Menelusuri Kemegahan Benteng Duurstede Tempat Wisata Sejarah

Telah ratusan tahun berlalu, benteng yang luas ini masih terasa kemegahannya. Sampai saat ini, benteng yang sangat strategis karena menghadap tepat ke arah laut dan dilindungi oleh pegunungan ini relatif utuh.

758 views
0

WartaWisata.ID – Benteng Duurstede di Pulau Saparua, Maluku memang masih menyisakan kemegahannya. Sebagai destinasi wisata sejarah, masih banyak yang bisa kita saksikan di benteng yang awalnya dibangun oleh Portugis, kemudian direbut oleh Belanda dan dibangun kembali oleh Gubernur Ambon Mr. Nicolaas Schaghen pada tahun 1691.

Di depan benteng kita disambut oleh puluhan anak tangga untuk naik ke gerbang benteng ini. Sebab Benteng Duurstede dibangun di atas bukit batu karang. Posisinya memang terbilang tinggi, sehingga dapat memantau jauh akan ancaman dari laut. Maklum pada masa kejayaan perdagangan rempah, pulau kaya komoditas, seperti Saparua jadi incaran banyak pihak.

Telah ratusan tahun berlalu, benteng yang luas ini masih terasa kemegahannya. Sampai saat ini, benteng yang sangat strategis karena menghadap tepat ke arah laut dan dilindungi oleh pegunungan ini relatif utuh.

Menara batu tempat mengintai musuh dari laut juga masih tegap. Tak ketinggalan jajaran meriam sebagai senjata andalan untuk melindungi benteng dan menghalau musuh. Meriam-meriam tersebut masih tertata apik di tempatnya. Dua pos komando pun masih gagah di sudutnya.

Selain itu beberapa bangunan kokoh lainnya juga masih ada, sesuai fungsi benteng ini pada masa itu, yaitu penjara tawanan, kantor VOC, dan gudang rempah. Penjara tawanan yang terbuat dari batu berada di sisi kantor VOC, nampak angker.

Suasananya sangat gelap, lembab dan sempit. Berukuran kecil, dengan pintu yang pendek sekitar 1.3 meter, sehingga siapapun harus sedikit membungkuk untuk masuk ke dalamnya. Sedangkan gudang rempah merupakan bangunan 10 x 5 meter yang dindingnya terbuat dari kayu.

Sayang bangunan barak-barak para prajurit sudah roboh, namun sisa-sisa bangunannya masih ada. Sedangkan bangunan lainnya justru lebih tidak beruntung karena sudah hancur. Yaitu dapur masak, toilet, dan bunker prajurit.

Komentar kamu?