Sri Baduga, Taman Air Mancur Terbesar se-Asia Tenggara

taman ini sangat bersih. Hal itu mungkin disebabkan karena tempat ini ini tidak di buka 24 jam demi menjaga keasrian dan kebersihan taman bagi para pengunjung. (credit photo by M Bahrun I Chourmain/youtube.com)

184 views
0

WartaWisata.ID – Punya waktu luang singkat di Purwakarta? Jangan lupa untuk mengunjungi tempat iconic yang satu ini yakni taman air mancur terbesar se-Asia Tenggara. Jaraknya hanya 500 meter dari Stasiun Purwakarta. Hanya dengan berjalan kaki santai, kalian akan sampai ke taman air yang dijuluki Situ Buleud ini.

Taman ini dibuka dari jam 06:00 pagi sampai jam 09:00 pagi, kemudian dibuka kembali pada jam 05:30 sore sampai jam 09:00 malam. Siapa saja boleh memasuki taman ini dengan cuma-cuma sesuai jam operasionalnya. Percayalah, taman ini sangat bersih. Hal itu mungkin disebabkan karena tempat ini ini tidak di buka 24 jam demi menjaga keasrian dan kebersihan taman bagi para pengunjung.

Jika kalian datang pada pukul 06:00 pagi. Udaranya masih sangat sejuk terlebih jika berkunjung selesai gerimis. Kalian juga dapat melihat patung-patung harimau yang mengelilingi patung Prabu Siliwangi yang mengeluarkan pancuran air ke Situ Buleud.

Melihatnya tanpa lampu saja, kalian pasti akan terpesona. Apalagi kalau kalian berkesempatan langsung menyaksikan pertunjukan air mancur yang hanya ada ketika malam Minggu. Jadi, kalau punya kesempatan jangan sampai melewatkan momen yang satu ini ya!

Pertunjukan air mancur itu menampilkan tarian indah yang dimainkan oleh air mancur di sekeliling Situ Buleud tersebut ditambah lampu warna-warni yang menghiasi jalannya pertunjukan.

Taman ini banyak juga digunakan pengunjung untuk jogging, memberi makan ikan yang ada di Situ Buleud atau sekedar menikmati pemandangan di tempat duduk yang mengelilingi situ ini. Kalian juga dapat membeli pakan ikan yang dihargai Rp 10.000,- per satu bungkusnya.

Kalian bisa mengelilingi taman ini sambil berjalan santai ataupun duduk menikmati pemandangan dari tempat yang telah disediakan. Track untuk jogging di sini juga sangat nyaman dan bersih, banyak yang berlari atau jogging dari usia muda sampai orang tua.

Ikan di Situ Buleud ini sangat banyak sehingga menarik perhatian pengunjung anak-anak. Mereka sangat senang membuat ikan-ikan ini berkumpul untuk diberi makan. Meskipun disekitar Situ Buleud ada pagarnya, tetap saja orang tua harus memantau anak-anak cara melempar pakannya ke air.

Jika kalian datang di hari Minggu, bagian luar taman air mancur ini terdapat pasar Minggu dimana menyajikan jajanan maupun makanan berat yang sering kalian jumpai juga di Bandung. Meskipun sedang ada pasar Minggu, jalanan disekitarnya tetap kondusif. Tidak hanya di dalam, bahkan di luar taman pun banyak kegiatan yang dilakukan warga sekitar. Ada yang bermain sepeda, bermain sepatu roda atau sekedar menikmati jajanan bersama keluarga.

Dinding yang mengelilingi taman air mancur ini juga unik. Ada lukisan timbul yang berwarna emas seolah menceritakan kehidupan warga kota Purwakarta pada jaman dahulu dengan gambar yang berbeda-beda. Kamu akan menemukannya baik di dalam taman atau di dinding luar taman.

Menurut sejarah warga, Situ Buleud ini juga dulunya tempat badak berendam. Semuanya berubah ketika era kolonial Belanda memasuki Kota Purwakarta ini dan mengubah Situ Buleud menjadi tempat peristirahatan. Tidak heran jika kalian melihat patung badak di depan Taman Air Mancur Sribaduga.

Pada sekitar taman juga masih ada taman lainnya seperti Taman Maya Datar, Taman Pasanggrahan dan taman lain dekat alun-alun Purwakarta. Ada masjid agung juga yang jaraknya tidak jauh dari sini. Kurang lebih bisa ditempuh dengan berjalan kaki selama 10 menit, mungkin kurang.

Menghabiskan beberapa jam di kota ini saja sudah takjub dengan sejarah dan karya seni yang ada di sekitar alun-alun Purwakarta begitu memesona.

Komentar kamu?