Destinasi Wisata Purbakala di Pelosok Kampung Blitar

Jalan-jalan di dalam area Candi Sawentar, kalian diperbolehkan untuk naik ke atas bangunan candi. Kalian bisa berjalan memutar mengelilingi candi ataupun melihat-lihat relief.

238 views
0

WartaWisata.ID – Jawa Timur dulunya menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit. Salah satunya adalah Candi Sawentar yang merupakan bangunan candi yang kira-kira dibangun saat awal berdirinya Kerajaan Majapahit. Candi Sawentar berlokasi di Desa Sawentar yang masuk dalam wilayah Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Lokasi candi ini hanya sekitar 2 km dari jalan utama yang menghubungkan Malang dengan Blitar. Kalau kalian memulai perjalanan dari Kota Blitar cukup memerlukan waktu sekitar 30-40 menit perjalanan ke tempat ini.

Jika berangkat dari Kota Malang, waktu yang kalian tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan. Akses masuk ke lokasi Candi Sawentar yang sudah bagus membuat kalian bisa ke tempat ini menggunakan roda 2 ataupun mobil. Setelah sampai di Kanigoro dan menemukan sebuah SPBU, cukup belok ke dalam gang sebelum SPBU dan ikuti jalan sampai menemukan tugu selamat datang di Candi Sawentar.

Setelah kalian menemukan tugu selamat datang tersebut, tandanya lokasi candi sudah tidak jauh lagi. Hanya sekitar 50 meter dari tugu tersebut kalian bisa langsung menemukan lokasi Candi Sawentar, tepat di sisi jalan Desa Sawentar. Candi ini buka setiap hari dan jika ingin mengunjunginya, kalian hanya perlu mengisi buku tamu saja tanpa membayar tiket masuk.

Saat sampai di lokasi Candi Sawentar, kalian akan melihat betapa terawatnya destinasi wisata purbakala ini. Walaupun tidak luas, tapi kebersihan dan kerapiannya benar-benar dijaga oleh pengelola. Hal tersebut membuat Candi Sawentar ini terlihat photogenic dari jauh sehingga membuat kalian makin semangat belajar sejarah.

Pada sisi samping area bangunan Candi Sawentar, tepatnya di luar pagar samping, kalian bisa mendapati beberapa tempat duduk santai lengkap dengan meja-meja yang mungil. Biasana warga kampung ataupun pengunjung menikmati suasana atau melihat candi dengan duduk-duduk santai di tempat ini.

Jalan-jalan di dalam area Candi Sawentar, kalian diperbolehkan untuk naik ke atas bangunan candi. Kalian bisa berjalan memutar mengelilingi candi ataupun melihat-lihat relief. Candi ini memiliki 1 buah pintu di depan untuk masuk ke dalam bangunan cungkup candi yang di dalamnya terdapat bekas arca, namun hanya tinggal alasnya saja. Belum diketahui arca apa yang ada di dalamnya dahulu kala. Sedangkan, pintunya pun ditutup kawat, agar tidak disalah gunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Sama seperti di setiap bangunan candi, Sawentar juga punya sebuah motif relief pada bangunan candinya. Tapi ada yang unik dan berbeda dengan candi kebanyakan, karena motif yang terpahat bukan berupa sebuah kisah pewayangan ataupun tentang kehidupan jaman kerajaan dahulu kala. Relief yang terukir adalah sebuah bentuk lingkaran-lingkaran yang menjadi ciri khas dari peninggalan Candi Hindu kuno. Selain itu, ada beberapa bentuk kepala “kala” yang tidak utuh lagi bentuknya.

Selain bangunan utama Candi Sawentar yang masih berdiri di tengah area wisata, kalian juga bisa menemukan beberapa Candi Bubrah atau sisa-sisa bangunan candi yang rusak berserakan. Candi bubrah ini dikumpulkan pada sisi dekat pintu masuk. Sisa-sisa bangunan candi ini diperkirakan adalah bangunan-bangunan candi kecil lainnya yang biasanya ada di sekitar bangunan candi utama.

Dimana ada candi maka tentu di sana ada sebuah hal magis yang bisa ditemukan. Pada halaman Candi Sawentar ini juga masih bisa kalian temukan sesajen dengan beberapa dupa yang diletakkan didekatnya. Walaupun warga sekitar mayoritas beragama muslim, tapi menurut warga, tradisi jawa membuat sesembahan pada leluhur masih tidak bisa dihilangkan dan masih merupakan sebuah adat.

Komentar kamu?