Melihat Peradaban Kerajaan Mataram di Museum Ulen Sentalu

Di dalam Museum Ulen Sentalu ini terdapat spot yang selalu menarik perhatian para wisatawan yakni Ruang Syair untuk Tineke

77 views
0

WartaWisata.ID – Museum Ulen Sentalu Yogyakarta, merupakan salah satu destinasi yang harus kamu masukkan ke dalam list iliburan kamu. Museum ini sangat menarik sekali untuk dikunjungi.

Nama ulen sentalu merupakan sebuah singkatan dari kalimat bahasa Jawa “Ulating blencong sejatine tataraning lumaku”. Kalimat tersebut bermakna nyala lampu blencong (lampu yang dipergunakan saat pertunjukkan wayang kulit) merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan.

Seperti museum pada umumnya, Museum Ullen Sentalu menyimpan sejumlah koleksi dan cerita. Hanya saja, cerita yang dikisahkan di museum ini tentang peradaban Kerajaan Mataram yang terpecah menjadi 4 keraton di Solo dan Yogyakarta, yaitu Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman.

Saat mengunjungi museum ini kamu pun akan disajikan sejumlah lukisan dan foto bangsawan pada zaman tersebut, serta koleksi kain batik Solo dan Yogyakarta yang ternyata memiliki makna tersendiri, gamelan kuno, arca-arca budaya Hindu dan Budha, maupun peninggalan lainnya.

Mulanya museum ini hanyalah museum pribadi milik keluarga Haryono, keluarga pembatik di Yogyakarta yang memang masih keturunan bangsawan yang gemar mengoleksi peninggalan warisan budaya Jawa.

Di dalam Museum Ulen Sentalu ini terdapat spot yang selalu menarik perhatian para wisatawan yakni Ruang Syair untuk Tineke. Tineke yakni nama Belanda putri Sunan Surakarta Pakubuwono XI.

Semasa hidupnya dia mengalami patah hati karena pria yang dicintainya dianggap tidak “sederajat” oleh orang tua. Putri Tineke pun menerima banyak surat cinta dan puisi penghiburan dari saudara dan teman. Surat-surat tersebut bisa kamu lihat di sana.

Saat mengunjungi museum ini kamu akan dipandu oleh pemandu tur yang sangat interaktif sehingga kamu pun tidak merasa bosan selama menjelajahi museum tersebut. Sayangnya selama tur kamu dilarang mengambil gambar ataupun merekam dalam bentuk apapun. Kamu hanya diperbolehkan foto di tempat tertentu.

Setelah selesai tur, kamu akan diajak untuk istirahat sambil menikmati minuman Wedang Ratu Mas. Sebutan “Ratu Mas” ini diambil dari nama permaisuri Sri Susuhunan Pakubuwono X. Konon, ramuan wedang ratu mas dipercaya dapat membuat awet muda sama seperti paras sang permaisuri.

Museum Ullen Sentalu berjarak 30-45 menit dari tengah kota. Tepatnya 25 km utara dari pusat kota Yogyakarta. Kamu dapat mengunjungi museum ini dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum.

Jika dengan menggunakan kendaraan pribadi kamu bisa melalui Jalan Kaliurang selama 30-45 menit. Ikuti jalan utama ke arah utara sepanjang 18 km. Selain itu kamu bisa melalui Jalan Palagan Tentara Pelajar selama 25-35 menit dengan mengikuti jalan utama ke arah utara sepanjang 10 km, belok kanan pada pertigaan Pulowatu dan ikuti jalan sepanjang 3 km, belok kiri di pertigaan Pasar Pakem, ikuti jalan utama sepanjang 6,5 km.

Jika menggunakan kendaraan umum waktu tempuh menjadi 60-90 menit. Gunakan Bus TransJogja rute 2B atau 3B dan turun di Shelter Ring Road Utara-Kentungan. Setelah itu ganti dengan angkot dengan rute Yogyakarta-Pakem dan turun di Pasar Pakem.

Tidak cukup sampai di situ kamu harus ganti angkot lagi dengan rute Pakem-Kaliurang dan turun di Taman Kanak-Kanak Kaliurang. Dari tempat pemberhentian terakhir kamu harus berjalan ke arah Barat kurang lebih 300 meter selama 8 menit.

Untuk informasi angkot hanya beroperasi pada pukul 08.00-14.00 WIB, dengan jadwal yang tidak tentu. Tarif tiket yang harus kamu bayar ketika mesuk ke museum ini Rp 40.000, sementar untuk wisatawan luar negeri Rp 100.000. Harga tiket ini sudah termasuk pemandu.

Komentar kamu?