Menparekraf Bahas Tren Terkini Parekraf dengan Wagub Jateng

Secara khusus ia ingin mendorong kemudahan sertifikasi halal bagi produk ekonomi kreatif. Ia melihat banyak produk yang berkualitas namun memiliki tantangan mendapatkan sertifikasi halal.

111 views
0

WartaWisata.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/3/2021). Di agenda pertama kegiatan, Menparekraf melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah dinas wakil gubernur, keduanya membahas tren terkini pariwisata dan persiapan Jawa Tengah dalam membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Saya senang sekali hari ini diterima oleh Pak Wakil Gubernur, kita berdiskusi banyak tentang pariwisata dan ekonomi kreatif dan tren terkini dari pariwisata yang saya sebut personalize, customized, localised, and smaller in size,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Menparekraf memastikan pihaknya akan berkolaborasi dengan Pemprov Jawa Tengah untuk memastikan kesiapan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun ia menekankan pentingnya penerapan protokol kesehatan untuk dijalankan dengan disiplin.

“Sesuai arahan Presiden bahwa keputusan akhir pembukaan destinasi ada di (pemerintah) daerah, pemerintah kabupaten atau kota masing-masing. Kita hanya memberikan sinyal bahwa selama zonanya mengizinkan (zona hijau) dan protokol kesehatan sangat ketat dan disiplin maka ‘monggo’, aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif, (seperti) event terutama bisa dilakukan,” kata Sandiaga.

Ia memberi contoh, pihaknya telah terhubung dengan Pemerintah Kota Solo untuk rencana membuka kembali bioskop melalui gerakan “Kembali ke Bioskop”.

“Pemerintah Kota Solo akan memfasilitasi dan dalam waktu beberapa minggu ke depan kita akan inisiasi,” kata Sandiaga.

Untuk ekonomi kreatif, Menparekraf juga akan memberikan dukungan dan pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif agar dapat memberikan nilai tambah pada produk. Seperti pendampingan dalam penggunaan teknologi, termasuk akses terhadap pasar dan permodalan.

Ia memberi contoh produk kreatif yang dihasilkan para santri dari Ponpes Al-Ma’Wa Kendal. Komunitas ini setiap bulannya mampu membuat 20 pesawat aeromodeling, dengan mesin berbahan bakar minyak dan baterai. Dengan kisaran harga dari Rp2,5 juta hingga Rp15 juta.

“Kami mendukung produk-produk ekonomi kreatif untuk dapat memiliki nilai tambah yang besar dengan penggunaan teknologi,” kata Sandiaga.

Secara khusus ia ingin mendorong kemudahan sertifikasi halal bagi produk ekonomi kreatif. Ia melihat banyak produk yang berkualitas namun memiliki tantangan mendapatkan sertifikasi halal.

“Bersama kami berkolaborasi untuk mendorong lebih banyak UMKM yang mendapat sertifikasi halal dan ikut teradopsi teknologi, terutama teknologi digital dan ecommerce,” kata Sandiaga.

“Saya ingin menebar harapan, semangat bahwa pariwisata sudah mulai bangkit. Bantuan dari Kemenparekraf dan Pemprov untuk mulai kita dorong seiring dengan semakin gencarnya vaksinasi dan protokol kesehatan kita harapkan pengusaha banyak yang mulai bangkit dan bisa membuka pasar bagi pelaku ekonomi kreatif di Jawa Tengah,” ujar Sandiaga.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut baik dukungan dan rencana kerja sama antara Pemprov Jawa Tengah dengan Kemenparekraf.

“Kita sudah bicara banyak hal, dan Insya Allah kita sepakat dari Pemerintah Provinsi dan Kemenparekraf untuk mendorong UMKM dan industri pariwisata,” kata Taj Yasin Maimoen.

Komentar kamu?