Alasan Kenapa Kamu Harus ke Pulau Sabu di NTT

Jika ada rencana menjelajah Nusa Tenggara Timur, cobalah memilih pulau Sabu sebagai destinasi utama kamu.

491 views
0

WartaWisata.ID – Wisata alam Indonesia memang gak ada matinya. Makin ke timur, pilihan destinasi yang bisa kamu pilih makin beragam. Contoh nyata ada di provinsi Nusa Tenggara Timur. Gak cuma Labuhan Bajo, pulau Rinca, dan pulau Padar, pulau-pulau kecil lainnya juga gak kalah memesona, lho.

Jika ada rencana menjelajah Nusa Tenggara Timur, cobalah memilih pulau Sabu sebagai destinasi utama kamu. Pulau kecil di antara pulau Sumba dan pulau Timor ini dijamin bikin kamu berdecak kagum.

Mencapai pulau Sabu cukup gampang

Ada tiga pintu masuk ke pulau Sabu yang bisa kamu pilih, yaitu lewat Kupang di pulau Timor, Ende di pulau Flores, dan Waingapu di pulau Sumba. Ketiga kota ini dapat dijangkau dari Jakarta, namun sementara ini hanya Kupang yang bisa ditempuh dengan direct flight.

Jika kamu memilih berangkat dari Kupang, setidaknya kamu akan menempuh perjalanan laut antara 4-18 jam, tergantung jenis kapal yang kamu gunakan. Selain dengan kapal, kamu juga bisa naik pesawat perintis dari ketiga kota tadi menuju pulau Sabu.

Pulau Sabu memiliki banyak pantai yang cantik dan eksotis

Beberapa pantai yang bisa kamu eksplorasi selama di pulau Sabu, yaitu pantai Napae, pantai Wae, pantai Kepo, pantai Rae Mea, pantai Seba, pantai Ege, pantai Raijua, pantai Lobohede, pantai Menanga, dan masih banyak lagi. Masing-masing pantai mempunyai daya tariknya masing-masing.

Kalau pengin puas menjelajah beberapa pantai di pulau Sabu, kamu bisa luangkan waktu selama sehari penuh untuk mengunjunginya. Idealnya dalam satu hari, kamu bisa mendatangi 4-5 pantai. Sanggup?

Kelabba Madja menjadi ikon pariwisata pulau Sabu

Perpaduan warna cokelat, merah bata, abu-abu, dengan selingan warna hijau pepohonan dan biru langit, bikin Kelabba Madja tampak begitu eksotis. Di salah satu sudut terdapat tumpukan batu yang mirip seperti jamur sehingga menjadi spot favorit untuk berswafoto.

Kamu bisa lihat proses pembuatan garam menggunakan kerang kima

Tahukah kamu kalau pulau Sabu menjadi salah satu penghasil garam terbaik di Indonesia? Selain memakai daun lontar untuk mengendapkan garam, kamu bakal bisa menjumpai para petani garam di pulau ini membuat garam menggunakan kerang kima.

Biasanya, mereka memproduksi garam untuk kebutuhan mereka sendiri, meski ada pula yang menjualnya. Salah satu lokasi yang menjadi tempat pembuatan garam dengan kerang kima ini ada di pantai Menanga.

Pulau Sabu juga punya kampung adat Namata sebagai tujuan wisata budaya

Wisata khas lainnya dari wilayah Indonesia timur adalah keberadaan kampung adat, tak terkecuali di pulau Sabu. Kampung adat Namata namanya. Seperti halnya kampung adat di lokasi lain, di sini kamu diizinkan masuk dan bertanya seputar seluk beluk kampung kepada tetua adat.

Batu-batu megalitikum tampak tersusun rapi di dalam kampung yang digunakan sebagai tempat pemujaan para leluhur dan lokasi melakukan ritual adat. Mengacu pada aturan setempat, beberapa batu dilarang untuk difoto oleh pengunjung.

Jika kamu ingin berbusana bak penduduk Namata, ada penyewaan baju adat juga lho di sini.

Nah, itulah beberapa alasan kenapa pulau Sabu wajib masuk bucket list jalan-jalan kamu. Sisihkan waktu setidaknya tiga hari dua malam biar bisa puas jelajah pulau tersebut. Yuk, berangkat!

Komentar kamu?