Menparekraf Tinjau Pengembangan Pariwisata di Nongsa Batam

GM Nongsa Point Marina & Resort, Erhard M. Rueber menjelaskan, wisatawan mancanegara, khususnya asal Singapura merupakan pasar terbesar di unit atraksi dan amenitas miliknya. Namun sejak pandemi, jumlahnya menurun signifikan.

0

WartaWisata.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Batam, Kepulauan Riau. Usai meninjau penerapan protokol kesehatan di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Menparekraf melanjutkan peninjauan ke kawasan Nongsa, Jumat (22/1/2021) siang.

Nongsa merupakan kawasan pariwisata yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai pilot project penerapan adaptasi kebiasaan baru oleh Pemerintah Kota Batam.

Lokasi yang ditinjau Menparekraf adalah Nongsa Marina Point & Resort, salah satu destinasi yang menjadi favorit wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Lokasi ini memiliki marina yang bisa menjadi lokasi sandar wisatawan yang menggunakan yacht. Resort ini juga dilengkapi amenitas lain seperti lapangan golf berstandar internasional.

“Saat ini saya meninjau Nongsa Point Marina. Dari penjelasan yang saya dapatkan, kita mengalami keadaan yang cukup berat akibat dampak dari pandemi,” kata Menparekraf Sandiaga Uno.

GM Nongsa Point Marina & Resort, Erhard M. Rueber menjelaskan, wisatawan mancanegara, khususnya asal Singapura merupakan pasar terbesar di unit atraksi dan amenitas miliknya. Namun sejak pandemi, jumlahnya menurun signifikan.

“Jumlah wisatawan mancanegara menurun drastis, saat ini kami fokus pada wisatawan nusantara dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,”kata Erhard.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), secara kumulatif pada Januari-November 2020, jumlah kunjungan wisman ke Kepri turun 84,08 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Yaitu dari 2.587.881 kunjungan menjadi 411.913 wisatawan.

Wisman berkebangsaan Singapura merupakan wisman yang paling banyak berkunjung ke Kepri pada periode tersebut. Yakni 44,82 persen dari total seluruh kunjungan wisman yang masuk ke Kepri atau sebanyak 184.633 wisatawan.

Menparekraf pun optimistis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Batam, dan Kepulauan Riau pada umumnya dapat segera bangkit dengan semangat inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Dalam waktu dekat pemerintah, dikatakan Menparekraf, akan meluncurkan program #BanggaBerwisataDiIndonesia. Tujuan Utama dari program ini adalah untuk memberikan insentif bagi wisatawan nusantara untuk melakukan perjalanan ke destinasi berbasis alam.

“Kita mempunyai keindahan alam yang luar biasa, kita punya juga potensi-potensi pariwisata termasuk di Batam, Bintan, dan Provinsi Kepri ini. Provinsi Kepri merupakan salah satu dari tiga pintu gerbang masuknya wisatawan mancanegara terbesar sehingga segala sesuatunya perlu disiapkan untuk segera bangkit termasuk penanganan di sisi kesehatan dari COVID-19,” kata Sandiaga.

Batam dan Bintan, dikatakan Menparekraf, menjadi salah satu destinasi yang memungkinkan untuk lokasi penerapan konsep travel bubble karena lokasinya yang dekat dengan Singapura dan Malaysia. Dengan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif, Kemenparekraf siap untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Masalah-masalah koordinasi, birokrasi akan kita selesaikan dan kita berharap lapangan kerja akan tercipta dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Menparekraf Sandiaga.

Usai Nongsa Marina Point & Resorts, Menparekraf meninjau Kinema Infinite Studio dan Nongsa Digital Park yang memiliki potensi tidak hanya pariwisata tapi juga ekonomi kreatif.

Komentar kamu?
SOURCEkemenparekraf republik indonesia
Previous articleMelihat Tempat Para Raja Mengucap Sumpah
Next articleMenparekraf Dorong Industri Perkuat Kolaborasi dengan Pelaku Ekraf