Kemenparekraf Dorong Kebangkitkan Industri MICE Dalam Negeri Lewat ICTM 2020

Mengingat hal tersebut Kemenparekraf bekerjasama dengan PT. Biztrips Teknologi Multimedia Solusi dan PT. Global Mediacom Tbk menginisiasi kegiatan Indonesia Corporate Travel and Mice 2020 untuk para buyers dan sellers di Indonesia.

128 views
0

WartaWisata.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mendukung penyelenggaraan kegiatan Indonesia Corporate Travel and Mice (ICTM) 2020, sebagai salah satu upaya untuk menggerakkan kembali perekonomian dengan memanfaatkan kegiatan Meeting, Incentive, Comvention, Exhibition (MICE) domestik di era adaptasi kebiasaan baru.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani, saat “Press Conference dan Sosialisasi ICTM”, Jakarta (1/9/2020), mengatakan sesuai arahan Presiden Joko Widodo bahwa sektor pariwisata harus membangun pariwisata yang berkualitas. Maka dari itu, salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan MICE yang diharapkan dapat mampu menyumbang devisa bagi negara.

Mengingat hal tersebut Kemenparekraf bekerjasama dengan PT. Biztrips Teknologi Multimedia Solusi dan PT. Global Mediacom Tbk menginisiasi kegiatan Indonesia Corporate Travel and Mice 2020 untuk para buyers dan sellers di Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan agar dapat memberikan motivasi positif kepada industri MICE Indonesia untuk terus berkarya di tengah keterbatasan yang ada,” kata Rizki Handayani.

Pelaksanaan ICTM diharapkan dapat menjadi ajang untuk membangun kapasitas dan kapabilitas stakeholders MICE dengan saling berdiskusi dan memperluas networking untuk mendapatkan insight baru.

“Sehingga, sektor MICE kembali bangkit serta menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE yang aman, nyaman dan memiliki value proposition yang dapat menjangkau persaingan di dunia internasional,” kata Rizki Handayani.

ICTM akan diselenggarakan di 5 kota, yaitu Jakarta, Bogor, Bali, Yogyakarta, dan Malang. Mulai pertengahan September sampai dengan akhir Desember 2020. Terdapat lima program utama, yang terdiri dari talkshow, seller workshop, buyers meet sellers, buyers exchange forum, gala dinner, dan post tour.

Namun, pada pelaksanaan tahun ini, fokus utama ICTM lebih kepada program business to business yang akan mempertemukan 30 buyer dari korporasi besar di Indonesia dengan 30 sellers penyedia jasa MICE di Indonesia. Tidak lupa, kegiatan ini dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran, Masruroh mengatakan pariwisata adalah sektor yang paling terdampak pandemi COVID-19. Karena, inti bisnis dari pariwisata adalah bisnis perjalanan. “Apalagi bidang MICE, fokus utama bisnisnya adalah pertemuan. Ketika tidak ada perjalanan yang dilakukan, berarti tidak ada interaksi bisnis yang terjadi,” ujar Masruroh.

Masruroh menjelaskan, saati ini terdapat dua hal yang membuat buyer ragu untuk melakukan perjalanan. Pertama karena memang sangat terdampak pandemi sampai dengan permasalahan ekonomi, sehingga tidak bisa melakukan perjalanan atau memberikan insentif trip kepada karyawannya. Kedua karena fear to travel, takut untuk melakukan perjalanan.

“Dua hal ini yang sedang kita hadapi di sektor pariwisata. Untuk itu melalui kegiatan ini, kami juga terus melakukan sosialisasi destinasi-destinasi yang bisa dikunjungi dan aman sesuai dengan standar protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Healthy, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE),” kata Masruroh.

Founder & Event Director, Indonesia Corporate Travel and MICE, Johanes Chang mengatakan dukungan dan kerja sama dari pihak Kemenparekraf serta MNC Media selaku official media partner di Indonesia sangatlah penting dan berarti untuk platform dan program ini dan juga bagi seluruh rekan-rekan di Industri MICE.

“Besar harapan kami agar ICTM dapat menjadi platform yang baik bagi semua key stakeholders untuk saling terhubung, saling berbagi, mengakselerasi kembalinya pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata Indonesia,” kata Johanes.

Komentar kamu?