Menparekraf Harapkan 5 Kepala Daerah Perkuat Sinergi di Sektor Parekraf

Sandiaga juga meminta Kabupaten Jember mengajak Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Toba, dan Kota Singkawang bersinergi, agar dapat menularkan kreativitas dalam mengelola produk pariwisata dan ekonomi kreatif.

0

WartaWisata.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, meminta 5 Kepala Daerah di Kabupaten Jember, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Toba, dan Kota Singkawang, untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam acara KolaborAksi Regional 1 yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2021), Menparekraf Sandiaga menyarankan bentuk kolaborasi yang dapat dilakukan yakni berupa pelaksanaan manajemen destinasi pariwisata dengan kerja sama antara pusat dan daerah serta pelaksanaan event-event yang mengedepankan tradisi dan budaya setempat.

“Dengan kolaboraksi ini kita mewujudkan kerja sama. Selama ini kita asyik berkompetisi, kita lupa nilai luhur bangsa kita yaitu gotong-royong. Lima kabupaten kota yang hadir di sini, bisa menyiapkan rencana kerja sama, dan bisa saling bersinergi,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga meminta Kabupaten Jember mengajak Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Toba, dan Kota Singkawang bersinergi, agar dapat menularkan kreativitas dalam mengelola produk pariwisata dan ekonomi kreatif. Pasalnya, Jember telah dikenal dengan karnaval berkualitas internasional. Sehingga diharapkan dapat berinovasi dengan destinasi wisata lain dan turut menyelenggarakan event dengan kualitas internasional.

“Jember ini sudah sangat maju dalam memajukan ekonomi kreatifnya, jadi harus bisa mengajak kabupaten kota lain untuk bergandengan tangan semacam cleaning program agar Jember bisa menularkan kreativitasnya termasuk dari segi musik dan subsektor-subsektor yang ada di ekonomi kreatif,” ujar Menparekraf Sandiaga

Selain itu, Sandiaga juga meminta Bupati Jember untuk berinovasi dan beradaptasi dengan situasi terkini untuk menghadirkan event hybrid dengan kualitas internasional. “Harapan kita, Jember yang sudah dikenal dengan karnavalnya, dan kualitasnya international, dan kita ingin ini menjadi event internasional. Dan saya berharap Pak Bupati yang baru bisa berinovasi dan beradaptasi dengan situasi terkini dengan menerapkan hybrid,” kata Sandiaga.

Tak hanya itu, Sandiaga juga mengarahkan Wali Kota Singkawang untuk menggelar event berkualitas internasional dengan mengusung tema toleransi beragama. Sebab, Singkawang telah dikenal kota yang paling toleran se-Indonesia.

“Jadi nanti ada suatu event yang menurut saya alangkah baiknya digelar di Singkawang dan mungkin bisa dikemas baik bekerja sama dengan dunia usaha. Tapi alangkah hebatnya kalau kita bisa mendorong festival internasional yang menunjukkan toleransi Indonesia ke mata dunia. Sehingga narasi adu domba, perpecahan, bisa kita lawan dengan narasi kebersamaan, saling merangkul, dan menunjukkan keberagaman yang kita miliki,” ujar Sandiaga.

Dalam kesempatan ini, Menparekraf Sandiaga didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf Ricky Fauziani, Direktur Event Daerah Kemenparekraf Reza Fahlevi, dan Direktur Destinasi 1 Kemenparekraf Harwan Ekon Cahyo.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu, mengatakan pihaknya siap bersinergi untuk mengembangkan pariwisata di Jember, Singkawang, Danau Toba, Ogan Komering Ilir, dan Nias Utara.

“Jadi kita dapat membantu terkait tata kelola destinasi atau DMO baik dari aspek tata kelola atraksinya, capacity building, carrying capacity, maupun visitor management,” katanya.

Dalam acara ini, perwakilan pemerintah daerah  yang hadir memaparkan berbagai potensi wisata dan program unggulan dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di wilayah masing-masing. Mulai dari segi atraksi wisata yang dihadirkan, amenitas, serta aksesibilitasnya dengan harapan Kemenparekraf/Baparekraf dapat memberikan dukungan terhadap program yang akan mereka jalani.

Komentar kamu?
SOURCEkemenparekraf republik indonesia
Previous articleMenparekraf: Kesiapan Destinasi dan Infrastruktur Jadi Tolok Ukur Kebangkitan Parekraf
Next articleMenparekraf Minta Komunitas Otomotif Perkuat CHSE saat Wisata Berkendara