Museum Pusaka Nias, Belajar Sekaligus Rekreasi

Museum ini dapat dikategorikan sebagai tempat tujuan wisata yang menarik, terutama bagi wisatawan asing yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Nias.

1,025 views
0

WartaWisata.ID – Museum Pusaka Nias adalah salah satu wadah yang melestarikan nilai-nilai budaya Nias. Museum Pusaka Nias dikelola oleh Persaudaraan Kapusin.

Museum ini dapat dikategorikan sebagai tempat tujuan wisata yang menarik, terutama bagi wisatawan asing yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Nias.

Terletak di Jalan Yos Sudarso 134 A, Gunung Sitoli, Nias, Sumatera Utara. Museum ini menjadi satu-satunya tempat wisata sejarah dan budaya yang ada di kota Gunug Sitoli. Untuk masuk ke museum ini harus membayar tiket dengan tarif Rp 2.500 untuk orang dewasa dan Rp 1.000 untuk anak-anak sudah termasuk parkir kendaraan.

Dibangun oleh Yayasan Pusaka Nias pada 1995, museum yang berdiri di atas tanah seluas dua hektar tersebut menyimpan 6.000 lebih benda-benda bersejarah suku Nias, mulai dari perhiasan, alat rumah tangga, alat musik tradisional, dan patung-patung. Ada pula replika rumah adat dan kerajinan tangan khas Nias seperti bola nafo (tepak sirih) dengan berbagai motif.

Di sini disimpan pula bola nafo ukuran raksasa, 3 meter x 3 meter yang tercatat dalam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai tepak sirih terbesar di Indonesia.

Untuk mengetahui sejarah, makna, dan fungsi setiap benda yang dipamerkan, pengunjung dapat membaca tulisan yang terletak di sisi benda tersebut, tersedia dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris.

Untuk masuk ke ruang pameran akan dikenakan tarif masuk Rp 2.000 untuk dewasa, Rp 1.000 untuk pelajar dan mahasiswa dan Rp 20.000 untuk wisatawan mancanegara. Sayangnya, mungkin dengan alasan keamanan dan ketertiban, pengunjung dilarang untuk memotret atau berfoto di ruang ini.

Namun, masih ada saja sebagian kecil pengunjung yang mengabaikan larangan tersebut meski secara sembunyi-sembunyi saat petugas tidak berada di tempat.

Berbeda dengan museum lainnya, di tempat ini pengunjung juga dapat menikmati wahana rekreasi lainnya meski hanya dalam kapasitas kecil. Namun, kehadiran fasilitas lain yang ditawarkan tersebut membuat para pengunjungnya dapat menikmati suasana berbeda dalam satu lokasi saja.

Seperti fasilitas lain yakni wisata tepi pantai, koleksi binatang dan tanaman langka, balai pertemuan dan rumah adat.

Kesadaran masyarakat Nias untuk melestarikan budaya memang harus terus ditingkatkan. Hal itu pula yang membuat Museum Pusaka Nias tetap berupaya melakukan berbagai kegiatan untuk mempertahankan budaya Nias agar tetap terpelihara sepanjang masa.

Melalui perpustakaan yang memiliki ratusan koleksi buku tentang budaya Nias, pelajar, mahasiswa, masyarakat umum bahkan masyarakat di luar Nias dapat membaca buku-buku tersebut untuk mengenal dan mendalami tentang masyarakat Nias dan budayanya.

Komentar kamu?