Melihat Lebih Dalam Tempat Wisata Gua Batu Hapu

Pesona Gua Batu Hapu, tempat wisata yang jarang terdengar ini nyatanya patut kamu kunjungi ketika berada di Tapin Kalimantan Selatan

105 views
0

WartaWisata.ID – Salah satu pesona alam yang dimiliki Kalimantan Selatan adalah gua alami di Desa Batu Hapu, Kecamatan Hatungun, Tapin, Kalimantan Selatan. Di baliknya ada pula legenda yang mirip kisah Malin Kundang di Sumatera Barat.

Gua Batu Hapu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang suka berpetualan dalam mencari spot-spot indah. Salah satunya adalah karena stalaktit dan stalagmit yang ada di dalamnya.

Selain itu, asal-usul Gua Batu Hapu juga menjadi daya tarik lainnya. Diselubungi misteri dan mitos, ada legenda anak durhaka yang melekat pada tempat wisata alam ini.

Konon, Gua Batu Hapu terbentuk dari pecahan kapal milik seorang anak bernama Angui yang durhaka kepada ibu kandungnya, Nini Kudampa, sampai-sampai dikutuk jadi batu.

Dikisahkan, pada zaman dahulu kala Angui hidup dalam kemiskinan bersama ibunya. Tapi Angui, yang juga punya paras tampan, lantas berhasil jadi kaya-raya di perantauan.

Nah, pada satu waktu Angui kembali ke kampung halaman. Di sana ia tak mau mengakui ibu kandungnya, sampai-sampai Nini Kudampa yang geram pun melontarkan kutukan. Konon katanya, topan besar lantas datang untuk menghempaskan kapal Angui. Segenap isinya pun terdampar di antara Tambarangan dan Lawahan. Pecahan kapal dan seisinya itulah yang sekarang disebut menjadi Gua Batu Hapu.

Traveler yang hendak menuju Gua Batu Hapu bisa menempuh jarak 43 km dari Kota Rantau dan 154 km dari Kota Banjarmasin. Saat ini tempat itu merupakan destinasi wisata yang sayang dilewatkan ketika berkunjung ke Bumi Pangeran Antasari, Kalimantan Selatan.

Keindahan Gua Batu Hapu sendiri sangat menarik untuk ditelusuri. Berada di tengah-tengah pegunungan menjadikan suasana di sekitar gua terasa sejuk dan teduh. Padahal untuk mencapai gua ini butuh perjuangan tersendiri. Untuk tiba di lokasi utama gua, yang berada di tengah-tengah bukit, traveler mesti berjalan kaki menaiki puluhan anak tangga.

Memasuki gua ini, pengunjung seperti dibawa ke peradaban masa lampau. Bebatuan runcing langsung menyambut di mulut gua, menciptakan sebuah suasana yang berbeda dari yang lain. Sedikit menyeramkan karena gelap, tapi ketika sinar matahari menyeruak masuk ke dalam gua, pengunjung bakal takjub dengan hiasan stalagmit dan stalaktit di dalamnya.

Itulah salah satu pikat Gua Batu Hapu. Salah satu yang kepincut adalah delegasi wisata Eropa, yang baru-baru ini datang untuk berburu foto ekslusif di sana. Pujian dan apresiasi pun dilontarkan.

Mereka mengungkapkan kekagumannya terhadap salah satu wisata lama yang masih menyimpan pesona alam penuh petualangan. Goa Batu Hapu merupakan sebuah goa karst yang luas dengan mulut goa yang besar.

Ada pula wisatawan Belanda, yang mengaku takjub melihat dari dekat susunan batu kapur alami berbentuk kerucut yang berdiri tegak di lantai gua (stalakmit) dan batangan kapur yang terdapat pada langit-langit goa dengan ujung meruncing ke bawah (stalaktit). Dari langit-langit gua yang berlubang, cahaya matahari menembus masuk dan jadi spot foto menarik.

Satu hal yang bikin miris di Gua Batu Hapu adalah masih adanya sejumlah aksi vandalisme terhadap beberapa batu dan fasilitas lain di sekitar lokasi. Selain itu, sejak di Kota Binuang, Tapin papan arah penunjuk jalan menuju lokasi ini juga tidak terlihat sehingga bisa bikin kebingungan wisatawan yang baru pertama kali menuju objek wisata tersebut.

Komentar kamu?