Mengenal Sejarah Klenteng Abad ke-17

Namanya klenteng Tjo Soe Kong di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Nama lain klenteng ini, klenteng Tanjung Kait, atau Rong Jia Yi Da Bo Gong Miao

116 views
0

WartaWisata.ID – Di destinasi wisata pantai Tanjung Kait, ternyata berdiri sebuah klenteng berusia ratusan tahun. Klenteng ini cukup unik dan tentunya menyimpan banyak kisah masa lampau, cocok dikunjungi oleh kalian yang menyukai wisata sejarah.

Namanya klenteng Tjo Soe Kong di Kampung Tanjung Kait, Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. Nama lain klenteng ini, klenteng Tanjung Kait, atau Rong Jia Yi Da Bo Gong Miao

Dari buku saku yang diterbitkan klenteng, konon dibangun pada akhir abad ke-17. Namun angka tahun pastinya memang tidak diketahui. Sementara kesaksian Andries Teisseire, seorang pelaut Barat, menyatakan tahun 1792 klenteng ini sudah ada. Maka dari itu pihak pengelola klenteng yakin kalau klenteng ini sudah berdiri sekitar 3 abad yang lalu.

Fakta lainnya bisa dilacak dari benda-benda di klenteng yang berangka tahun. Sepasang patung singa di depan klenteng sumbangan Zhang De Hai berangka tahun 1832-1833. Tempat pembakaran kertas doa dan pengharapan (lian) di kanan bangunan utama dibangun 1873. Sementara Lian yang berdiri di sebelah kiri berangka tahun 1868.

Untuk mengenang peristiwa ini, muncul lagu gambang kromong berjudul, ”Keramat Karam” yang masih sering dimainkan sampai sekarang. Sementara itu ada legenda yang menyebutkan bahwa saat kejadian, banyak orang yang berkumpul di dalam klenteng Tjo Soe Kong selamat lantaran secara ajaib klenteng ini tidak terendam air seperti di wilayah-wilayah sekitarnya.

Klenteng Tjo Soe Kong juga jadi saksi hilangnya sebuah kota. Selain kebun tebu, di sekitar bibir Pantai Tanjung Kait ini juga dulunya terdapat kota kecil bernama “Tuasiah”. Namun, kota ini sekarang sudah tidak ada akibat tergerus abrasi yang sudah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu.

Komentar kamu?