Sejarah Ikan Red Devil di Danau Sentani Papua

Papua tak cuma punya cenderawasih. Tanah Papua yang kaya juga dianugerahi danau cantik bernama Sentani. Tak cuma berparas cantik, danau ini juga memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua

2,005 views
0

WartaWisata.ID – Danau Sentani di Papua bukan cuma punya keindahan ciamik, ada pula kisah menarik soalnya. Salah satunya soal Red Devil alias Setan Merah yang ada di sana.

Papua tak cuma punya cenderawasih. Tanah Papua yang kaya juga dianugerahi danau cantik bernama Sentani. Tak cuma berparas cantik, danau ini juga memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat Papua.

Asal-usul nama Sentani punya beragam versi. Menurut Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Suku Sentani-lah yang memberikan nama ini.

“Suku Sentani menggunakan istilah buyakha untuk menyebut danau tempat tinggal mereka. Dalam bahasa Sentani, bu berarti air dan yaka berarti tempat kosong,” ujar hari kepada detikcom.

Menurut hari, versi pertama dari nama sentani berasal dari katan endeni yang berarti tiba di sini. Hal ini berkaitan dengan perjalanan nenek moyang Sentani dari Papua Nugini menuju ke arah barat dan tiba di danau dan menetap di sana.

“Versi lainnya adalah dari istilah Sentani yang diperkirakan berasal dari kata hedam yang kemudian dilafalkan menjadi setam. Dari kata setam inilah muncul istilah ‘sentani’ yang terus digunakan hingga kini,” jelas Hari.

Menjadi yang terbesar di Jayapura, Danau Sentani memiliki hulu di Pegunungan Cycloops. Tak cuma asal-usul namanya yang membuat danau ini spesial.

Dihuni Setan Merah

Isi dari danau ini juga tak biasa. Hari menjelaskan bahwa zaman dulu Danau Sentani pernah dihuni oleh ikan-ikan laut. Sebut saja ikan hiu gergaji (Pristis microdon), ikan belanak (Mugil cephalus), sidat (Anguilla australis). Tapi kini tak jenis-jenis tersebut sudah tidak ditemukan di Sentani.

Namun, bukan berarti Danau Sentani telah kehilangan keunikannya. Sentani masih memiliki hal spesial yang berenang di dalamnya, ikan red devil atau setan merah.

Memang julukan ini mirip dengan sebuh klub sepakbola di Inggris. Tapi ikan ini tidaklah menyeramkan, karena red devil adalah ikan louhan. Nama latin ikan ini adalah Amphilophus labiatus.

Jenis red devil ini rupanya bukan asli Indonesia tapi dari Danau Nikaragua dan Managua. Ikan disebut sebagai fauna endemik dari dua danau di Samudera Pasifik tersebut.

Red devil adalah hewan karnivora. Biasanya hewan ini akan memakan telur ikan lain, serangga, cacing, udang dan ikan kecil. “Ikan ini merupakan ikan teritorial. Ia agresif dan tidak takut dengan ikan lain. Tapi red devil setia dengan pasangannya,” ungkap Hari.

Ini mengapa, red devil tidak dibudidayakan di keramba. Tapi justru dikonsumsi oleh masyarakat Papua. Ikan ini ditangkap dan dijual ke pasar.

Bagaimana dengan rasanya?

“Red devil berdaging tipis dan berduri banyak. Ikan red devil oleh orang Sentani hanya dikonsumsi sebagai lauk setiap hari. Jika ada acara penting, ikan mas dan mujair yang menjadi pilihan menu utama,” kata Hari.

Kalau red devil bukanlah hewan endemik Sentani, lantas ikan apa yang cuma ada di Sentani?

“Danau Sentani memiliki ikan endemik yaitu ikan pelangi atau Sentani rainbowfish (Chilatherina sentaniensis). Ikan pelangi Sentani saat ini sangat sulit dijumpai.

Selain ikan pelangi ada pula ikan gabus hitam. Ikan ini disebut dengan kayou (Oxyeleotris heterodon) dalam bahasa Sentani. Menurut adat Sentani, ikan gabus hitam yang besar disebut ikan ondofolo atau kayou kahe bei bumbele ondofolo.

Ondofolo sendiri merupakan sebutan untuk pemimpin adat tertinggi Sentani. Oleh karena itu, jika ada yang mendapatkan ikan gabus hitam besar, maka wajib dipersembahkan kepada ondofolo.

Komentar kamu?