Bermesraan dengan Alam Lembang, Jomblo jangan Baper Baca ini ! part 2.

Sejak pagi Saya sudah berada di kawasan Lembang, cuaca masih dalam keadaan bersahabat meskipun matahari sudah menunjukkan taringnya

78 views
0

CERITAMU – Sejak pagi Saya sudah berada di kawasan Lembang, cuaca masih dalam keadaan bersahabat meskipun matahari sudah menunjukkan taringnya di area sekitaran tempat Wisata Keluarga Farmhouse, mungkin karena dataran tinggi, angin-angin sepoi menemani perjalanan menuju lokasi selanjutnya, Tangkuban Perahu.

Perjalanan menuju Kawasan Tangkuban Perahu menggunakan kendaraan bermotor roda dua sepertinya memiliki sensasi tersendiri, dalam kurun waktu kurang dari satu jam (40-50 menit) dari Farmhouse saya sampai ke Pintu Masuk Tangkuban Perahu.

Bertemu dengan petugas dan membayar harga Tiket Masuk sebesar 79 ribu rupiah (Tiket masuk 30rb/orang + Karcis Motor sebesar 17rb + Penataan Parkir 2rb), dari Pintu masuk pembayaran ternyata masih lumayan jauh lagi, dibutuhkan waktu sekitar 10 menitan untuk benar-benar sampai ke titik Lokasi Tangkuban Perahu.

Hal yang akan Sobat rasakan pertama kali sepanjang perjalanan menggunakan kendaraan roda dua ini adalah jari-jari yang mulai mengkerut bila tidak menggunakan Sarung Tangan (sepertinya sangat disarankan untuk memakai sarung tangan), bahkan saya yang memakai 3 lapis pakaian (kaos dalam, kaos dan jaket) masih bisa merasakan hawa dingin disini, padahal matahari masih menyapa kita dengan tegas namun sopan (maksudnya apa coba, hehehe).

Setiba di titik lokasi kita mencari lokasi parkir, dan ketika parkir kita harus membayar kembali sebesar 5rb rupiah. sepertinya membayar Parkiran motor didepan seharga 5rb rupiah adalah hal yang akan kita temui diberbagai tempat objek wisata di sekitaran Bandung ini.

Setelah memarkirkan motor, Saya melihat sudah mulai ramai pengunjung disana, beberapa titik tertutupi dengan kabut, sepertinya untuk mencari spot yang menarik untuk berfoto-foto di Tangkuban Perahu kita harus sedikit bersabar menunggu kabut dan melakukan gerilya mencari titik-titik tertentu yang tidak tertutupi kabut.

Hal yang saya rasakan pertama kali di Tangkuban Perahu ini adalah cuaca dingin yang membangkitkan selera makan (maklum sudah jam 12 siang, ditambah lagi cuacanya dingin, mantaps sudah). Kebetulan rekan yang diajak berkendaraan pun sepertinya memiliki perasaan yang sama.

Dia berinisiatif membeli gorengan di salah satu titik lokasi, harganya Fantastis, untuk lokasi Wisata Pegunungan, dengan harga gorengan sebesar 10rb saja kita bisa mendapatkan banyak gorengan dalam ukuran lumayan besar, sepertinya untuk yang inisiatif jalan-jalan hanya fokus untuk menikmati pemandangan saja atau sedang mencari ketenangan bathin dari hiruk piruk suasana kota, lokasi Tangkuban Perahu ini lumayan tepat karena tidak memiliki beban biaya besar untuk urusan mencari Konsumsi baik makanan maupun minuman, bahkan kopi hitam pun dibanderol 6ribu rupiah saja.

(Dalam hal gorengan saya tidak ada analisa berapa kali pakai minyak goreng itu, but you know lah abang-abang gorengan seperti apa)

Selain harga cemilan yang sesuai dengan isi kantong, menurut Saya ada beberapa hal yang menarik untuk diceritakan di Lokasi Wisata Tangkuban Perahu ini :

1. Pusat Oleh-oleh Sepi, Harga bisa di tawar

Entah karena memang belum ada yang ingin belanja atau apa, dengan jumlah pengunjung yang lumayan ramai ketika saya kesana, ditambah tanggal Muda pula, idealnya lokasi Pusat Oleh-oleh ini seharusnya menjadi tempat yang ramai untuk dikunjungi, seperti halnya ketika saya ke Farmhouse (wuih ramai pisan pengunjung di tempat oleh-olehnya), namun dunia berkata beda di pusat oleh-oleh yang ada di tangkuban perahu, SEPI BENER, pedagang pun seperti tidak memiliki BARGAINING POWER terhadap barang dagangannya, sangking sepinya, menurut saya para pedagang ini bahkan menurunkan harga ketika tawar menawar seperti asal laku syukur.

