Kemenparekraf Promosikan Kuliner Khas dari KaTa Kreatif

Program PMK3I telah dilaksanakan sejak tahun 2016 kala masih di Badan Ekonomi Kreatif, kemudian pada 2019, 57 kabupaten/kota yang telah ujipetik PMK3I dilakukan seleksi untuk ditetapkan sebagai status KaTa Kreatif Indonesia. Sehingga ditetapkan 10 kabupaten dan kota yang menyandang predikat “Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia”.

238 views
0

WartaWisata.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melaksanakan program Jejaring KaTa Kreatif (Kabupaten/Kota Kreatif) sebagai salah satu upaya mempromosikan potensi kuliner khas yang menjadi unggulan masing-masing KaTa Kreatif di Indonesia.

Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Selliane Halia Ishak, dalam “Webinar Jejaring KaTa Kreatif Subsektor Kuliner 2020: Berjejaring Mengantar Cita Rasa Kuliner Indonesia Mendunia”, Kamis (12/11/2020) mengatakan program ini merupakan lanjutan dari program PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia). “Program KaTa (Kabupaten/Kota) Kreatif ini dirancang untuk membangun dan atau memperkuat ekosistem dan rantai proses sektor ekonomi kreatif di Kabupaten/Kota, salah satunya adalah subsektor kuliner,” kata Selliane.

Program jejaring KaTa Kreatif ini dilaksanakan dengan tujuan agar pelaku ekraf di KaTa Kreatif tersebut dapat saling terhubung, saling mendukung kemajuan, saling berbagi pengetahuan dan potensi bisnis. Hal tersebut menjadi latar belakang program Jejaring KaTa Kreatif dilaksanakan mulai tahun 2020 ini.

Program PMK3I telah dilaksanakan sejak tahun 2016 kala masih di Badan Ekonomi Kreatif, kemudian pada 2019, 57 kabupaten/kota yang telah ujipetik PMK3I dilakukan seleksi untuk ditetapkan sebagai status KaTa Kreatif Indonesia. Sehingga ditetapkan 10 kabupaten dan kota yang menyandang predikat “Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia”.

Pada hari ini program Jejaring KaTa Kreatif subsektor kuliner melakukan pemilihan terhadap 11 kabupaten/kota dari total 13 kabupaten/kota yang telah membuat karya video tentang potensi kuliner di daerah masing-masing dan dipilih 5 karya video terbaik untuk selanjutnya diberikan ‘hadiah’ berupa fasilitasi peningkatan kapasitas pelaku ekraf kuliner – dijamin akan lebih melekat dan terasa daripada pemberian ‘hadiah’ berupa uang atau barang.

“Webinar ini sebenarnya juga lebih ke arah seleksi terhadap video kuliner yang sudah dibuat oleh para KaTa Kreatif. Video-video yang berdurasi tiga menit ini harus mampu menggambarkan kekayaan dan keluhuran warisan kuliner leluhur setempat dalam menyiapkan dan menyajikan suatu makanan asli sehingga tergambarkan semua aspek warisan leluhur yang mendukung boga tersebut,” katanya.

Selliane menyebutkan, proses kurasi ini juga menjadi ajang untuk mengedukasi ke-11 KaTa Kreatif mengenai cara membuat konten promosi kuliner yang menarik dan edukatif.

“Kritik dan saran dari para ahli bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada para peserta program dalam membuat video kuliner mengenai hal-hal yang harus diperhatikan agar misi promosi kuliner lokal yang mendunia melalui video tersebut tercapai. Tentunya video dengan tampilan yang menarik baik dari aspek videografi dan fotografi, narasi yang mengalir dan membuat yang menyaksikan video memahami yang disampaikan, dan mengetahui proses pembuatan kuliner tersebut, hingga membangkitkan selera untuk mencicipi kuliner yang ditayangkan dalam video,” jelas Selliane.

Kurasi ini dilakukan oleh pakar kuliner Gupta Sitorus dan videografer Denny Setiawan. Selanjutnya telah terpilih 5 kabupaten/kota sebagai karya video kuliner terbaik adalah Kabupaten Sidoarjo yang mempromosikan Bandeng Asap, Kota Salatiga dengan Singkong Keju, Kota Palembang dengan Pempek, Kabupaten Banjarnegara dengan Kopi Senggani, dan Kabupaten Grobogan dengan Sego Japede.

Komentar kamu?