Melihat Alam Bengkulu Utara, Luar Biasa Indahnya

Air terjun ini tersimpan dalam lorong batu sehingga membuat air yang jatuh terdengar bergema.

160 views
0

WartaWisata.ID – Destinasi alam di Indonesia selalu memiliki tempat di hati wisatawan. Begitu pula beragam pesona alam yang ada di Bengkulu Utara mulai dari pantai hingga air terjun. Salah satu destinasi yang jadi incaran penduduk lokal maupun wisatawan mancanegara ketika berkunjung ke Bengkulu Utara adalah Lemo Nikai.

Air terjun ini tersimpan dalam lorong batu sehingga membuat air yang jatuh terdengar bergema. Hal inilah yang menjadi ciri khas dan daya tarik wisatawan untuk mengunjungi destinasi alam ini. Tampil sangat unik sepintas membuat kamu berpikir bahwa air terjun ini merupakan wisata buatan. Memang benar, tapi bukan buatan manusia melainkan dibuat langsung oleh alam.

Jika ingin berkunjung ke wisata alam ini, kamu bahkan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tiket masuk karena destinasi ini masih gratis. Kamu hanya mengeluarkan biaya untuk menitipkan kendaraan alias parkir. Jika berangkat lebih pagi, kamu bahkan juga dapat menikmati embun pagi dalam hutan yang akan kamu lewati maupun di lokasi air terjun.

Air terjun ini terletak di Desa Batu Raja, Kecamatan Hulu Palik, Kabupaten Bengkulu Utara. Jika berangkat dari Pusat Kota Bengkulu, kamu akan menempuh waktu kurang lebih selama 4 jam perjalanan. Akses jalan menuju lokasi sudah cukup memadiai walaupun ada beberapa spot yang masih berupa tanah sehingga licin saat hujan. Jadi pastikan kamu tetap berhati-hati jika ingin berkunjung ke sini.

Kamu punya jiwa petualang yang tinggi? Maka air terjun ini sangat cocok untuk dikunjungi. Kamu akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dengan cara berjalan kaki karena memang akses kendaraan masih belum memadai sehingga kendaraan hanya dapat sampai Palak Siring, Baturoto. Meski demikian pemandangan alam selama perjalanan terlebih akses yang masih terbilang alami akan membuat Kamu terpesona akan keindahan alam Bengkulu Utara.

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke air terjun ini, memaksa pemerintah desa untuk menutup akses menuju wisata alam ini untuk sementara waktu. Seiring dengan penutupan tersebut, pemerintah desa memanfaatkanya untuk membersihkan hingga memperbaiki akses menuju lokasi wisata agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi wisatawan.

Komentar kamu?