Tingkatkan Kompetensi Pegawai, Kemenparekraf Hadirkan Platform E-Learning

Ni Wayan Giri mengatakan, proses pembangunan Platform E-learning ini telah dimulai pada pertengahan 2020 yang lalu, telah dilaksanakan Pendidikan untuk para administrator untuk 4 unit kerja di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf, telah dimanfaatkan dalam pelaksanaan Pelatihan Pariwisata Dasar, dan Platform Elearning ini pun telah dilakukan uji penggunaan serta uji kerentanan oleh Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN).

0

WartaWisata.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan The Deutsche Gesellschaftfür Internationale Zusammenarbeit (GIZ) menghadirkan platform E-Learning sebagai salah satu bentuk inovasi dalam menghadirkan proses pengembangan kompetensi Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf juga untuk industri pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sektretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, dalam sambutannya di acara peluncuran platform E-Learning Kemenparekraf/Baparekraf, Jumat (9/7/2021), mengatakan, perkembangan industri 4.0 dan implementasinya telah dicanangkan Kemenparekraf/Baparekraf. Terlebih dengan terjadinya pandemi COVID-19 yang membuat pergerakan manusia menjadi terbatas, sehingga disrupsi digital terjadi lebih cepat dari yang seharusnya.

“Kehadiran platform E-Learning ini adalah sebagai respons terhadap kondisi yang ada. Meski ada peraturan pembatasan pergerakan manusia akibat pandemic Covid 19, namun kewajiban penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan tetap harus dilaksanakan. Sehingga peningkatan kompetensi di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf dapat tetap berjalan,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Principal Advisor – GIZ, Ruly Marianti; Direktur Proteksi Pemerintah Deputi Bidang Proteksi BSSN, Dwi Kardono dan juga tim dari BSSN; Plt Kepala Pusat Pengembangan SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Dyah Septiana Isnaryati; Direktur SDM Ekonomi Kreatif, Erwita Dianti dan Tim; perwakilan Direktur SDM Pariwisata, perwakilan Sekretariat kedeputian, Koordinator, Sub Koordinator dan para pelaksanan di lingkungan Pusbang SDM Parekraf, dan Koordinator, Sub Koordinator dan para pelaksanan di lingkungan Pusat Data dan Sistem Informasi.

Ni Wayan Giri mengatakan, proses pembangunan Platform E-learning ini telah dimulai pada pertengahan 2020 yang lalu, telah dilaksanakan Pendidikan untuk para administrator untuk 4 unit kerja di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf, telah dimanfaatkan dalam pelaksanaan Pelatihan Pariwisata Dasar, dan Platform Elearning ini pun telah dilakukan uji penggunaan serta uji kerentanan oleh Badan Sandi dan Siber Nasional (BSSN). Kedepan, kami diharapkan platfom Elearning ini dapat dimanfaatkan dalam pengembangan kompetensi baik untuk ASN atau pun industri pariwisata dan ekonomi kreatif oleh unit teknis pelaksana pengembangan kompetensi di lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Mari kita manfaatkan platform ini sebaik-baiknya untuk peningkatan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif baik untuk para ASN di Kemenparekraf/Baparekraf, dan dapat pula dimanfaatkan pula oleh enam PTNP di bawah naungan Kemenparekraf/Baparekraf, serta tentunya untuk peningkatan kapasitas yang kita laksanakan bagi masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Giri.

“Banyak program peningkatan kapasitas yang kita laksanakan terutama di Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan, dan juga bimbingan teknis peningkatan kapasitas yang dilaksanakan hampir di semua kedeputian. Saya pikir besar sekali manfaatnya dan kita integrasikan dengan program peningkatan kapasitas lainnya,” ujar Giri.

Ibu Ruly Marianti, selaku Principal Advisor GIZ, mengatakan, “menjadi satu kehormatan bagi pihaknya dapat mendukung pengembangan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif”. Ia berharap hadirnya platform E-Learning dapat memberikan manfaat, terutama di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang terdampak sangat dalam akibat pandemi COVID-19.

“Saat ini pengembangan GIZ memasuki tahap kedua yang berfokus dalam pengembangan energi terbarukan, dan dengan berhasilnya pembangunan E-Learning platform bagi Kemenparekaf/ Baparekraf yang sangat kami banggakan ini, juga dapat menjadi contoh untuk dapat dikembangkan di kementerian dan sektor lain,” kata Ruly Marianti.

Komentar kamu?
SOURCEkemenparekraf republik indonesia
Previous articleMenparekraf Dukung HBDI 2021 Sebagai Momentum Pemulihan Ekonomi Nasional
Next articleMenparekraf Ajak Karyawan Kemenparekraf Tetap Optimistis Hadapi Pandemi COVID-19