Puncak Gagoan, Tebing Menawan di Sumbar

Gagoan berasal dari suku kata Minangkabau “Gago/Gagau” yang berarti Gamang (Takut Jatuh). Jika berada di atas Bukit ini, kalian akan menyaksikan kecuraman dan batuan karang dengan kemiringan hampir 90 derajad.

120 views
0

WartaWisata.ID – Di media sosial lagi hangat memperbincangkan destinasi berupa tebing yang menawan, meski sudah lama dibuka untuk umum tampaknya wisata ini baru hits dikalangan milenial berkat banyaknya orang yang berbagi keindahan tempat ini di media sosial. Apalagi kalau bukan Puncak Gagoan, tempat yang disebut-sebut mirip dengan Tebing Kraton.

Kalian akan dimanjakan dengan pemandangan menawan sekaligus menyejukkan mata. Saat perjalanan menuju puncak, kalian akan disuguhkan perbukitan hijau ditambah ilalang yang tumbuh dengan liarnya hingga hamparan sawah yang terbentang luas di kanan dan kiri perjalanan. Berikut ulasan lengkapnya.

Gagoan berasal dari suku kata Minangkabau “Gago/Gagau” yang berarti Gamang (Takut Jatuh). Jika berada di atas Bukit ini, kalian akan menyaksikan kecuraman dan batuan karang dengan kemiringan hampir 90 derajad. Pada Puncak Gagoan ini pun, kalian bisa menikmati hembusan angin yang lumayan kencang, alami dan segar karena Puncak Gagoan dikelilingi hutan. Jauh dari hikuk piruk kota membuat Puncak Gagoan kerap kali dikunjungi jika ingin rileksasi.

Pada bagian Timur, kalian dapat melihat Danau Singkarak. Sungguh pemandangan yang begitu memanjakan bukan? Oh iya, kalian biasanya membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan dari pusat Kota Padang untuk sampai di sini. Jalannya terbilang masih sempit jadi, disarankan untuk menggunakan kendaraan roda dua jika ingin ke destinasi wisata alam ini.

Kalian bisa masuk melalui Pasar Sumani kemudian melanjutkan perjalanan kurang lebih 7 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Jalan masih berbatu, sehingga pastikan kalian berhati-hati dan hindari memacu kendaraan terlalu kencang. Sesampainya di sebuah pelataran dan jalan semen, setelah pembelokan kalianr akan menemukan beberapa warung yang menjual makanan dan minuman. Setelah itu kalian akan menuruni jalan setapak yang terdapat di lereng bukit. Tidak berapa lama kemudian, kalian akan sampai di Puncak Gagoan.

Puncak Gagoan diapit oleh dua bukit yang di batasi langsung dengan sungai dengan air yang sangat jernih. Air ini biasanya dimanfaatkan oleh pemerintah untuk dialirkan kembali ke rumah-rumah warga serta untuk kebutuhan lainnya. Jadi jangan heran jika ada banyak pipa PDAM yang berada di dekat Puncak Gagoan.

Sesampai disini, tidak perlu terburu-buru untuk pulang. Selain duduk menikmati pemandangan, kalian juga bisa berfoto di spot-spot tertentu. Puncak Gagoan memang memiliki keindahan alam yang unik dengan batuan karangnya. Sehingga tidak sedikit fotografer dari dalam ataupun luar daerah Sumatera Barat singgah dan beruru pemandangan indah di sini.

Pemuda setempat bersama pengelola juga telah memberikan rambu-rambu berupa tanda silang berwarna merah, agar pengunjung tidak lupa diri bahwa tengah berada di jurang selagi mengambil foto. Bagi kalian yang ingin berkunjung ke Puncak Gagoan, sebaiknya mencari hari yang tepat, cuaca yang cerah tanpa hujan menjadi waktu yang begitu direkomendasikan.

Pada daerah ini, musim hujan terjadi pada sekitar Maret-Juli, dan kemarau di bulan Februari. Sedangkan musim pengalihan (pancaroba) terjadi pada Agustus hingga Oktober. Jadi berhati-hatilah jika melakukan swa-foto di tempat-tempat tertentu yang ada di sini dan patuhilah rambu-rambu yang ada terlebih beberapa spot foto tersebut cukup berbahaya.

Tempat ini juga cocok untuk camp bersama sahabat loh. Sudah terbayangkan bukan betapa dinginnya lokasi ini saat malam tiba? Selain merajut kenangan yang seru, tempat ini juga dapat dipilih untuk menambah koleksi memori berharga kalian bersama orang-orang tersayang.

Komentar kamu?