5 Kuliner Nusantara yang Jadi Favorit Turis Mancanegara

Rendang adalah hidangan daging yang berasal dari suku Minangkabau di Sumatera Barat.

162 views
0

WartaWisata.ID – Dengan 17.000 lebih pulau dan 1.340 suku bangsa menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2010, tentu Indonesia memiliki kekayaan kuliner. Beberapa kuliner Indonesia, seperti rendang dan nasi goreng juga populer di mancanegara.

Tapi, hidangan apa yang populer bagi turis mancanegara bila bertandang ke Indonesia? Kami mengulas 5 kuliner di Indonesia, yang populer di setiap destinasi wisata. Apa saja?

Rendang, Sumatera Barat

Rendang adalah hidangan daging yang berasal dari suku Minangkabau di Sumatera Barat. Hidangan ini terkenal dengan kepedasannya dan prosedur memasaknya yang panjang. Ini sering dibandingkan dengan kari India karena konsistensinya dan rasa yang unik.

Teori tentang bagaimana rendang ditemukan menunjukkan bahwa penggunaan rempah-rempah dan jam memasak yang panjang, digunakan untuk mengawetkan daging di iklim panas dan tropis, seperti Indonesia. Sehingga tidak mengejutkan, kebutuhan untuk melestarikan daging untuk jangka waktu yang lebih lama muncul di antara orang Minangkabau.

Mereka terutama pedagang yang menjalani perjalanan panjang dan membutuhkan makanan yang bisa tetap segar selama berminggu-minggu.

Namun, hidangan itu memiliki makna yang lebih simbolis bagi mereka, karena empat bahan utama yang digunakan dalam rendang mewakili masyarakat Minangkabau: daging melambangkan pemimpin, kelapa adalah simbol intelektual, cabai mewakili kepemimpinan agama, dan rempah-rempah lainnya menandakan masyarakat.

Saat ini, rendang telah melampaui perbatasan Indonesia dan memiliki reputasi sebagai salah satu hidangan paling lezat di dunia.

Bakso

Bakso adalah sup dengan bakso yang populer di seluruh Indonesia. Seperti banyak hidangan lainnya di nusantara, itu tumbuh dari pengaruh Asia dan Eropa di negara itu. Di seluruh Indonesia, ada banyak variasi bakso, tetapi semuanya mencakup tiga bahan utama: kaldu, mie, dan bakso.

Yang membedakan bakso dari varietas Asia lainnya adalah konsistensi bakso, yang memiliki tekstur kenyal. Meskipun bakso pada dasarnya adalah makanan jalanan, ia dapat ditemukan di mana saja dari restoran outdoor hingga restoran yang elegan. Hiasan, yang juga ditambahkan, biasanya pangsit, telur rebus, atau tahu.

Bakso urat dan telur di warung Bakso Titoti khas Wonogiri, Jalan Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Tempo/Francisca Christy Rosana

Hidangan ini biasanya disajikan hangat dengan sedikit sambal atau kecap.

Betutu, Bali

Hidangan khas Bali yang muncul dalam seremonial ini hadir dalam dua versi: ayam betutu berbasis ayam, atau versi bebek tradisional dengan nama bebek betutu. Seluruh hewan dibalur dan diisi dengan campuran rempah-rempah lokal seperti kunyit, jahe, lada, cabai, dan terasi.

Meskipun hidangan saat ini terutama dipanggang, prosedur tradisional termasuk membungkus bebek atau ayam yang dibumbui dalam daun. Cara masak tradisional, ayam dipanggang dalam periuk tanah liat, kemudian mengukusnya di atas bara panas. Jika disiapkan dengan cara kuno, hidangan harus selalu dipesan setidaknya satu hari sebelumnya.

Waktu mengasap yang lama dan rempah-rempah yang harum menghasilkan hidangan yang lembab dan penuh rasa, dan biasanya disajikan di pesta pernikahan dan upacara penting lainnya.

Ayam Penyet, Jawa Timur

Hidangan Indonesia ini terdiri dari potongan-potongan ayam goreng yang disajikan berlapis sambal, pasta cabai yang populer. Kata penyet dari nama hidangan ini berarti menekan atau mendorong, mengacu pada metode persiapan di mana ayam ditekan dengan cobekan untuk membuat daging lebih empuk.

Beberapa versi melunakkan ayam setelah digoreng, sekaligus melapisinya dengan sambal. Hidangan ini disajikan dengan sambal ekstra di sampingnya, disertai dengan sayuran segar, tempe, tahu, dan nasi. Meskipun berasal dari Jawa Timur, ayam penyet ditemukan di seluruh negeri dan juga populer di Singapura.

Sate Padang, Sumatera Barat

 

Sate Padang adalah salah satu sate yang berasal dari Padang, Sumatera Barat. Ini secara tradisional dibuat dengan daging sapi, dan terdiri dari potongan-potongan daging atau jeroan yang dibumbui, ditusuk, dan kemudian dipanggang. Tusuk sate biasanya disajikan disiram dengan saus kental berwarna cokelat yang menggabungkan kaldu daging kental dengan tepung beras atau air beras dan berbagai bumbu yang tidak terlalu kuat.

Varietas lain termasuk versi Panjang yang menggunakan lebih banyak kunyit untuk membuat saus kuning yang cerah. Sementara sate Pariaman menggunakan lebih banyak cabai untuk memberikan saus warna merah yang khas. Sate Padang biasanya disajikan dengan ketupat.

Komentar kamu?