Pulau Giliyang Memiliki Kadar Oksigen Yang Sangat Baik

Hasil penelitian LAPAN pada 2006, kadar oksigen di pulau tersebut berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal. (credit photo by SS Mifada/youtube.com)

180 views
0

WartaWisata.ID – Bukan sekadar pulau, salah satu pulau di Kabupaten Sumenep bernama Giliyang menjadi magnet bagi para pelancong mancanegara. Betapa tidak, pulau di Madura ini rupanya memiliki kadar oksigen yang sangat baik nomor dua di dunia, setelah Yordania. Hasil penelitian LAPAN pada 2006, kadar oksigen di pulau tersebut berkisar 3,4 persen hingga 4,8 persen di atas normal.

Bahkan pada tahun 2016, penelitian serupa dilakukan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumenep. Hasilnya, Kandungan oksigen Pulau Giliyang di atas rata-rata wilayah lainnya, yakni 21 persen. Dikutip dari situs resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), diketahui ada kelompok masyarakat asal Madura yang tinggal di Pulau Giliyang. Namun, tempat penginapan untuk wisatawan belum banyak tersedia. Selain sumber listrik yang menggunakan tenaga diesel, masyarakat disana juga masih mengelola sampah dan limbah secara tradisional, yakni dengan mengubur atau membakar sampah dan mengalirkan limbah ke laut.

Untuk mencapai ke Pulau Giliyang tidak perlu mengeluarkan budget yang dalam. Untuk menuju ke Pulau Giliyang, pengunjung menuju ke Pelabuhan Dungkek, Sumenep. Banyak mobil penumpang umum (MPU) yang ada setiap saat dari kota Sumenep menuju Pelabuhan Dungkek, tarifnya bisa mencapai Rp 20 ribu. Tapi bila menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, pengunjung bisa menitipkannya di rumah warga tak jauh dari Pelabuhan Dungkek. Selain itu, dari pelabuhan Dungkek menuju Pulau Giliyang, sudah banyak perahu motor milik nelayan yang menunggu kedatangan wisatawan, tarif untuk reguler hanya Rp 15 ribu per orang. Perahu reguler berangkat pada pukul 10.00 Wib.

Waktu tempuh pelabuhan Dungkek ke Pulau Giliyang antara 45 menit sampai 60 menit dalam kondisi cuaca normal. Setibanya di Pulau Giliyang, tinggal menyewa kendaraan di kawasan pelabuhan Pulau Giliyang untuk menuju titik oksigen terbaik di Desa Bancamara. Selama berada di Pulau Giliyang, pengunjung bisa menuju sejumlah destinasi wisata lainnya. Misalnya ke Gua di tepian Pantai Giliyang. Ada sejumlah gua yang banyak dikunjungi wisatawan. Di antaranya 7 gua di Desa Banra’as, dan tiga gua di Desa Bancamara.

Pada 2015, Pulau Giliyang sudah dicanangkan sebagai objek wisata kesehatan. Karena itu saat ini konsentrasi untuk menambah pembangunan fasilitas di Giliyang sedang gencar dilakukan. Pavingisasi sudah hampir menyentuh semua jalan desa. Demikian juga untuk homestay di rumah penduduk sudah dipersiapkan.

Komentar kamu?