Menikmati Wisata Seru di Tengah Hutan Desa Pandansari Lor

Suasana alami berselimutkan bebatuan serta hijaunya pepohonan dan rimbunnya semak belukar mendominasi sekitar Coban Jahe. (Credit Foto by Jelajah Jawa Timur/Youtube.com)

129 views
0

WartaWisata.ID – Air Terjun Coban Jahe berada di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Tepatnya, terletak di area perhutani unit II Jawa Timur KPH Malang. Air Terjun ini memiliki ketinggian sekitar 45 meter. Pemandangan coban ini terlihat makin menantang dengan keberadaan batu-batu cadas berukuran raksasa di tebing, serta kolam kecil di bawahnya. Dilihat dari dekat, Coban Jahe nampak indah dengan kealamiannya. Pohon dan semak yang tumbuh rimbun, menjadikan suasana rindang dan hawa yang segar di tempat ini semakin kental terasa.

Sisi unik dari Coban Jahe sudah terlihat dari segi penamaannya. Kata ‘Jahe’ konon dulu diambil dari bahasa Jawa yaitu pejahe yang berarti ‘meninggalnya’. Berdasarkan historinya, kata tersebut disematkan oleh penduduk sekitar bersamaan dengan peristiwa berdarah yang terjadi pada 1947, dimana pada saat itu terjadi bombardir tentara Belanda yang menggugurkan Pasukan TRI yang bernama Gagak Lodra.

Menurut penduduk sekitar, jenazah para pejuang yang gugur di medan pertempuran saat itu dikumpulkan di sekitar air terjun yang kini dikenal dengan sebutan Coban Jahe. Para tentara yang tumbang dimakamkan di Makam Pahlawan Kali Jahe. Makam ini terletak sekitar 50 meter sebelum pintu masuk Coban Jahe. Terlepas dari cerita sejarahnya, coban ini sangat menarik untuk dikunjungi.

Suasana alami berselimutkan bebatuan serta hijaunya pepohonan dan rimbunnya semak belukar mendominasi sekitar Coban Jahe. Panorama yang menyejukkan mata tersebut berpadu dengan derasnya air terjun yang meluncur dari ketinggian 45 meter.

Debit air yang sangat deras menciptakan kolam alami yang cukup dalam di bawah air terjun. Air yang turun cukup deras, membuat pengelola menaruh papan peringatan agar kalian tidak mandi tepat di bawah air terjun. Larangan tersebut tidak berlaku bagi pengunjung yang mandi di sungai-sungai yang airnya berasal dari aliran air terjun ini.

Selain keindahan air terjunnya yang menarik, wisatawan yang datang bisa melakukan beberapa aktivitas di lokasi ini. Salah satunya adalah berkemah! Pengelola sudah menyediakan tempat khusus yang dapat digunakan untuk membangun tenda. Bahkan, tempat untuk membuat api unggunnya pun sudah tersedia. Bagi kalian yang berencana berkemah di Coban Jahe, cukup merogoh kocek sebesar Rp15.000 per orang.

Nominal tersebut merupakan biaya retribusi pengelolaan Coban Jahe dan fasilitas kamar mandi. Jika berkemah, kalian akan ditemani oleh gemericik suara dari air terun Coban Jahe saat malam hari. Sementara saat pagi, kalian bisa menghirup udara segar dari pepohonan di sekitar coban. Kalian juga bisa berolahraga dengan berjalan kaki sembari menuju lokasi coban yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi tenda.

Pada tempat wisata ini terdapat Kampung Pohon, yakni sebuah tatanan rumah yang semuanya terbuat dari pohon. Pada tempat ini, wisatawan bisa berkeliling untuk sekedar melihat-lihat atau berswafoto. Kalian juga bisa menikmati makanan dan minuman dari warung-warung yang ada di Kampung Pohon ini. Wisata ini juga bisa dijadikan lokasi bermain yang aman bagi anak-anak.

Selain cukup luas, area parkir Coban Jahe juga cukup rindang karena pohon-pohon Mahoni, sehingga kalian tidak perlu merasa cemas kendaraan yang digunakan terpapar oleh sinar matahari. Area parkir dan lokasi air terjun juga cukup dekat, sehingga kalian tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh.

Bila kamu sedang tidak ingin basah-basahan dengan bermain air di Coban Jahe, kalian bisa berkeliling di sekitar area coban. Terdapat jajaran pohon tinggi yang masih asri dan tertata rapi. Pada area sekitar bawah pohon itu juga bersih dari sampah, sehingga membuat kalian lebih nyaman berlama-lama di sini.

Tempat wisata ini memang ramai dikunjungi oleh wisatawan saat akhir pekan baik dalam maupun luar kota, sejumlah komunitas pun menjadikan lokasi ini sebagai destinasi petualangan mereka. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh komunitas pesepeda ini. Setelah lelah mengayuh sepeda menyusuri hutan, mereka menyempatkan untuk istirahat sejenak di bawah segarnya air Coban Jahe.

Komentar kamu?