Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Akan Kembali Dibuka dengan Peraturan Baru

Hanya saja, suasana berlibur ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko tak akan sama seperti sebelum wabah corona.

255 views
0

WartaWisata.ID – PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko (Persero) akan kembali membuka layanan di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko pada awal Juni 2020 atau seusai lebaran.

Hanya saja, suasana berlibur ke Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko tak akan sama seperti sebelum wabah corona. Pengelola destinasi wisata sejarah itu menerapkan sejumlah protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko (Persero), Edy Setijono mengatakan pertimbangan utama membuka kembali destinasi wisata candi itu salah satunya untuk menjaga roda ekonomi masyarakat di sekitar destinasi agar tetap tumbuh. “Meski kami akui pemulihan ekonomi akibat wabah corona ini tidak akan berjalan cepat,” kata Edy kepada awak media, Rabu 13 Mei 2020.

Setelah tutup total sejak 20 Maret 2020, Edy menambahkan, saat ini petugas sedang menyiapkan beberapa hal menjelang pembukaan bulan depan.

Berikut protokol kesehatan yang diterapkan kepada pengunjung Candi Borobudur, Candi Pramabanan, dan Candi Ratu Boko setelah buka kembali.

Dilarang membawa makanan

“Pengunjung yang masuk ke kawasan candi tidak boleh membawa makanan,” kata Edy Setijono. Jika ada wisatawan yang kedapatan membawa, maka makanan itu harus ditinggalkan. “”Aturan ini demi menjaga kawasan candi tetap steril dari sampah khususnya bungkus makanan.”

Wajib masuk bilik disinfektan

Sebelum masuk ke kawasan candi, pengunjung harus melewati chamber atau bilik disinfektan. Tujuannya, memastikan tubuhnya benar-benar bersih dari kuman dan bakteri.

Pengecekan suhu tubuh

Pengunjung wajib melakukan pengecekan suhu tubuh oleh petugas yang diikuti dengan penempelan stiker. “Stikernya nanti terdiri dari tiga warna: hijau, kuning, dan merah,” kata Edy Setijono.

Stiker hijau diberikan kepada pengunjung yang suhu tubuhnya di bawah 37,5 derajat Celcius. Stiker kuning untuk wisatawan dengan suhu tubuh antara 37,5 sampai 37,8 derajat Celcius. Sedangkan striker merah adalah pengunjung dengan temperatur tubuh di atas 37,8 derajat Celcius.

Perbedaan stiker ini hanya untuk pengawasan. Pengunjung yang memakai stiker kuning dilarang berada dalam rombongan. Dia harus berjalan sendirian saat menyambangi candi. Sedangkan pengunjung dengan stiker merah akan diarahkan petugas ke poliklinik yang sudah disediakan.

Durasi waktu

Pengunjung dilarang berlama-lama berada di kawasan candi. Tujuannya, mengantisipasi agar kawasan candi tidak terlalu padat atau banyak kerumunan orang. “Untuk menerapkan physical distancing, jumlah ideal pengunjung kawasan candi adalah 200 orang,” ujar Edy Setijono.

 

Komentar kamu?