Aku Dipermalukan Oleh Degung

Aku mendapatkan pemahaman akan pentingnya mengenal budaya Indonesia justru saat di luar Indonesia.

685 views
0

CERITAMU – Aku mendapatkan pemahaman akan pentingnya mengenal budaya Indonesia justru saat di luar Indonesia. Berawal dari sebuah penerbangan dari Bandara internasional Schiphol Amsterdam menuju Bandara Internasional Doha Qatar dalam rangka Solo Traveling yang dilakukan sebelum Pandemic Covid-19 jatuh ke bumi. Untuk traveler pas-pasan sepertiku tentu rasanya senang sekali bisa mengunjungi kota-kota di Belanda seperti Amsterdam, Leiden, Denhaag dan lainnya yang ternyata banyak hal “berbau Indonesia” kutemukan disana terlebih dengan mendapatkan tiket pesawat first class -nya “Qatar Airways” dengan harga promo yaitu setara dengan harga tiket economy class . Oh iya… sekedar informasi saja bahwa maskapai tersebut menduduki rangking ke 1(satu) sebagai maskapai terbaik di Dunia versi Skytrax tahun 2019, sekarang paham kan alasan kenapa aku senang sekali ! Haha….up’s.. ya semoga saja makapai kebanggan kita pun “Garuda Indonesia” mampu membenahi diri sehingga menduduki rangking yang sama dimasa yang akan datang, jika sebuah maskapai dinilai baik maka dunia Pariwisata dengan sendirinya akan baik pula.

Jam 10.00 pagi waktu Belanda aku sudah standby di Bandara Schiphol Amsterdam sekalipun jadwal penerbangannya baru jam 14.30 untuk menuju Doha Qatar. Menjelang penerbangan tidak banyak yang dilakukan selain mondar-mandir gak jelas di Bandara itu dan setelah waktunya tiba barulah aku dipersilahkan masuk ke pesawat lebih awal dibanding penumpang lainya. Aku duduk di kursi baris kanan dekat jendela dan tidak lama setelah aku menyamankan diri di kursi yang di dominasi dengan warna Burgundy itu datanglah seorang Bapak Bule duduk di sebelah kursiku, untuk memecahkan kesunyian kami pun memulai percakapan sederhana dengan memperkenalkan diri yang berlanjut ke pertukaran kartu nama, saat itu dia bercerita jika tujuan nya adalah Negara Nepal.

Mr. Bernard Kliekamp namanya yang berkebangsaan Belanda, dia terlihat kaget setelah membaca alamat di kartu namaku tertulis Jakarta Indonesia, karena menurutnya dia pernah tinggal di Jakarta, Bandung, Jogja dan Bali, tentu aku mempercayai nya karena diapun memperlihatkan foto-foto di handphone nya. Ada saat dimana aku sangat malu dan merasa rendah diri saat dia bertanya : apakah kamu tau dan bisa memainkan Angklung, Degung, Gamelan atau musik tradisional lainya yang ada di Indonesia ? Saya pergi ke Indonesia hanya untuk mengenal dan belajar Gamelan dan lainnya loh…! Jlebb… Aku langsung terdiam dalam fikirku “ ya ampun aku harus bilang apa, ternyata dia jauh lebih tau” sementara aku tidak tau apapun soal musik tradisional, agar tak terlihat bodoh di depannya maka aku ajak bicara hal lain saja..hehe, setelah mengobrol “ngalor ngidul” dan setelah aku baca kartu namanya ternyata dia seorang pemerhati “etnic world tradisional” ya itulah kira-kira. Tepat jam 23.00 waktu Qatar kami berpisah di Bandara Internasional Doha Qatar untuk melanjutkan penerbangan, Mr. Bernard Kliekamp berganti pesawat menuju Nepal dan aku berganti pesawat menuju Jakarta.

Penerbangan dari Doha Qatar menuju Jakarta fikiranku agak terganggu oleh obrolan dengan orang asing tadi, tak habis terkejutku akan bagaimana mungkin orang berkebangsaan lain bisa bangga dan mampu memainkan alat musik tradisional Negaraku Indonesia ? lalu aku ini apa atuh…? mungkin selama ini aku terlalu “meremehkannya” atau menganggap tidak penting. Ah…. Aku harus belajar setidaknya 1(satu) saja alat musik dari daerah asalku, aku harus bisa !!. Berawal dari cerita perjalanan itulah aku merasa tergugah untuk mempelajari dan mempelajari Musik Tradisional Daerah Sunda yang bernama “Degung” dan setelah beberapa bulan “Belajar” kini aku pantas berbangga hati karena sudah bisa terlibat langsung dalam sebuah pagelaran “Pentas Seni Budaya Sunda” yang sebelumnya tidak pernah kukenal. “ Guys…. Percaya deh kalo Lo bisa main musik Degung jiwamu akan lebih santai..!” hehe…bercanda tapi serius.

Dari cerita dalam perjalananku diatas, sudah seyogianya kita yang terlahir di bumi Pertiwi Indonesia berbangga dengan apa yang telah Tuhan Anugerahkan, mulai dari keindahan Alam dan cuaca nya, Budi bahasa dan budaya nya, termasuk didalamnya yaitu musik tradisional, pakaian adat, makanan dan lain-lainnya. Tentu secara dewasa kita harus menyadari untuk menanamkan di diri kita sebagai warga Negara Indonesia dengan penuh tanggung jawab untuk menggalakan pembelajaran dan pemahaman akan budaya-budaya tersebut, untuk saat ini bolehlah kita bangga karena salah satu musik tradisional yaitu Angklung telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dunia (world intangible heritage) oleh UNESCO pada 16 November 2010 dan semoga kita generasi penerus bangsa mampu terus melestarikannya, karena pastinya kita akan marah dan demonstrasi jika hal tersebut di klaim oleh negara lain bukan?

Setidaknya belajar dan pahamilah terlebih dahulu budaya-budaya dimana daerah kita berasal jika belajar budaya dari seluruh Indonesia terasa berat, setelah faham akan budaya daerah sendiri barulah kita pelajari budaya daerah lainya. Dengan segala hormat dan kerendahan hati aku bukan bermaksud mengkritisi kinerja sebuah institusi di negri ini yang terasa masih kurang dalam memberikan pemahaman ke masyarakat akan pentingnya mempelajari dan mempertahankan sebuah budaya, namun tentu sebagai warga negara Indonesia marilah kita bersama-sama mulai sadar dan faham akan budaya karena itu sebagian dari jati diri Bangsa kita yaitu INDONESIA.

Sebagai penutup mari kita kutip quote dari mantan Presiden “ Kebudayaan itu memancarkan keindahan. Dengan menjaga kebudayaan, Indonesia akan lebih harmonis & seimbang” SBYudhoyono. Setelah membacanya seharusnya angan kita langsung melayang dan bersemangat untuk mewujudkan nya.

Terimakasih Mr. Bernard Kliekamp dan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono yang telah menginspirasi. Mari Hidup Berbudaya

Komentar kamu?