Menparekraf Sebut Taman Tebing Breksi Perlu_Storynomics_ untuk Perkuatan Atraksi

Sandiaga mengatakan, dari data yang diterimanya bahwa ternyata pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbangkan dari kawasan Tebing Breksi ini, lebih banyak ketika sudah menjadi kawasan pariwisata, dari pada sewaktu masih kawasan tambang.

49 views
0

WartaWisata.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uni menyebutkan destinasi Taman Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman, DIY memerlukan sebuah penyampaian narasi yang otentik atau yang biasa disebut storynomics sebagai bentuk perkuatan atraksi dan daya tarik untuk wisatawan.

Dalam kunjungannya ke Taman Tebing Breksi, Kamis (20/5/2021), Sandiaga menjelaskan Taman Tebing Breksi ini dikembangkan pada 2015. Yang menarik dari destinasi ini adalah melakukan satu reposisi dan transformasi, dimana sebuah kawasan tambang yang semula merupakan industri ekstraktif menjadi kawasan pariwisata.

“Karena destinasi eks tambang itu juga menjadi favorit di beberapa belahan dunia. Jadi, kita ingin Taman Tebing Breksi ini bisa memperlihatkan otentisitas atau keaslian apa yang Tebing Breksi punya, yang bisa kita kemas dan kita jadikan konten. Terutama narasi yang berkaitan dengan story telling. Sehingga hal ini dapat memperkuat daya tarik wisata Tebing Breksi itu sendiri,” ucapnya.

Sandiaga mengatakan, dari data yang diterimanya bahwa ternyata pendapatan asli daerah (PAD) yang disumbangkan dari kawasan Tebing Breksi ini, lebih banyak ketika sudah menjadi kawasan pariwisata, dari pada sewaktu masih kawasan tambang.

“Berarti kalau kita mengelola sebuah destinasi dengan pendekatan alam dan budaya, yang berdasarkan pariwisata berkelanjutan ternyata bisa menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Yang kedua, data yang kami dapatkan juga bahwa di Kecamatan Prambanan ini semenjak pariwisata itu ditingkatkan, kemiskinan turun, dari 16 persen menjadi 11 persen. Jadi saya semakin yakin bahwa pariwisata ini adalah faktor yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena membuka lapangan kerja,” katanya.

Kuncinya adalah bagaimana meningkatkan keterampilan dan harus terus berinovasi menghasilkan ide dan gagasan yang terbarukan.

“Tadi sudah ada beberapa ide-ide mengenai the light and sound show, atau mungkin virtual reality (VR), atau 3D yang bisa kita kembangkan ke depan. Mudah-mudahan dengan kunjungan kami ke sini Insya Allah destinasi wisata Tebing Breksi ini akan kembali menjadi favorit dan tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menuturkan pada masa pandemi COVID-19 ini kunjungan wisatawan ke Tebing Breksi menurun signifikan.

“Sebelum pandemi, kunjungan wisatawan ke Tebing Breksi bisa sampai 5.000 sampai 10.000 perhari, sekarang kurang lebih 500 perhari. Semoga masyarakat Indonesia bisa datang ke Tebing Breksi untuk menikmati keindahan alam yang ada,” katanya.

Ia pun juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menparekraf Sandiaga beserta jajarannya ke Taman Tebing Breksi.

“Kunjungan ini menjadi suatu dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan pariwisata khususnya di Tebing Breksi ini. Dengan kehadiran Menparekraf, diharapkan nanti bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, “katanya.

Turut mendampingi Menparekraf, Deputi Bidang Ekonomi Digital Dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Neil El Himam, Direktur Pengembangan Destinasi I Harwan Ekon Cahyo, Sekretaris Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Oneng Setya Harini, dan Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita.

Komentar kamu?