Museum Negeri Banten, Teknologi Digitalnya Luar Biasa

Bangunan Museum Negeri Banten ini dibangun sekitar tahun 1814, yaitu pada masa kolonialisme Belanda saat Residensi pertama J de Bruijn.

376 views
0

WartaWisata.ID – Ketika memasuki halaman depan Museum Negeri Banten, kalian sudah bisa melihat bangunan museum yang bergaya khas kolonial Belanda. Apalagi ketika masuk ke dalam ruangan museum, dekorasinya terlihat mewah dengan beberapa peralatan dengan teknologi digital yang canggih.

Lokasinya yang cukup strategis yaitu berada di pusat kota, menjadikan museum ini mudah untuk dijangkau oleh kalian yang mau menggali sejarah. Apa saja yang dapat ditelusuri di museum kebanggaan Orang Banten atau masyarakat Banten ini?

Bangunan Museum Negeri Banten ini dibangun sekitar tahun 1814, yaitu pada masa kolonialisme Belanda saat Residensi pertama J de Bruijn. Tidak salah jika bangunan ini memang terlihat seperti bangunan zaman Belanda lengkap dengan atap dan pilar-pilar bangunan yang sangat tinggi.

Sebelum difungsikan sebagai museum, bangunan ini terlebih dulu digunakan sebagai Kantor Gubernur Banten, atau biasa disebut Pendopo Gubernur Banten. Pemindahan lokasi museum yang dulunya berada di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten ini dilakukan pada 5 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 29 Oktober 2015.

Sebenarnya semua benda-benda di museum ini sangat bersejarah dan menarik perhatian, tapi hal yang sangat manarik perhatian adalah sebuah kerangka badak bercula satu. Pada habitat aslinya, yaitu di Taman Nasional Ujung Kulon, binatang badak bercula satu ini sudah sangat sulit ditemukan sehingga termasuk sebagai binatang yang langka dan kini menjadi salah satu binatang yang sangat dilindungi.

Selain kerangka badak bercula satu, ada juga benda bersejarah miniatur Prasasti Munjul. Prasasti yang diletakkan di teras depan museum ini ditemukan pada tahun 1947 dan menjadi bukti tertua bahwa wilayah Banten merupakan bagian dari Kerajaan Taruma yang berkedudukan di Bogor pada abad ke-6 masehi.

Ketika memasuki ruangan depan museum, kalian sudah bisa melihat beberapa peralatan museum dengan teknologi digital. Hal yang paling mencolok adalah spot foto dengan background tempat-tempat wisata di Banten yang bisa Temn Traveler pilih sesuai dengan yang diinginkan. Hebatnya lagi, foto tersebut sudah bisa langsung dicetak dan dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Di bagian tengah ruangan juga ada sebuah kotak abu-abu besar yang ternyata sebuah peta digital yang berisikan penyebaran wisata budaya dan sejarah Banten, lengkap dengan berbagai informasinya. Tampilan layar touch screen loh, sehingga kalian bisa memilih berbagai daerah di Banten yang ingin kalian baca sejarahnya terlebih dahulu.

Ini nih alat yang sangat digemari oleh pengunjung museum, yaitu VR atau Virtual Reality. Dengan menggunakan alat audio visual yang berada di salah satu sudut museum ini, kalian bisa memilih beberapa tempat wisata yang ingin dilihat.

Contohnya, salah satu tempat wisata yang bisa kalian pilih adalah Masjid Agung Banten. Dengan tampilan gambar 360 derajat, kalian bisa melihat bagian-bagian masjid dengan nama dan fungsi yang otomatis ditampilkan dan dijelaskan oleh alat tersebut.

Kemudian, memasuki ruangan sebelah barat, ada informasi tentang Banten masa kini. Layar audio visual yang transparan ini menampilkan perwakilan Kang Nong Provinsi Banten yang menjelaskan tentang visi dan misi provinsi yang sudah berdiri semenjak tanggal 4 oktober 2000. Ruangan ini juga dikelilingi oleh foto-foto masyarakat Banten dari berbagai kalangan dan profesi yang memberikan kesan dan rasa bangganya menjadi Orang Banten.

Memasuki bagian dalam museum, kalian akan melihat perpaduan ruangan benda-benda old fashion lengkap dengan dekorasi ruangan yang kekinian. Pada ruangan ini, kalian melihat benda-benda zaman dulu yang biasa dipakai oleh masyarakat Banten pada umumnya, seperti setrika arang, lampu teplok, peralatan makan tradisional, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Ruangan ini juga dilengkapi dengan kursi-kursi dan lampu-lampu ruangan bergaya modern. Selain untuk menampilkan benda-benda museum, ruangan ini biasa dipakai untuk kunjungan tamu dan acara-acara yang berhubungan dengan museum. Bulan lalu saja, di ruangan ini digunakan pada sebuah acara yang diperuntukkan bagi pelajar dan mahasiswa dalam memperkenalkan senjata karuhun atau senjata yang telah digunakan oleh leluhur Orang Banten, seperti golok Ciomas dan keris.

Tepatnya, Museum Negeri Banten berada di Jl. Brigjen K.H. Sam’un No.5 Kota Serang. Berangkat dari Terminal Pakupatan, kalian bisa menggunakan transportasi umum berupa angkutan kota cukup dengan membayar Rp4.000 dengan jarak kurang lebih 6 km. Cara lainnya, saat keluar dari Gerbang Tol Serang Timur, kalian hanya tinggal mengikuti arah jalan saja menuju Alun-Alun Kota Serang, tepatnya berada di sebelah barat alun-alun.

Menarik bukan Museum Negeri Banten? Jadi kapan ke Museum Negeri Banten?

Komentar kamu?