Menurut pemikiran Saya, titik lokasi pusat oleh-oleh yang terlalu kedalam dan menurun, agak sedikit jalan menjauh dari spot-spot yang dikunjungi oleh para wisatawan, membuat pusat oleh-oleh ini seperti tidak terlalu terlihat, ditambah lagi suasana pusat oleh-oleh yang seperti kurang Hidup (Tidak ada lagu-lagu dan lampu-lampu gemerlapnya sebagai aji penarik pengunjung tidak ada di lokasi ini, ukuran kios kecil-kecil pula), Alhasil membuat para pengunjung sepertinya memilih untuk berfoto-foto ria saja di beberapa spot yang instagrammable.

2. Penjual Keliling mau bantu-bantu Foto 

Di lokasi wisata ini Sobat akan menemui berbagai pedagang keliling yang membawa barang dagangannya dan langsung menemui kita untuk menawarkan barang-barang dagangannya, namun ga usah khawatir, umumnya mereka ramah-ramah kok, kita bisa menolak dengan halus bila barang yang ditawarkan bukanlah barang yang kita kehendaki untuk oleh-oleh.

Uniknya mereka umumnya mau membantu kita bila kita sedang berusaha untuk selfie, tak segan-segan mereka menginformasikan beberapa titik spot wisata yang bagus untuk berfoto dan mau membantu kita menjadi juru foto nya, Saran untuk Sobat, bila ada yang menawarkan membantu foto terima saja, setelah berfoto-foto berikan saja uang seikhlasnya.

Mungkin bagi para pedagang selain menjual barang dagangan mereka juga bisa jual jasa juru foto hanya sekedar untuk mendapatkan nafkah untuk dirinya dan keluarganya juga dirumah. (Hidup saling bantulah kita, toh sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain, betul kaga sobat ?)

3. Spot-spot Instagramable Banyak

Disini lah titik serunya berburu Spot foto, sebenarnya ada banyak spot menarik, namun kita perlu perjuangan sobat, yang pertama menaiki tangga-tangga untuk bisa mencapai titik lokasi yang kita inginkan, dan yang kedua adalah kadang harus menunggu kabut hilang terlebih dahulu. Saran hindari pergi sore menjelang malam, kemungkinan besar akan ada banyak spot yang lama tertutup kabut, hal ini tentu saja akan menyulitkan kita untuk berburu foto di spot-spot tersebut. Spot-spot wisatanya bener-bener mirip seperti wisata favorit keluar negeri , ga percaya ? coba aja dateng kemare dan lihat sendiri ya Sobat

4.Terdapat Pusat Informasi terkait Tangkuban Perahu

Mau tahu lebih dalam mengenai Tangkuban Perahu, tidak usah khawatir, ada pusat informasi mengenai Destinasi wisata ini. Di pusat informasi ini kita akan mendapatkan berbaga macam informasi, seperti : Detail Maps Tangkuban Perahu, Nama-nama kawah beserta foto-fotonya, Kawah Upas, Kawah Baru, Kawah Ratu, Kawah Domas, Cerita Sejarah Gn Tangkuban Perahu pun bisa kita dapatkan di Pusat Informasi ini.

5. Disaat yang tepat, ada titik lokasi yang dapat menenangkan hati

Ingin sekedar menenangkan diri dari pusat keramaian ? nah disinilah kelebihan dari lokasi destinasi wisata ini, ada Mesjid untuk Berdizikir disana, ada juga tempat untuk sekedar menyendiri, menaiki beberapa tangga terlebih dahulu, sambil ngemil jagung bakar dan melihat pemandangan, asli nikmat bener sobat wisata. Buat kamu yang jalan cuma sendirian atau jalan sama rekan, harap juga untuk bersabar, dikarenakan banyak pengunjung yang jalan dengan pasangannya, mereka asik saling curhat atau sekedar berfoto-foto ria disana.

6. Air dan Cuaca Dingin akan menjadi Sahabat Dekat Kulit kita

Suasana yang dingin tentu saja akan sering bersinggungan dengan kulit kita, ditambah bila kita berwudhu atau hanya sekedar ke Toilet (bayar 2rb), airnya dingin sekali sobat. sekali lagi , sangat disarankan bila sobat tidak tahan dengan cuaca dingin, sebaiknya bawa outwear tambahan yang tebal yah, jangan lupa sarung tangan dan topi yang bisa menutupi hingga telinga.

7. Perjalanan Pulang Tertutup Kabut

Melihat cuaca sepertinya akan turun hujan, dan kabut sudah mulai menutupi sebagian spot wisata, maka Saya memutuskan untuk kembali ke Kota Bandung, sepanjang perjalanan menurun, sebagian besar jalan sudah tertutup oleh kabut, padahal waktu perjalanan pulang baru sekitar jam tiga sore, mungkin dikarenakan sedang dalam musim hujan.

Sepanjang jalan Saya merenung, dan mungkin para sobat pun bertanya-tanya, ini jalan cerita travelling keluar kota hubungannya sama Jomblo apaan ? ini kan sebagai Informasi Wisata Indonesia saja ? Bisa dibilang seh hampir ga ada hubungannya..

Yuk cari Trip Murah melalui Pandu Asia

Komentar kamu?