Ajang Festival di Bandung : West Java Festival & Kickfest XIII 2019

Selepas mengakhiri pekerjaan hari ini, sekitar pukul 14.30 saya berangkat dari Kantor Cabang menuju Hotel Ilos yang berada di jalan Pasteur, sepanjang perjalanan saya melewati Gedung Sate, dan sekilas saya melihat seperti ada acara di tempat tersebut, dan betul saja, ketika search di smartphone diperjalanan, ternyata terdapat ajang West Java Festival Fair 2019.

189 views
0

CERITAMU – Rencananya hari ini di tanggal 2 November 2019 adalah hari terakhir di Kota Bandung, namun apa daya aktifitas pekerjaan menuntut waktu lebih lama dari yang diperkirakan, Analisa data inventory dan sales report cabang beserta strategi di tahun 2020 perlu direview secara mendalam, alhasil pagi ini yang sudah check out dari favehotel yang berlokasi di Braga, mau tidak mau harus mencari Hotel kembali untuk menginap kembali di Kota Bandung selama beberapa hari kedepan.

Mengingat sudah beberapa hari ini saya menginap sekitaran Braga, dengan berbagai Pesona Nuansa Eropa Braga, kali ini saya memutuskan untuk mencari penginapan yang berada di lokasi Jalan Pasteur, melalui applikasi Agoda.com saya mendapatkan Hotel Ilos , yang berlokasi tidak jauh dari BTC Fashion Mall Kota Bandung, harga hotel ini cukup murah dan lagi-lagi Agoda.com ini memberikan diskon sebesar 5%, sehingga saya mendapatkan harga permalamnya sebesar 340rb/malam (include sarapan).

Selepas mengakhiri pekerjaan hari ini, sekitar pukul 14.30 saya berangkat dari Kantor Cabang menuju Hotel Ilos yang berada di jalan Pasteur, sepanjang perjalanan saya melewati Gedung Sate, dan sekilas saya melihat seperti ada acara di tempat tersebut, dan betul saja, ketika search di smartphone diperjalanan, ternyata terdapat ajang West Java Festival Fair 2019.

Setiba di Hotel Ilos, saya melihat suasana hotel ini cukup Asri, dengan harga yang relatif Murah, Hotel ini tergolong cukup asri meskipun tidak terlalu besar, di samping resepsionis disediakan semacam minuman Jahe dengan parutan Kelapa, rasanya enak bener, saran saya bila mengunjungi Hotel Ilos ini, wajib di coba minuman Welcome Drink nya ya sobat wisata.

Setelah meletakkan Pakaian dan Notebook di kamar, saya pun langsung bergegas menuju West Java Festival Fair 2019, apa saja yang saya lihat di sana ? yuk dicatat

1. Tukang Parkir dan Kerumunan Jajanan di Pinggir Jalan

Dikarenakan ke Lokasi menggunakan kendaraan roda dua, uda pasti ketemu dulu untuk say Hello sama tukang parkir, biaya parkirnya dicatat ya sobat, 5 ribu, dan bayar di muka (kasih uangnya bukan di tempel di muka abang parkir, tapi langsung bayar duluan, dikasih secarik kertas parkir). Saran saya untuk yang biasa pakai helm-helm bagus seperti Nolan, Agv, dll, mending ga usah dibawa ya Sobat bila sobat mau ke acara ini, sayang Helm nya, takut lecet-lecet sangking banyaknya motor yang diparkir, parkirannya juga mepet-mepet bener, semoga aja ga saling bergores motornya sama motor disebelahnya. Selain itu kita juga melihat berbagai abang tukang makanan didepan pintu masuknya Sobat, yang ujung-ujungnya macet lumayan parah didepan pintu masuknya. Didepan pintu masuk kita akan disambut langsung dengan Gapura Besar yang bertuliskan West Java Festival 2019

2. Panggung Besar Depan Gedung Sate

Setelah memasuki area West Java Festival 2019 ini kita langsung dihadapkan sama Panggung besar untuk acara tersebut lengkap dengan TV layar lebarnya. Ketika saya tiba disana, sepertinya Acara dipanggung belum dimulai, namun ada beberapa orang yang sedang melakukan Test Sound.

3. Jelajah Berbagai Jenis Kopi Jawa Barat

Untuk bisa masuk ke Area ini, kita akan diminta terlebih dahulu untuk melakukan pemesanan tiket via platform Loket.com, setelah selesai memesan tiket masuk kita bisa melihat berbagai jenis kopi dari berbagai daerah yang berada di Jawa Barat. Bagi para pecinta Kopi, sobat bisa loh mencicipi aneka kopi tersebut dan membeli bubuk ataupun biji kopinya secara langsung di sana, selain itu terdapat juga berbagai gerai yang membuka jual-beli perlengkapan kopinya

4. Wisata Kuliner 

Ini dia yang paling diminati oleh para pengunjung, tempat wisata kulinernya, untuk wisata kulinernya sebenarnya tidak ada yang terlalu istimewa seh sebenernya, namun untuk melepas lelah bila berjalan terus-terusan di Lokasi Festival tersebut, mencoba beberapa jenis makanan disini sepertinya akan lebih menyenangkan (apalagi bila perut lagi kosong dan cuaca sedang dingin baru selesai hujan).

