Doni Monardo : BPBD Berstandar Internasional Untuk 10 Destinasi Prioritas

Dengan BPBD berstandar internasional ini Doni berharap bisa memberikan rasa nyaman lebih kepada wisatawan. Ia juga memberikan sejumlah saran terkait rencana tata ruang wilayah kepada pemerintah daerah yang memiliki destinasi wisata.

476 views
0

WartaWisata.ID – Kepala BNPB Doni Monardo bakal meningkatkan penanggulangan dan mitigasi bencana di 10 destinasi wisata prioritas. Hal ini dilakukan demi mewujudkan rasa nyaman bagi wisatawan, serta meminimalisir dampak bencana.

“Data Kementerian Pariwisata mengatakan 40 persen wisatawan menentukan pilihan tujuan wisata adalah karena faktor keamanan. Artinya aspek keamanan ini sangat penting,” kata Doni dalam acara Kaleidoskop 2019 dan Outlook 2020 Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/12).

Dari situlah, BNPB akan bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berstandar internasional. Rencananya, pembahasan terkait BPBD berstandar internasional baru dibahas pada 3 Januari 2020.

“Karena pemerintah fokus penerimaan negara dari pariwisata, maka BNPB bersama Kemenpar menyusun sebuah konsep. Yakni BPBD akan kita dukung, kita lengkapi, dan akan kita jadikan BPBD berstandar internasional,” ungkap Doni.

Nantinya, BPBD di daerah-daerah pariwisata prioritas akan didukung langsung oleh pemerintah pusat. Dukungan tersebut antara lain berupa lembaga otonom (LO) dari BMKG, Badan SAR Nasional (Basarnas), dan unsur TNI AL dan AU, serta polisi pariwisata. Penerapan dukungan ini sudah berlaku di Bali.

Tak hanya itu, BPBD berstandar internasional juga akan difasilitasi oleh pakar kebencanaan sesuai dengan kerentanan bencana di daerah masing-masing. Misalnya, Labuan Bajo yang dekat dengan Gunung berapi Rinjani dan Tambora akan didukung oleh pakar geologi.

“Ini coba kita laksanakan, sehingga BPBD di daerah pariwisata prioritas ini mendapatkan kontribusi dari segi kelembagaan. Dari segi ESDM dan juga pakar sesuai dengan bidangnya akan kita formulasikan,” tutur Doni.

Dengan BPBD berstandar internasional ini Doni berharap bisa memberikan rasa nyaman lebih kepada wisatawan. Ia juga memberikan sejumlah saran terkait rencana tata ruang wilayah kepada pemerintah daerah yang memiliki destinasi wisata.

Misalnya, jangan membuat bangunan di kemiringan sekian karena rawan longsor. Kita tidak mau ada wisatawan yang celaka, sedang duduk di bawah tebing lalu kena batu lepas. Jangan sampai wisatawan tidak mau datang karena hal tersebut,” tutup Doni.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah menetapkan 10 destinasi wisata prioritas, yakni Danau Toba, Kepulauan Seribu, Pulau Morotai, Tanjung Kelayang, Wakatobi, Tanjung Lesung, Candi Borobudur, KEK Mandalika, Gunung Bromo, dan Labuan Bajo.

Komentar kamu?