Gua Maria yang Kami Rekomendasikan Untuk Liburan Natal

Bagi kamu umat Kristiani, tak ada salahnya mengisi liburan Natal dengan berwisata religi sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Pencipta.

736 views
0

WartaWisata.ID – Liburan tak harus melulu pergi ke tempat wisata yang tengah tren atau instagramable. Sejatinya kamu juga bisa mengisi waktu liburanmu dengan mendekatkan diri kepada Tuhan atau yang dikenal dengan istilah wisata rohani atau wisata religi.

Terlebih, hari Natal sudah semakin dekat. Bagi kamu umat Kristiani, tak ada salahnya mengisi liburan Natal dengan berwisata religi sebagai bentuk ucapan syukur kepada Sang Pencipta.

Suasananya yang teduh dan terasa damai dilengkapi dengan lingkungan yang dijaga keasriannya dijamin akan membuat kamu beserta keluarga bisa lebih khusyuk berdoa.

Nah, bagi kamu yang merencanakan bertandang ke Gua Maria saat libur Natal nanti, berikut Gua Maria yang paling populer dikunjungi umat Kristiani. Simak ya!

Gua Maria Lourdes

Salah satu destinasi wisata religi yang cukup favorit adalah Gua Maria. Lokasi wisata religi yang satu ini memang jadi pilihan untuk melakukan napak tilas rohani bagi umat Kristiani. Di Indonesia sendiri, ada banyak Gua Maria yang tersebar di berbagai daerah.

Gua Maria Lourdes terletak di Gereja Katedral, Jakarta Pusat atau yang punya nama resmi Gereja Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga (De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming).

Gua Maria ini merupakan gua buatan yang dibuat menyerupai Gua Massabielle di Lourdes, Perancis, tempat Bunda Maria menampakkan dirinya. Konon, di bawah patung Bunda Maria di gua ini terdapat sebuah batu asli yang berasal dari Lourdes.

Gua Maria ini dikelilingi oleh dedaunan nan rimbun yang asri. Jemaat bisa datang berdoa ke Gua Maria Lourdes selepas mengikuti misa di Katedral.

Gua Maria Kaliori

Sama seperti namanya, Gua Maria ini terletak di Kaliori, Purwokerto, Banyumas. Gua Maria yang dibangun pada 15 Agustus 1989 ini berada di bawah naungan Keuskupan Agung Purwokerto.

Patung Bunda Maria di sini juga pernah diberkati oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II. Tak hanya itu saja, Paus Yohanes Paulus II juga menandatangani prasasti yang ada di tempat ini.

Gua Maria Sendang Sriningsih

Gua Maria Sendang Sriningsih berada di Dusun Jali, Desa Gayamharjo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Selain terdapat Gua Maria, lokasi ini juga populer digunakan sebagai rute untuk Jalan Salib yang memiliki anak tangga sepanjang 900 meter.

Selain Jalan Salib, Sendang Sriningsih juga terkenal dengan air sucinya yang konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Gua Maria Kerep

Lokasi wisata religi terletak di Paroki St. Yusuf, Ambarawa, Jawa Tengah. Jaraknya yang cukup jauh dari jalan raya, membuat daerah ini cukup tenang sehingga cocok untuk berdoa, berziarah, dan menenangkan diri.

Di tempat ini terdapat Patung Bunda Maria Assumpta dibangun dengan sangat megah dengan nuansa putih emas dan biru. Patung Bunda Maria tersebut memiliki tinggi 23 meter dengan penopang 19 meter.

Jika ditotal, tingginya sekitar 42 meter. Katanya, patung Bunda Maria Assumpta ini diklaim sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara, lho.

Gua Maria Sendang Ratu Kenya

Gua Maria ini juga disebut sebagai Gua Hati Ibu Yang Bahagia. Terletak di Paroki St. Ignatius, Danan, Giriwoyo, Wonogiri, Gua Maria ini memiliki makna sumber air yang melambangkan rahmat Tuhan yang dialirkan oleh Ratu Kenya (Bunda Maria).

Untuk membuat peziarah merasa lebih nyaman, gua ini pun dipugar tahun 1996. Kini Gua Maria ini memiliki berbagai sarana yang memadai, misalnya kapel sampai penginapan.

Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus

Gereja ini terletak di desa Ganjuran, Bantul, Yogyakarta. Di dalam kawasan gerejanya terdapat sebuah candi, pastoran dan sebuah gereja bergaya Joglo dan memiliki ukiran gaya Jawa dengan nuansa hijau dan emas. Altarnya pun dihiasi dengan malaikat yang berbusana wayang.

Gereja ini dibangun pada tanggal 16 April 1924. Tiga tahun kemudian, masyarakat membangun candi setinggi 10 meter. Di bulan Mei 2006, gereja ini sempat hancur karena gempa bumi hebat. Namun, gereja ini dibangun ulang dengan nuansa Jawa yang tak kalah kental dengan gereja yang lama. Dalam lingkungan gereja juga terdapat sebuah aliran mata air yang dianggap suci dan bisa menyembuhkan penyakit.

Komentar kamu?