Menparekraf Harapkan Bali and Beyond Travel Fair 2021 Geliatkan Kembali Sektor Parekraf

BBTF sendiri merupakan event tahunan yang diadakan sejak 2014. Event ini adalah ajang promosi dan bisnis pariwisata yang mempertemukan sellers dan buyers nasional dan internasional secara business to business (B to B).

0

WartaWisata.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno berharap event Bali and Beyond Travel Fair 2021 mampu menggeliatkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sekaligus mempromosikan destinasi wisata Indonesia baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Penyelenggaraan Bali Beyond Travel Fair (BBTF) 2021 kali ini mengambil tema “Exploring Sustainable & Wellness Tourism”. Acara tersebut dilakukan secara hybrid, di Bali International Convention Center (BICC) Nusa Dua, pada 10 – 11 Juni 2021.

“Hari ini kita melihat Bali and Beyond Travel Fair 2021 mulai menggeliat. Tahun lalu kita tidak menyelenggarakan tapi karena pandemi, tapi tahun ini kita memulai secara hybrid,” ujar Menparekraf.

BBTF sendiri merupakan event tahunan yang diadakan sejak 2014. Event ini adalah ajang promosi dan bisnis pariwisata yang mempertemukan sellers dan buyers nasional dan internasional secara business to business (B to B).

Turut mendampingi Menparekraf Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani, Deputi Bidang Produk Wisata Dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf Rizky Handayani, Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf/Baparekraf Masruroh, dan Ketua Komite BBTF 2021 I Ketut Ardana.

Kegiatan ini diikuti oleh 116 buyers dari 15 provinsi di Indonesia dan 67 buyers internasional dari 20 negara, meliputi Inggris, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, Italia, Myanmar, Thailand, Vietnam, Rusia, Hongaria, Prancis, Polandia, Jerman, Bahrain, Hong Kong, Spanyol, Filipina, Belanda, dan India.

Sementara, ada 145 seller domestik dari 14 provinsi yang berpartisipasi. Terdiri dari kalangan pelaku bisnis di bidang hotel, restoran, tour operators, tourist attractions, tourist destination, pemerintah, dan lainnya.

Selain itu, potensi target transaksi BBTF 2021 sebesar Rp3,7 triliun. Meskipun target ini lebih kecil dibanding tahun 2019 yaitu sebesar Rp7,1 triliun. Tapi ini merupakan langkah bersama untuk memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali.

Melalui event ini Menparekraf berharap minat kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dapat meningkat. “Harapannya kegiatan ini akan mulai mengepakkan pemulihan kembali sektor pariwisata,” katanya.

Dalam kesempatan itu, salah satu seller dari Bali, yaitu Villa Kayuraja Seminyak, Sinta mengungkapkan rasa antusiasmenya mengikuti ajang BBTF 2021 ini. Karena sudah satu tahun pandemi membuat pendapatannya menurun, lantaran tamu yang datang berkurang, tapi penginapan harus selalu di maintain.

“Saya sangat senang acara ini kembali terselenggara. Besar harapan saya acara ini dapat mempromosikan kembali pariwisata Bali di kancah nasional maupun internasional. Karena, kami para pelaku industri di Bali telah siap menerima wisatawan kembali,” imbuhnya.

Komentar kamu?
SOURCEkemenparekraf republik indonesia
Previous articleMenparekraf Bahas Tiga Upaya Reaktivasi Sektor Parekraf di Bali
Next articleMenparekraf Temui Pelaku UMKM di Bali Bahas Strategi Pemulihan Sektor Ekraf