Sensasi Sunset di Istana Megah Atas Bukit

Situs ini memiliki beberapa bangunan yang terdiri dari 2 gerbang di bagian luar dan dalam, candi batu kapur, kuil pembakaran, paseban atau singgasana tempat bertemunya Raja dengan tamu, pendapa atau tempat istirahat para tamu-tamu Raja, keputren atau tempat putri raja dan juga terdapat gua.

120 views
0

WartaWisata.ID – Candi Ratu Boko merupakan situs purbakala yang diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-8 dan dibangun oleh Dinasti Syailendra (Buddha) namun kemudian dikuasai oleh Raja-Raja Hindu Mataram.

Itulah sebabnya perpaduan antara kebudayaan Budha dan Hindu dapat ditemukan di situs ini. Bila dilihat dari segi arsitektur, bangunan Candi Ratu Boko sebenarnya bukanlah candi, melainkan istana yang telah runtuh dan menyisakan puing-puingnya saja. Dalam bahasa jawa Ratu Boko berarti Raja Bangau yang merupakan ayah dari Rara Jonggrang.

Situs ini memiliki beberapa bangunan yang terdiri dari 2 gerbang di bagian luar dan dalam, candi batu kapur, kuil pembakaran, paseban atau singgasana tempat bertemunya Raja dengan tamu, pendapa atau tempat istirahat para tamu-tamu Raja, keputren atau tempat putri raja dan juga terdapat gua.

Waktu yang tepat untuk mendatangi Candi Ratu Boko adalah sore hari, karena kita bisa menikmati suasana sunset yang indah dari ketinggian candi ini. Tempat ini juga seringkali dijadikan lokasi syuting beberapa acara televisi, sehingga wajar apabila pada akhir pekan atau musim liburan akan banyak dikunjungi oleh para wisatawan.

Untuk memasuki area wisata di Candi Ratu Boko kita diwajibkan membayar tiket masuk dewasa, Rp40.000 untuk dewasa dan Rp20.000 untuk anak-anak. Sedangkan untuk parkir roda dua Rp2.000 untuk motor dan mobil Rp5.000.

Secara administratif, situs Candi Ratu Boko berada di wilayah dua Dukuh, yakni Dukuh Dawung, Desa Bokoharjo dan Dukuh Sumberwatu, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Komentar kamu?