Guardian of Tradition & Culture ( Penjaga Tradisi & Budaya) Seri 1

Sumbawa mempunyai tradisi yang sangat menarik

561 views
0

CERITAMU – Tradisi & Budaya Sumbawa , Nusa Tenggara Barat ( NTB) Sumbawa dikenal dengan sukunya Tau Samawa (Orang Sumbawa).  Sumbawa mempunyai tradisi yang sangat menarik yaitu;

1. Barapan Kebo

Barapan Kebo atau disebut Karapan Kerbau merupakan tradisi khas masyarakat Sumbawa Barat. Bagi masyarakat , kerbau sangat dekat dalam kehidupan mereka sehari -hari, sebagai alat membantu berladang dan untuk ritual keagamaan.

Barapan Kebo dilaksanakan pada awal musim tanam padi. Umumnya jalur pacu Barapan Kebo yaitu sawah yang basah , berlumpur atau digenangi air .Serunya melihat para joki yang bersemangat dan wajah dipenuhi belepotan lumpur. Untuk aksesoris kerbau namanya unik-unik yaitu misalnya “kareng” yaitu tempat pijakan kaki joki barapan berbentuk segitiga, “noga” yaitu kayu penjepit leher buat kerbau barapan, “mangkar ” yaitu pelecut buat pemacu kerbau , “lawas” yaitu syair pantun daerah sumbawa untuk menyemangati para joki .

2. Kue-kue Sumbawa

Kue khas Sumbawa seperti buras, petikal, range dan onde-onde .Rata-rata dimasak dengan cara dikukus . Kue Petikal dan Buras harus dibungkus menggunakan daun kelapa dan daun pisang.Ada filosofis melestarikan lingkungan dengan menggunakan daun kelapa dan pisang tersebut dan resep kue-kue tersebut diwariskan turun temurun.

3. Kuliner khas Singang yaitu oahan ikan yang gurih dan nikmat

Masakan ini berbahan dasar ikan segar umumnya kakap dan bandeng. Resep Singang :Ikan kakap atau bandeng 250 gram, bawang merah 5 siung dan diiris halus, sayur kemangi, minyak goreng untuk menumis , asam 3 ruas ditambah air. Sedang bumbu halus : bawang putih 2 siung, kemiri 2 biji, cabe rawit 6-7 buah, tomat 1 buah, kunyit 2 cm, secukupnya garam. (Nukila Evanty)

Nukila Evanty
Budayawan (Culturist), penulis, peneliti dan aktivis sosial dan lingkungan hidup.
Mengenyam pendidikan dari berbagai universitas di luar negeri tidak menghilangkan jiwanya yang tetap mengakar pada masyarakat adatnya di rokan hilir Riau. Nukila telah menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Groningen di Belanda, Universitas New South Wales ( UNSW) di Australia dan Lund University di Swedia .
Nukila aktif di komunitas masyarakat adat, penyuka kuliner lokal, photography dan telah menulis banyak tulisan di media nasional dan internasional.
Nukila adalah seorang feminist, menjadi direktur eksekutif dan penasehat di beberapa lembaga dan organisasi di tingkat nasional dan Internasional seperti women working group (WWG), Amcolabora Institute, dan RIGHTS Asia, Asia Centre Bangkok Thailand, WUSME (World Union Small and Medium Enterprises ) di San Marino Italia, AWID (Association for Women Rights in Development) di Toronto Canada.
Komentar kamu?