Rasa Autentik Pecel Tenan, Kuliner di Kota Malang yang Hits

Bagi kamu yang menyukai wisata kuliner dan sedang berwisata di Kota Malang, Jawa Timur, Pecel Tenan jadi pilihan terbaik

931 views
0

WartaWisata.ID – Liburan akhir tahun di Malang, tak lengkap tanpa menjajal sepincuk Pecel Tenan. Sudah sehat, rasanya juga nikmat!

Libur akhir tahun serentetan agenda liburan sudah tersusun. Pilihannya mulai dari mengunjungi objek wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah hingga wisata kuliner.

Bagi kamu yang menyukai wisata kuliner dan sedang berwisata di Kota Malang, Jawa Timur, Pecel Tenan jadi pilihan terbaik untuk memulai sarapan pagimu. Apa istimewanya?

Pecel, makanan khas jawa timuran ini memang gak bisa dipungkiri enaknya. Perpaduan aneka sayuran segar, bumbu kacang, peyek dan lauk pendampingnya. Pecel Tenan memiliki ciri khasnya tersendiri. Mulai dari rasa, pilihan sayuran, menu pendamping hingga suasana menikmati sepincuk Pecel Tenan.

Lokasi Pecel Tenan berada di belakang Area Pemandian Wendit atau tepatnya di Desa Lowoksuruh, Mangliawan, Kec. Pakis, Malang. Kesan pertama sesaat memasuki lokasi, tempatnya asri dan dirindangi aneka pohon, rumput basah, kolam ikan, teratai yang mekar di atasnya dan tanaman perduin. Sebuah tembang jawa yang mengalun melalui pengeras suara dan suara jangkrik menambah kesan.

Di depan teras rumah, tampak bakulan pecel dan seorang perempuan berbusana Jawa yang tak lain adalah si penjual sedang melayani pembeli. Beberapa di antaranya sekelompok peseda yang baru menyelesaikan satu trek.Â

Sepincuk Pecel Tenan terdiri dari nasi putih, aneka sayuran segar, bumbu kacang, peyek kacang, lauk tempe/telor dan taburan biji lamotoro muda. Pecel disajikan dalam pincuk daun dan pincuk bambu sebagai alasnya.

Sebagai pelengkap sarapan, pilihan minuman tersedia wedang sereh, kopi dan bir jawa. Pengunjung dapat menikmati pecel di kursi yang disediakan di area pekarangan atau kebun yang berada di depannya.

Padu Padan Gagasan, Makanan dan Alam

Tara, penggagas & Penjual Pecel Tenan berbagi cerita bagaimana dia & pasangannya, Gama, merintis usaha Warung Pecel Tenan. Bulan Agustus lalu, ia memulai berjualan di daerah Dinoyo, Kota Malang. “Kita lagi ngulik tanaman liar untuk memperkaya pengetahuan kita. Swadaya makanan. Kita ketemu idenya pecel.” ujarnya.

Tara pun survei ke semua warung pecel populer untuk memperkaya resepnya. Mulai dari pilihan bumbu, tekstur, varian sayur, peyek, lauk pendampingnya hingga kemasan pincuk yang dipilihnya. Tak hanya itu saja, Tara juga mempelajari pengetahuan orang yang suka makan pecel ataupun yang tidak suka.

Tak berhenti di situ saja, Tara juga mencoba mencari lokasi berjualan yang dekat dengan alam, dengan unsur penting seperti air, udara, tanah, dan angin. Suatu ketika, ia dan pasangannya jalan-jalan ke daerah pemandian Wendit.

Tanpa sengaja menemukan lokasi yang saat ini dijadikan lokasi tetap berjualan. Usut punya usut, lokasi tersebut ternyata bagian dari komplek hunian dan makam Ki Hadjar Broto Hadisoro (Eyang Soro), seorang budayawan sekaligus guru spiritual Soekarno.

“Saat melihat lokasi ini hatiku ngerasa ada yang cocok. Apa di sini saja ya? Itu yang terpikir,” ungkap Tara. Sejak berkesempatan berjualan di lokasi ini, Tara mulai menikmati orang-orang yang datang, dekat dengan alam, dan bisa berkebun kapan aja. “Jadi ibaratnya semua cita-cita aku sedikit banyak ada di sini. Ya sudah ini dijadikan pintu gerbang aku menuju ke pribadi baru.”

Menjelajahi Rasa, Menemukan Makna

Perjalanan menjelajahi rasa itulah yang kemudian membuat Tara memiliki pemaknaan baru tentang pecel. Baginya, pecel itu melambangkan Indonesia. Nasi yang berasal dari padi merupakan lambang dari kemakmuran rakyatnya, ini menandakan nasi pecel bisa dikonsumsi dan dijangkau oleh berbagai kalangan. Lalu sayuran yang bermacam-macam (baik yang dioalah maupun tidak) ditumpangkan di atas nasi, diibaratkan sebagai keanekaragaman bentuk ciptaan yang hidup selaras dalam kebersamaan dan saling melengkapi

Nutrisi dan zat-zat alami yang terkandung dalam sayuran membuat tubuh menjadi lebih tenang dan khasiat-khasiat tiap sayuran memilki dampak yang menunjang kesehatan tubuh sehingga bisa mengurangi konsumsi obat-obatan kimia. Dan terakhir adalah bumbu pecel yang merupakan kumpulan dari berbagai rasa, pedas, asam, manis, asin. Menghadirkan pecel secara kesulurahan lengkap dari segi pengalaman rasa, merangkum segala lapisan masyarakat, berbagai kalangan. Imbuhan peyek atau kerupuk pasir menjadikan hidup lebih ayem dan tenang.

Komentar kamu?