Green Canyonnya Kampar, Sungai Gumalo

Sungai Gulamo terletak di kawasan PLTA Koto Panjang dengan bantaran sungai yang jernih dengan tebing terjel berupa cukang teneuh yang menjadikannya mirip dengan Gren Canyon di Sungai Colorado Amerika Serikat.

76 views
0

WartaWisata.ID – Bagi wisatawan yang sudah pernah berkunjung ke Sungai Gulamo di Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, tentu akan berniat kembali mengunjungi objek wisata alam yang luar biasa mempesona itu.

Bagaimana tidak, pesona Sungai Gulamo bak ‘Green Canyon. Alamnya sangat memukau, dilingkupi dengan pohon-pohon besar dan rindang, air sungai yang bewarna hijau terang, dan dikelilingi tebing-tebing batu kiri kanan yang tinggi. Terdapat dua buah air terjun yang indah di sepanjang aliran Sungai Gulamo membuat setiap orang yang mengunjunginya berdecak kagum.

Kabupaten Kampar dijuluki negeri seribu air terjun memang sangat banyak memiliki potensi wisata alam menarik dan belum banyak diketahui masyarakat umum. Untuk ke tempat ini, wisatawan bisa menempuh perjalanan dari Kota Pekanbaru menuju jembatan 1 di Desa Tanjung Alai. Waktu tempuhny 2 jam perjalanan.

Di sini pengunjung yang datang dapat melihat indahnya pemandangan hijaunya bantaran Sungai Gulamo yang membelah ngarai dan tebing terjal menyerupai Cukang Teneuh, berarti “jembatan tanah” atau Green Canyon di Jawa Barat. Hampir juga menyerupai dengan Grand Canyon Sungai Colorado di utara Arizona Amerika Serikat.

Selanjutnya dari jembatan 1 perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu motor kayu dengan tarif Rp 500 ribu (pulang-pergi) selama satu hari lengkap dengan baju pelampung. Dirinya sekaligus menjadi juru mudi.

Penyewa sampan di kawasan wisata saat itu tercatat 10 orang. Dia menawarkan jasa untuk mengantarkan wisatawan sekali muat sebanyak maksimal delapan orang.

Air sungai yang semakin jernih membuat pengunjung dapat melihat pasir-pasir putih yang ada di dasar sungai. Bagi yang ingin berenang silakan menceburkan diri.

Sungai Gulamo menjadi ikon wisata Riau selain Ulu Kasok yang disebut sebagai Raja Ampat-nya Riau.

Saat ini Pemerintah Provinsi Riau memang sedang mempromosikan kawasannya sebagai destinasi wisata, sehingga masyarakat sekitar bisa menghidupi dirinya selain dari minyak bumi dan ladang sawit yang mengganggu keseimbangan lingkungan.

Tidak hanya menjadi daya tarik bagi wisatawan, Sungai Gulamo dan Ulu Kasok juga menjadi lokasi penelitian, salah satunya yang sering dilakukan oleh Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

IAGI Riau kemudian menjadikannya sebagai Taman Geo Wisata Riau.

Irdaz menyebutkan, timnya sudah mengunjungi dua tempat wisata alam tersebut dan membuat para ahli geologi tergabung dalam IAGI makin tertarik. Jika telah menjadi taman geo wisata, para pengunjung dan wisatawan yang datang ke Puncak Ulu Kasok dan Sungai Gulamo tidak hanya disuguhkan sebuah pemandangan indah semata juga udara yang masih segar karena hutannya masih ‘perawan’.

“Tim IAGI juga akan memberikan edukasi kepada para pengunjung mengenai asal muasal dan penyebab geologis pada dua tempat wisata tersebut. Tim ahli geologi dari mahasiswa UIR dan juga IAGI Riau melakukan penelitian di dua lokasi tersebut,” katanya.

Komentar kamu?