Menparekraf dan Dubes RI untuk Thailand Bahas Peluang Kembangkan Sektor Parekraf

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Rachmat Budiman, menyambut baik langkah kerja sama antara kedua negara. Ia mengatakan perhatian masyarakat Thailand terhadap Indonesia sangat tinggi dari segi sosial dan budaya, tinggal bagaimana kemudian Pemerintah Thailand bisa mendorong masyarakatnya untuk berkunjung ke Indonesia.

0

WartaWisata.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, menerima  kunjungan  Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Rachmat Budiman secara virtual. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas peluang atau potensi kerja sama  bilateral antara Indonesia dan Thailand di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

Di antaranya, adaptasi sistem Phuket Sandbox di destinasi-destinasi green zone di Indonesia seperti 3 B (Bali, Bintan, Batam),  kerja sama di subsektor musik dangdut hingga peluang  kerja sama di sektor wisata olahraga (sport tourism). Sebagaimana diketahui Phuket selama ini menjadi salah satu wilayah penggerak ekonomi yang paling signifikan di Thailand.

“Saya sangat tertarik dengan peluang kerja sama untuk musik tradisional Dangdut dan Luktung, ini bisa kita kerja samakan di era digitalisasi karena dampaknya pasti akan jauh lebih besar. Berikutnya dengan sport tourism, karena Phuket ini sudah menjadi episentrum bagi sport tourism. Sementara kita punya 5 Destinasi Super Prioritas yang beberapa di antaranya kita arahkan ke sport tourism,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno, Jumat (2/7/2021).

Turut mendampingi Menparekraf dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf Wisnu B. Tarunajaya, Deputi Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Fadjar Hutomo, Deputi Pengembangan Destinasi & Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu, Direktur Pemasaran Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Yuana Rochma Astuti, dan Direktur Pemasaran Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Raden Sigit Witjaksono.

Lebih lanjut, Sandiaga mengatakan Indonesia telah banyak belajar dari Thailand dalam pengelolaan pariwisata dan produk ekonomi kreatif, sebab sektor parekraf Thailand selama ini banyak digemari pasar Eropa. Ia berharap dengan adanya kerja sama Indonesia-Thailand nantinya, sektor parekraf Indonesia dapat meningkat secara kualitas.

“Lebih baik sekarang difokuskan pada kualitas dan kita pilah-pilih pariwisata yang bernilai tambah, berkelanjutan lingkungan, dan juga menghadirkan experience yang sedikit berbeda yang akhirnya pasar dari Eropa itu bisa kita pikirkan untuk extension ke Bali atau ke 5 DSP,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Rachmat Budiman, menyambut baik langkah kerja sama antara kedua negara. Ia mengatakan perhatian masyarakat Thailand terhadap Indonesia sangat tinggi dari segi sosial dan budaya, tinggal bagaimana kemudian Pemerintah Thailand bisa mendorong masyarakatnya untuk berkunjung ke Indonesia.

“Di Thailand saat ini justru peluang kerja sama yang besar ada di sektor ekonomi kreatifnya, di sisi lain, kita sudah ada MoU yang berkaitan dengan ekonomi kreatif khususnya di bidang pengembangan digital dan musik. Jadi saya rasa ini waktunya bagi kita untuk melangkah mengimplementasikan kesepakatan yang ada dan menggarap peluang-peluang yang sudah terbuka,” ujar Rachmat.

Rachmat melanjutkan, bahwa dalam waktu dekat Thailand akan membuka diri bagi wisatawan mancanegara bisa masuk negara itu melalui ‘sandbox untuk Phuket’, yang memungkinkan wisatawan dapat mengeksplor destinasi Phuket. Namun, untuk saat ini Indonesia belum termasuk dalam daftar negara yang dapat menikmati fasilitas tersebut.

“Indonesia tidak termasuk dalam negara-negara yang dapat menikmati Sandbox untuk Phuket, ini baru untuk Brunei, Kamboja, Laos, dan Singapura. Meski demikian, kita dapat terus menggali peluang kerja sama di bidang pariwisata,” ujarnya. 

Komentar kamu?
SOURCEkemenparekraf republik indonesia
Previous articleKemenparekraf Umumkan 100 Finalis FoodStartup Indonesia 2021
Next articleIndahnya Pulau Segajah di Bontang