Mengenal Tradisi Mandikan Benda Pusaka, Kab Ciamis

Jamasan Pusaka merupakan sebuah ritual membersihkan benda pusaka peninggalan jaman dulu dan dianggap memiliki nilai sejarah.

131 views
0

WartaWisata.ID – Pada bulan Rabiul Awal atau Maulud di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat terdapat tradisi Jamasan Pusaka di Museum Galuh Pakuan Ciamis. Seperti apa tradisinya?

Jamasan Pusaka merupakan sebuah ritual membersihkan benda pusaka peninggalan jaman dulu dan dianggap memiliki nilai sejarah. Benda seperti keris, pedang, tombak ini tersimpan di museum yang terletak di Pendopo Selagangga Jalan KH Ahmad Dahlan Ciamis.

Prosesi diawali mengeluarkan benda pusaka peninggalan kerjaan galuh dan keadipatian galuh dari museum. Benda pusaka tersebut sebelumnya telah dibawa ke situs makam Jambansari (RAA Koeseomadiningrat) yang merupakan Bupati Galuh.

Kemudian para petugas Jamasan melakukan tugasnya membersihkan benda pusaka tersebut. Air yang digunakan untuk membersihkan menggunakan 7 mata air, antara lain Jambansari, Karangkamulyan, Imbanagara, Cimaragas, Nagaratengah, Cineam dan Tasikmalaya. Juga ditaburi tujuh jenis bunga.

Benda pusaka tersebut dimasukan ke dalam air dalam wadah kayu. Lalu digosok menggunakan jeruk nipis, kemudian dikeringkan menggunakan lap kering lalu diberi minyak wangi dan dimasukan kembali ke serangkanya.

Tradisi ini tujuannya untuk menjaga kondisi benda pusaka yang sudah berumur ratusan tahun itu, agar tidak rusak dimakan usia. Tujuan dari Jamasan ini untuk merawat, menjaga benda pusaka bersejarah ini supaya tidak rusak dan hilang dimakan zaman.

Tradisi ini untuk melestarikan peninggalan zaman dulu. Benda pusaka ini dianggap menyimpan sejarah dan kebanggaan warga tatar galuh. “Jadi anak cucu kita nanti masih bisa mengetahui sejarah kerajaan galuh,

Kegiatan ini bukan hanya tradisi seremonial. Namun memiliki filosifi membersihkan diri yakni dengan berdoa dan mendekatkan diri dengan sang pencipta, sekaligus memperingati Maulid Nabi.

Benda pusaka berasal dari para keturunan yang sengaja disimpan, tradisi ini juga sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi antar keturunan Kerjaan galuh dan masyarakat.

Komentar kamu?