SDM & Umum BPJS Kesehatan Andi Afdal, dan para Senior Leader & Seluruh Duta BPJS Kesehatan se-Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti, menyampaikan webinar Remote Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan Duta BPJS Kesehatan dalam hal pengetahuan general, menyasar pengembangan kompetensi dasar, dan kompetensi kepemimpinan.

“Remote working ini kita harapkan dapat melatih Duta BPJS Kesehatan dalam menumbuhkan minat active learning dan self learning atau pembelajaran secara mandiri,” ujarnya.

Komentar kamu?
SOURCEkemenparekraf republik indonesia
Previous articleMenparekraf Apresiasi Jumlah Peserta ADWI 2021 Lampaui Target
Next articleMenparekraf Ingatkan Semua Pihak Patuhi Aturan PPKM Darurat