3 Masjid di Jakarta dengan Gaya Bangunan Tionghoa

Sejumlah masjid yang sarat nuansa atau hadir atas andil etnis Tionghoa yang telah menjadi mualaf.

300 views
0

WartaWisata.ID – Dalam perjalanannya, masjid tak melulu eksklusif Timur Tengah. Tak sedikit juga masjid di Indonesia yang terpengaruh atau hadir lewat andil etnis Tionghoa.

Jakarta sendiri memiliki sejumlah masjid yang sarat nuansa atau hadir atas andil etnis Tionghoa yang telah menjadi mualaf. Berikut beberapa di antaranya:

Masjid Lautze

Yang pertama adalah Masjid Lautze di Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat. Didirikan di sebuah ruko oleh anak dari mendiang Haji Abdul Karim Oei, Lautze sendiri memiliki arti guru dalam bahasa Mandarin.

Diketahui, masjid itu dibangun oleh Ali Karim selaku anak mendiang Abdul Karim bersama tokoh Tionghoa muslim Junus Jahja. Terakhir, masjid itu juga menjadi saksi dari mualafnya pengusaha Fitria Yusuf yang mengikuti jejak ayahnya Jusuf Hamka.

Masjid Babah Alun

Melanjutkan dari nama tokoh Tionghoa mualaf Jusuf Hamka, ia juga mendirikan sebuah masjid di daerah Warakas, Tanjung Priok. Adalah Masjid Babah Alun yang dibangun di bawah kolong jembatan tol Wiyoto Wiyono.

Untuk informasi, Jusuf Hamka merupakan anak angkat dari tokoh Islam nasional Indonesia Buya Hamka. Dari perkenalannya dengan Buya Hamka, Jusuf pun memeluk Islam.

Nama Babah sendiri berasal dari bahasa Tionghoa yang berarti ayah. Sedangkan Alun diambil dari nama asli Jusuf, Alun Josef. Nuansa masjid itu pun begitu sarat etnis Tionghoa, tak sedikit yang malah menyangkanya sebagai kelenteng.

Nyatanya, hal itu memang sengaja dilakukan Jusuf untuk membuktikan hubungan baik antara etnis Tionghoa dan agama Islam itu sendiri.

Masjid Ramlie Mustofa

 

Bergeser kembali ke daerah Sunter di Jakarta Utara, ada Masjid Ramlie Mustofa yang bergaya seperti ikon India Taj Mahal. kamipernah berkunjung ke masjid megah ini beberapa waktu yang lalu.

Masjid Ramlie Musofa beralamat di Jalan Danau Sunter Raya Selatan Blok I/10 No 12 C-14 A, Sunter. Lokasinya berada persis di pinggir Danau Sunter.

Sejarahnya, Masjid Ramlie Musofa ini dibangun oleh seorang mualaf yang berdarah Tionghoa. Masjid dibangun pada tahun 2011, dan diresmikan pada 15 Mei 2016 silam.

Oleh sebab itu, wajar bila aksen mandarin banyak ditemukan di masjid ini. Nama masjid bahkan tertera dalam bahasa Mandarin, selain dalam bahasa Arab. Tak heran kalau banyak wisatawan hingga peziarah yang datang ke masjid ini.

Itulah beberapa masjid dengan nuansa dan sentuhan Tionghoa di Indonesia. Apabila pandemi COVID-19 ini berakhir, kalian bisa mengunjungi masjid di atas untuk melihat langsung bukti kedekatan etnis Tionghoa dan muslim di Indonesia.

Komentar kamu?