Wisata Bahari Pantai Dlodo di Tulungagung

Pantai Dlodo adalah salah satu dari sekian banyak pantai yang ada di Kota Marmer dengan akses yang cukup mudah untuk ditempuh.

139 views
0

WartaWisata.ID – Bagi WargaWisata khususnya pencinta wisata bahari pastinya sudah sangat mengenal salah satu pantai yang ada di Jawa Timur. Pada daerah ini, kalian akan menemukan banyak wisata pantai. Jika tebakan kalian adalah Kota Malang tidak benar, daerah tersebut adalah Tulungagung.

Tidak hanya terkenal akan kuliner Ayam Lodho dan produksi marmernya, ternyata daerah Tulungagung juga memiliki potensi wisata bahari yang tidak kalah menarik dari tempat lain. Mulai dari pantai yang mudah akses hingga menempuh jalan yang cukup membahayakan. Penasaran akan pantainya, berikut perjalanan saya ke tempat yang terkenal akan kesenian wayang kulitnya ini.

Terletak di Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung, Pantai Dlodo adalah salah satu dari sekian banyak pantai yang ada di Kota Marmer dengan akses yang cukup mudah untuk ditempuh. Papan petunjuk pun juga cukup banyak sehingga membantu kalian menempuh perjalanan menuju ke pantai yang populer dengan pasir hitamnya ini.

Kalian akan melalui sedikit kelokan, beberapa tanjakan, dan perkampungan kecil dengan jalan sedikit rusak dan berkerikil. Hal tersebut menandakan bahwa kalian sudah mendekati Pantai Dlodo. Meski jalurnya kecil dan terbatas, namun masih bisa dilewati kendaraan roda empat.

Oh ya sebagai informasi juga, walaupun pantai ini terbilang punya jarak yang jauh namun bagi kalian yang ingin bermalam, kawasan Pantai Dlodo juga menyediakan penginapan yang cukup baik dari segi bangunannya. Melewati penginapan yang dimaksud kurang 200 meter, kalian akan mendapati Pantai Dlodo dengan bentangan garis pantai yang cukup panjang. Terlihat dari jauh, ombak pantai ini cukup tinggi dan buas.

Jarak tempat parkir dengan bibir pantai cukup jauh yakni kurang lebih 60 meter, dan memang benar kalian bahwa bentangan pasirnya cukup luas dan panjang. Suara deburan ombaknya cukup meneror saat menghantam bibir pantai dan bebatuan.

Muda-mudi adalah pengunjung yang paling mendominasi tempat ini. Tidak hanya bersantai, banyak juga yang memanfaatkan keelokan pemandangannya untuk berfoto berlatar belakang deburan ombak dengan ketinggian lebih dari 2 meter hingga kilauan pasir hitamnya yang mirip bijih besi tersebut.

Jika bosan, kalian juga bisa bermain dengan air sungai yang mengalir deras menuju kepantai namun cukup dangkal yakni hanya sebatas setengah lutut dengan dasar sungai yang keras. Aliran pertemuan dua jenis air yang berbeda ini merupakan favorit pengunjung dalam berswafoto.

Pastinya suara gemuruh dan tingginya deburan ombak selalu sulit untuk dilupakan dan dilewatkan. Pastikan untuk tetap mematuhi beragam instruksi yang diberikan dan tak lupa tetap ikuti protokol kesehatan ya, agar berwisata tetap aman dan nyaman.

Komentar kamu?