Mulai 13 Februari Puncak Candi Borobudur Ditutup

Hal ini dikarenakan banyak perilaku pengunjung yang seenaknya saat berada di lantai 9 dan 10, sehingga timbul kerusakan hingga 30 persen

350 views
0

WartaWisata.ID – Yogyakarta dan sekitarnya menjadi destinasi paling ramai di Pulau Jawa. Banyak wisatawan yang datang ke sana setiap harinya untuk berlibur melepas penat.

Salah satu tempat wisata paling populer adalah Candi Borobudur. Meski tak termasuk dalam kawasan Yogyakarta, candi yang berada di Magelang ini selalu jadi incaran wisawatan.

Namun, kabar kurang baik datang dari Candi Buddha terbesar ini. Pasalnya, mulai 13 Februari 2020, pengunjung tak boleh lagi naik hingga ke puncaknya, lokasi stupa paling besar berada.

Dibatasi supaya kerusakan tak kian melebar

Balai Konservasi Borobudur (BKB) memutuskan untuk menutup bagian puncak Candi Borobudur. Pembatasan ini berlaku untuk semua jenis kunjungan, mulai dari yang bersifat umum, hingga paket melihat sunrise dan sunset.

Hal ini dikarenakan banyak perilaku pengunjung yang seenaknya saat berada di lantai 9 dan 10, sehingga timbul kerusakan hingga 30 persen. Banyaknya wisatawan yang melanggar peraturan, seperti memanjat dan menduduki stupa, membuat bagian lapik stupa menjadi tergerus atau aus.

Selain bagian stupa, tangga-tangganya juga mengalami kerusakan hingga 40 persen. Tingkat keausan pun bermacam-macam, mulai dari 2-4 cm.

Pengunjung masih bisa melihat keindahan candi hingga lantai 8

Wisatawan masih diperbolehkan datang ke Candi Borobudur, tetapi hanya boleh sampai lantai delapan saja. Namun, kalau terdapat kegiatan yang masih berhubungan dengan ritual keagamaan dan tamu negara, bagian yang dibatasi akan dibuka secara khusus.

Selama pembatasan ini, Balai Konservasi Borobudur mengevaluasi dan monitoring beberapa hal. Mulai dari keterawatan batu, kestabilan struktur candi, dampak kunjungan, dan lajur kerusakan pada struktur stupa induk.

Ditutup hingga batas waktu yang tak ditentukan

Penutupan bagian puncak candi yang berada di Magelang, Jawa Tengah, ini masih belum ditentukan. Mengingat proses evaluasi dan monitoring yang tentu saja tak bisa diprediksi sewaktu-waktu.

Balai Konservasi Borobudur berharap peristiwa ini bisa memberikan pelajaran bagi semua pengunjung untuk ikut serta menjaga dan melestarikan Candi Borobudur. Dengan begitu, warisan dunia ini bisa terwariskan ke generasi-generasi berikutnya.

Nah, kalau kamu liburan ke mana pun, termasuk ke Candi Borobudur, jangan sampai merusak sarana dan prasarana ya. Kalau bukan kita menjaga perilaku kita sendiri, lalu siapa lagi?

 

Komentar kamu?