Kemenparekraf Dukung Tur Virtual Heritage Bangkitkan Wisata Budaya Nusantara

Jadwal lengkap Virtual Heritage Traval Live dapat dilihat pada link https://www.indonesia.travel/id/id/event-festivals/traval-virtual-heritage-2020

53 views
0

WartaWisata.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung penyelenggaraan perjalanan virtual yang bertajuk “Traval Virtual Heritage” yang dilaksanakan pada 26 September – 25 Oktober 2020.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf/Baparekraf, Rizki Handayani dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (9/10/2020), mengatakan pandemi membuat para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif harus terus adaptif dengan perkembangan digital yang begitu pesat. Untuk itu, Kemenparekraf sangat mengapresiasi dan mendukung terselenggaranya perjalanan wisata secara virtual dalam membangkitkan kembali wisata tematik berbasis budaya dan komunitas.

“Kami sangat mendukung kegiatan Virtual Heritage. Karena, hal ini menunjukkan kita tetap semangat untuk menginformasikan kepada wisatawan nusantara untuk tetap terkoneksi dengan destinasi wisata serta mendukung pengembangan budaya dan komunitas di tiap daerah yang ada di Indonesia,” kata Rizki.

Lebih lanjut, Rizki mengatakan ke depan tren wisata bukan hanya melakukan perjalanan saja tetapi bagian dari memperoleh pengalaman. Ada pengetahuan yang bisa didapatkan ketika melakukan perjalanan. Selain itu wisatawan juga bisa terhubung dengan komunitas yang ada. Hal ini akan menjadi modal untuk pariwisata ke depan.

Kegiatan ini juga bagian dari upaya Kemenparekraf dan penyelenggara tur virtual Traval dalam mempromosikan wisata heritage atau budaya Indonesia secara virtual. “Melalui Virtual Heritage ini kita dapat membangun impian, menciptakan inspirasi, serta membuat keinginan untuk melakukan perjalanan wisata. Hal ini yang kita sebut dream now travel tomorrow,” ujar Rizki.

Rizki berharap melalui kegiatan ini dapat mendukung pengembangan komunitas-komunitas di tiap daerah sekaligus memperkenalkan dan memajukan destinasi wisata nusantara.

Sementara itu, penyelenggara tur virtual, Traval, Julius Bramanto menjelaskan wisata virtual yang melibatkan komunitas dan para pelaku wisata dapat menjadi pilihan solusi dimasa pandemi ini, agar roda perekonomian dan promosi wisata dapat terus berlangsung.

“Dalam acara Virtual Heritage ini, kami ingin memperkenalkan dan mengangkat para local heroes agar semakin dikenal dan dapat menjadi contoh serta inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang dalam meningkatkan kembali pariwisata di Indonesia,” kata Julius.

Tur virtual ini mengangkat wisata tematik berbasis budaya dan komunitas di delapan titik yang tersebar di wilayah Barat dan Timur Indonesia dan didukung oleh para influencer tanah air, antara lain komunitas Kesengsem Lasem yang mengangkat Batik Tiga Negeri Lasem bersama Didiet Maulana, komunitas Lakoat Kujawas yang mengangkat Mollo Heritage bersama Rara Sekar, dan komunitas Rumah Cinta Wayang yang mengangkat Wayang Potehi bersama J Ryan Karsten.

Selain itu, ada komunitas Lepo Lorun yang mengangkat Tenun Ikat Sikka bersama Richard Kyle, komunitas Pulau Penyengat Heritage bersama Asyifa Latief, komunitas Kayaka Humba yang mengangkat Eksotisme Tenun Sumba bersama Andien Aisyah, komunitas Heritage of Tionghoa yang mengangkat Rumah Mayor Bangka bersama Kartika Dewi, dan komunitas Jabu Sihol yang mengangkat Experiencing Batak Culture bersama Viky Sianipar.

Acara ini dilakukan secara daring melalui Zoom dan disiarkan di Youtube Pesona Indonesia. Peserta yang ingin mengikuti kegiatan Virtual Heritage bisa mendaftar melalui platform Traval pada link https://traval.co/travallive/heritage. Melalui link tersebut peserta juga bisa memperoleh dan mempelajari informasi mengenai ragam budaya Indonesia.

Jadwal lengkap Virtual Heritage Traval Live dapat dilihat pada link https://www.indonesia.travel/id/id/event-festivals/traval-virtual-heritage-2020

Selain melakukan tur virtual, acara ini juga akan menggalang dana untuk kegiatan pelestarian budaya oleh delapan komunitas. Selain itu, kegiatan ini mengajak para peserta untuk berbelanja langsung produk-produk hasil industri kreatif lokal yang dapat menggerakkan perekonomian setempat dan juga menambah motivasi para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) untuk memperluas jaringan dan meningkatkan kualitas produknya.

Komentar kamu?