Intip Fakta Menarik Rumah Panggung Belitung

Orang Belitung biasa menyebut rumah adat mereka dengan sebutan Rumah Panggong, karena memang rumahnya berupa rumah panggung.

99 views
0

WartaWisata.ID – Belitung tidak hanya menawarkan keindahan pantai dan batu granit. Bagi penikmat wisata sejarah dan budaya, wisata ke rumah adat Belitung merupakan alternatif yang wajib dicoba. Orang Belitung biasa menyebut rumah adat mereka dengan sebutan Rumah Panggong, karena memang rumahnya berupa rumah panggung.

Ada beberapa hal yang menarik terkait dengan Rumah Panggong khas masyarakat Belitung.

Ayo, kenali dulu sebelum kalian meluncur ke lokasi aslinya.

Kental Unsur Budaya Melayu

Melihat rumah adat Belitung sangat kental dengan arsitektur rumah dan aliran budaya Melayu yang biasa kita temukan di daerah-daerah sepanjang pesisir Sumatera dan Malaka. Seperti rumah khas melayu pada umumnya, rumah adat Belitung ada tiga tipe. Yaitu Arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubung Panjang dan Melayu Bubung Limas.

Rumah Melayu Awal berupa rumah panggung kayu dengan material seperti kayu, bambu, rotan, akar pohon, daun-daun atau alang-alang yang tumbuh dan mudah diperoleh di sekitar pemukiman. Rumah adat Belitung ini berbentuk limas, dahulu rumah limas merupakan kebanggaan pemiliknya. Dari bentuk rumahnya, orang bisa tahu siapa pemilik rumah tersebut.

Jumlah Anak Tangga, Bedakan Bangsawan atau Rakyat Biasa

Ada perbedaan Rumah Panggong milik seorang bangsawan atau yang dimiliki para pejabat zaman dahulu dengan penduduk biasa. Perbedaannya dengan rumah penduduk biasa, rumah bangsawan memiliki lima ruangan. Sedangkan rumah rakyat biasa hanya memiliki empat ruangan.

Tidak hanya itu, ternyata dari sisi jumlah anak tangga juga berbeda antara bangsawan atau penduduk biasa. Di Belitung sendiri, jumlah anak tangga rumah haruslah ganjil. Untuk bangsawan lebih dari tiga anak tangga, tapi rakyat biasa hanya diperbolehkan memiliki tiga anak tangga.

Hanya Tamu Laki-laki, Bisa Diterima di Teras

Di rumah Panggong hanya tamu laki-laki yang bisa diterima di teras, sedangkan perempuan harus langsung masuk ke bagian tengah dan bisa ke dapur. Untuk laki-laki hanya sebatas sampai teras rumah.

Tidak Ada Sekat Ruangan

Ruang utama dalam rumah-rumah di Belitung biasa dijadikan sebagai tempat dilakukannya semua kegiatan keluarga, seperti kumpul-kumpul keluarga maupun untuk mengaji. Konsep rumah adat Belitung yang terbuka menjadikan rumah ini terlihat begitu lapang tanpa ada sekat-sekat di dalamnya. Orang tua dan anak tidur bersama di ruangan tersebut menggunakan kasur tipis atau tikar.

Pondasi Batu Granit

Jika di wilayah lain di Indonesia, batu granit digunakan sebagai dinding atau lantai rumah. Di Belitung batu granit dijadikan sebagai fondasi rumah. Pemakaian batu granit, dikarenakan pulau ini menyimpan banyak batu granit, sehingga mudah didapat serta batu granit juga terkenal kuat. Maka rumah kayu ditopang menjadi lebih kuat.

Selain fondasi, semuanya terbuat dari kayu, mulai lantai menggunakan kayu ulin, tiang penyangga dari kayu nyatoh, sedangkan atap menggunakan kayu medang dan seru. Kayu nyatoh terkenal salah satu kayu yang berkualitas di Bangka Belitung.

Untuk melihat secara langsung bentuk rumah adat Belitung, kita bisa mengunjungi Rumah adat Belitung ini terletak di Kota Tanjung Pandan. Tepatnya di Jalan Ahmad Yani, persis di samping Kantor Bupati Belitung.

Komentar kamu?