Surga di Tanah Priangan

Ada pepatah mengatakan jika kamu ingin mengenal seperti apa temanmu pergilah traveling bersama.

775 views
0

CERITAMU – Traveling sebuah ambisi manusiawi yang dituangkan dalam sebuah perjalanan dan sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian orang di masa sekarang, bagiku rasanya tidaklah berlebihan jika Traveling disebut juga sebagai citra diri seseorang dan tidak salah juga jika Traveling disebut pula sebagai seni.

Bagaimana tidak.. untuk melakukannya kita dituntut untuk menyiapkan berbagai hal mulai dari pemahaman letak geografis, budaya, cuaca, menyusun itinerary juga menyiapkan transportasi dll. Pemahamanku soal Traveling adalah mencoba hal baru di tempat baru yang sebelumnya belum dialami dan dikunjungi maka “safety first” haruslah dikedepankan.

Bicara soal traveling, aku pernah beberapa kali melakukan “solo traveling” ke beberapa Negara di Asia bahkan ke Benua Eropa oleh karena itu sedikitnya aku bisa menilai berbagai ragam akan budaya sebuah negara, Berbanggalah kita bangsa Indonesia karena memiliki pantai yang cantik luar biasa, Hutan yang sangat berwibawa dan Budaya yang mempesona. Tentang pantai Indonesia.. pantai Anyer saja masih jauh lebih cantik dibanding pantai nya Negri Spanyol ataupun Portugal atau bahkan pantai-pantai yang berada dibelahan bumi manapun, apalagi jika dibanding dengan pantai-nya Bali.. tidak heran jika pantai Indonesia menjadi sesuatu yang patut diperjuangkan untuk di datangi oleh para pelancong dari berbagai negara di planet ini.

Virus Covid-19 kini melanda hampir ke seluruh penjuru Dunia termasuk Indonesia, tentunya hal ini membuat kocar-kacir berbagai tatanan dalam kehidupan kita sehari-hari bahkan dunia Pariwisata terdampak sangatlah terpuruk. Hari demi hari kita dijejali dengan berbagai berita yang cukup membuat kita khawatir, belum lagi kita dipaksa untuk tinggal dirumah berbulan-bulan yang mengakibatkan stress berkepanjangan, tentu saja dalam kondisi seperti ini hasrat traveling semakin tinggi. Berlama-lama rebahan dirumah terasa sia-sia dan untuk menyiasati agar produktif aku menyusun rencana traveling aman, sehat, dekat dan tentu saja murah.

Hutan adalah tujuanku kali ini, seiring dengan adanya pelonggaran peraturan PSBB di beberapa kota dan berbekal susunan itinerary yang telah dibuat selama dirumahkan dan “direbahkan” akhirnya aku dengan beberapa orang traveler yang ditemui di situs “couchsurfing” pergi ke sebuah Hutan di kawasan Garut Jawa Barat, hanya perlu 7 jam waktu perjalanan dari Jakarta ke Garut . Cukup singkat bukan ?

Hari pertama kami mulai perjalanan dengan berjalan kaki yang dimulai dari sebuah Desa elok nan cantik bernama Tenjowaringin. Terlihat undakan-undakan pesawahan hijau yang luas, kelokan sungai dengan air jernih serta sebaran bebatuan besar yang sesekali terlihat dijadikan tempat hinggapnya sekelompok burung liar ditambah suhu udara sejuk yang cukup menyegarkan, sungguh pemandangan yang luar biasa,.. Kadang terpikir olehku daerah secantik ini kenapa tidak ter-expose ? Apakah telinga dan mata kita sudah terlanjur terbuai oleh kata “BALI” ? Ah sudahlah… air jernih dan batu besar di tengah sungai itu terlalu menggoda dan sayang jika dilewatkan. Bercengkrama, tertawa, menceburkan diri ke sungai, minum secangkir kopi dengan iringan gemuruh air adalah sebuah kemewahan yang hakiki terlebih disaat sebagian orang masih rebahan.

Udara sore pun tiba kini saatnya kami melanjutkan perjalanan ke Hutan yang berada di Daerah Cihanjawar. Cukup berjalan kaki selama 3 (tiga) jam dengan dimanjakan oleh udara segarnya udara dan kicauan burung-burung bersahutan tibalah kita ditengah hutan Cihanjawar, tidaklah banyak yang dilakukan sore itu hanya mendirikan tenda dan mempersiapkan kayu bakar untuk nanti malam. Entahlah saat gelap malam tiba kesunyian sangatlah terasa dan dingin menyelimuti, hanya suara jangkrik dan sesekali terdengar samar-samar celotehnya burung hantu. Ada sensasi yang berbeda yang belum aku alami, aku merasa kecil, merasa pasrah sekaligus bahagia tak terkira dan bersyukur atas perjalanan yang sedang dialami.

3 (tiga) malam kami bermukim di hutan itu, sungguh ini perjalanan yang tak terduga akan banyaknya kejutan yang dialami. Mulai tersesat di hutan pinus dan berujung dengan menemukan air terjun yang cantiknya tiada tara, melihat burung-burung masih terbang bebas dan tentu saja pemandangan alam elok yang tampak seolah digelari permadani hijau. Sungguh tulisan cerita ini tidak akan mampu untuk menggambarkan betapa indahnya Alam Indonesia dan tentunya kita patut berbangga sekaligus bahagia, kebanggaan kita bisa tuangkan dengan cara melestarikanya tanpa membuang sampah sembarangan, hindarkan diri dari penggunaan plastik, menanam pohon, tidak mengambil sesuatu dari alam seperti bunga anggrek liar seperti yang kami temui sepanjang jalan. Ambilah hanya sebatas kenangan indah untuk diceritakan dan tinggalkanlah hanya sebatas tapak kaki untuk dikenang

Traveling bukanlah sekedar buang-buang uang ataupun waktu, kita melakukanya semata-mata sebagai rasa syukur terhadap sang pencipta dimana kita telah diberikan berkah kesehatan dan panca Indra yang luar biasa, dengan traveling pula kita bisa lebih mengenal diri kita sendiri yang sebenarnya dan bahkan mengenal teman seperjalanan. Ada pepatah mengatakan jika kamu ingin mengenal seperti apa temanmu pergilah traveling bersama.

Demikianlah cerita singkat dari perjalanan singkat kami di masa pandemic ini, semoga ketidak nyamanan ini segera berlalu karena kita “Butuh Traveling”.

Dokumentasi perjalanan bisa dilihat di :
@komara_aje

Komentar kamu?