Wisata Candi di Sekitar Sleman Selain Candi Prambanan

Situs sejarah agama Hindu ini terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan.

357 views
0

WartaWisata.ID – Jika kita megunjungi Kabupaten Sleman di DI Yogyakarta, Candi Prambanan salah satu adalah obyek wisata yang pantang dilewatkan bagi penyuka destinasi wisata yang memiliki nilai historis. Meski sebenarnya, kompleks candi itu sudah masuk wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Padahal, Sleman sendiri sebenarnya banyak sekali kompleks candi yang bisa dikunjungi. Jadi, setelah wabah pandemi corona ini reda nanti, jangan lupa masukkan obyek-obyek wisata sejarah ini dalam list destinasi wajib kunjung kamu yah.

Berikut candi-candi di Sleman yang wajib kamu datangi.

Candi Sambisari

Situs sejarah agama Hindu ini terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan. Candi yang dibangun pada abad ke-9 ini memiliki keunikan tersendiri. Pengunjung harus menuruni tangga setelah melewati loket masuk karena Candi Sambisari berada sekitar 6,5 m lebih rendah dari tanah desa di sekitarnya. Untuk masuk ke lokasi wisata Candi Sambisari, pengunjung dikenakan tarif Rp 5.000 per-orang. Selama libur lebaran, Candi Sambisari tetap buka dan menanti kunjungan kamu.

Candi Sari

Lokasinya nggak jauh dari Candi Sambisari. Kamu cukup menempuh jarak 5 km ke arah timur, tepatnya di Candi Sari.

Dusun Bendan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman.Candi Sari dibangun pada masa pemerintahan Rakai Penangkaran di abad ke-8. Bangunan Candi Sari terdiri dari 3 ruang berjajar dengan 2-3 tingkatan. Menurut catatan sejarah, tempat ini digunakan sebagai biara pada pendeta Buddha.

Candi Kalasan

Pada masa yang sama, Rakai Penangkaran juga membangun candi yang hanya berjarak 3 km dari Candi Sari. Candi ini terletak di Jl. Raya Jogja-Solo Desa Tirtomartani, Kecamatan Kalasan. Candi Kalasan dibangun pada abad ke-7 sebagai tempat pemujaan Dewa Tara. Tinggi candi ini sendiri sekitar 34 m dengan empat buah pintu di sisi timur. Harga tiket masuk Candi Kalasan adalah Rp 5.000 per-orang. Terdapat pula fasilitas parkir dan warung yang menunjang kebutuhan kunjungan wisatawan.

Candi Banyunibo

Candi ini berada di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan. Puncak candi ini dihiasi dengan stupa yang menjadi ciri khas candi Buddha. Candi yang dibangun pada abad 9 ini masih kerap kali digunakan untuk beribadah kelompok ummat Budha. Di sisi timur candi terdapat salah satu destinasi digital Jogja, yakni Pasar Banyunibo.

Candi Barong

Candi ini terletak di sebelah tenggara situs Ratu Boko dan dikelilingi perbukitan Gunung Batur. Penamaan candi ini didasarkan pada adanya ornamen hiasan kala di setiap sisi candi. Biaya masuk candi Hindu satu ini hanya Rp 5.000 saja. Lokasi tepat candi ini ada di Dusun Candisari, Desa Sambirejo. Sepasang candi kembar dengan pelataran yang luas siap menyapa pengunjung yang ingin berlibur ke sini.

Candi Ijo

Tepat di atas Taman Tebing Breksi, terdapat kompleks Candi Ijo. Ini adalah kompleks candi yang terletak paling tinggi di Jogja. Berada di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Candi ini berada di perbukitan Batur Agung pada ketinggian 410 MDPL. Karena letaknya, bukan hanya bangunannya saja yang megah tetapi lokasi Candi Ijo juga memiliki pemandangan yang indah. Candi ini merupakan candi Hindu yang dibangun pada abad ke-9.

Komplek candi dengan luas 0.8 hektar ini memiliki 17 bangunan. Tiket masuk ke Candi Ijo seharga Rp 5.000. Candi ini buka sejak 06.00 – 17.00 setiap hari.

Candi Abang

Candi Abang yang terletak Dusun Blambangan, Jogotirto, Berbah ini berada di perbukitan. Meski berada di tengah perkampungan warga, candi ini bisa ditemukan menggunakan peta online dan petunjuk yang dipasang di beberapa titik menuju candi. Penamaan candi ini didasarkan pada bata merah yang digunakan untuk membangun candi.

Bangunan candi ini tidak bisa disaksikan secara langsung karena tertimbun oleh tanah yang membentuk perbukitan setinggi 6 meter. Tak jauh dari lokasi Candi Abang, terdapat Gua Jepang. Gua ini merupakan salah satu dari 3 Gua yang aktif dipakai Jepang pada zaman pendudukan Jepang di Indonesia. Dari bukit ini, wisatawan bisa memandang sisi timur Jogja dengan tenang.

Komentar kamu?