5. Informasi Pariwisata Jawa Barat

Disini kita akan melihat berbagai informasi seputar Wisata didaerah provinsi Jawa Barat, beberapa yang tadi saya lihat adalah informasi pariwisata di daerah Cianjur, Subang, Ciamis, Tasikmalaya, Bogor dan Cimahi. Saya mendapatkan berbagai informasi yang lumayan terupdate soal berbagai upaya pemerintah setempat dalam mengembangkan daerahnya masing-masing di bidang Pariwisata, “Potensi Desa Wisata” sepertinya akan menjadi hal yang trend untuk kedepannya.

6. Informasi Pengembangan Strategi Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat

Disini kita melihat berbagai informasi akan strategi pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam mengembangkan Daerahnya, khususnya Infrastruktur dan pengembangan destinasi Pariwisatanya

7. Berbagai Macam Kerajinan Daerah Jawa Barat

Berbagai daerah di Provinsi Jawa Barat ini sepertinya berupaya untuk mengenalkan berbagai Kerajinan Daerahnya, dalam bentuk berbagai macam bentuk, seperti Perlengkapan tradisionalnya dan lain-lain

8. Mijit Gratis dari Applikasi Go-Life

Lelah berkeliling di Kota Bandung, beruntung sekali menemui stand Go-Life ini, free Mijit Sobat, lumayan lah 15 menitan. Si Abang Tukang Mijitnya sepertinya uda masuk kategori Level Pro, karena tahu dititik mana aja lokasi-lokasi badan yang pegal, Oh Iya Mijit disini hanya di Pundak dan Punggung ya Sobat, bukan semua badan, hehehe

9. Para Pelukis Grafiti 

Disini kita bisa lihat para pelukis sedang melukis ya Sobat, sepertinya mereka bener-bener ahli dalam membuat lukisan, hasil karyanya sangat bagus.

Setelah Puas melihat berbagai macam hal yang ada di Ajang West Java Festival tersebut, maka sudah waktunya untuk kembali ke Hotel, namun saat sedang menuju Parkiran Motor, salah seorang Rekan menginformasikan kalau hari ini juga sedang ada acara Kickfest XIII di jalan PPI Lapangan Pussenif. Karena penasaran apa itu acara Kickfest (Maklum acaranya dadakan, belum sempat browsing lebih dalam, dapat informasinya fair pakaian dan kuliner), maka meluncurlah kita kesana.

Ketika masuk ke Parkiran Motor, kitapun akan diminta bayar dimuka uang parkir sebesar 5 ribu rupiah, namun kali ini tempat dan penataan parkirnya sedikit lebih rapih dibandingkan di lokasi parkiran depan gedung sate. Setelah parkir kita diharuskan untuk mengantri dan membeli tiket masuk sebesar 30 ribu, dikarenakan antrian super panjang, banyak para calo yang memanfaatkan ajang ini utntuk mengais rezeki, harga tiket sebesar 30 ribu itu dijual oleh para calo dengan harga sebesar 35 ribu, so buat yang ga mau ribet ngurus tiket masuk, calo bisa jadi alternatif untuk bisa masuk ke kickfest ini. Acara Kickfest ini berlangsung dari tanggal 31 Oktber – 3 November 2019.

Ketika masuk ke tempat antrian, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh petugas di tiket masuk, Check Body gitulah, selain cek body, ternyata musti cek tas dahulu, dan makanan serta minuman tidak boleh dibawa masuk, alhasil 2 botol minum saya ikut disita sama petugas, di lokasi pemeriksaan, terlihat berbagai macam snack dan berbagai macam roti serta botol-botol minum diletakkan di atas meja hingga penuh, Saya bertanya dalam hati, itu makanan mau diapain setelah ditaru disitu, mau dimakan sama petugas nya atau apa..?tapi ntah lah mungkin sudah menjadi regulasi pihak penyelenggara untuk itu, harapannya mungkin biar para pengunjung beli makanan dan minuman di dalam acara kali.

Ketika memasuki tempat acara, sejak berada diparkiran saya pun merasa heran, mengapa para pengunjung ini anak-anak ABG generasi Z yang berdatangan, berbeda dengan di West Java Festival, dimana kita bisa melihat para keluarga (ada bapak, emak dan anak-anaknya). Di acara kickfest peserta didominasi oleh para Generasi Z, setelah ditelusuri ternyata Kickfest ini seperti acara “Pasar Malam” pakaian-pakaian ber merk model Distro yang mungkin sedang Hits dan digemari oleh para Remaja saat ini, disana pun ada beberapa Panggung baik yang besar sekali maupun panggung-panggung kecil.

Saya yang berada disana seperti berada di dunia yang berbeda, karena style pakaiannya yang mungkin kalau di tanya sama si Yoshiolo, “ Berapa Harga Outfit Lu Pak ?”, saya akan jawab ,” semuanya barang Diskonan Mas Yoshiolo, dan rata-rata dibawah harga pasar, karena beli selain didiskon minta harga teman baik pula, Kaos yang saya pakai umurnya sudah 2 tahun lebih, enak dipake dan tidak luntur warnanya, tapi ga ada Merk nya mas”

Style saya terlihat berbeda disana, seperti titik susu putih didalam kopi, wajar saja bila banyak ABG yang melihat saya, bukan karena wajah saya yang Tampan, kalau Tampan ini sudah merupakan anugerah dari Tuhan, tapi pakaian saya “Jadul Euy”.

Karena malu saya mencoba melihat berbagai macam Pakaian-pakaian di beberapa Gerai, namun sepertinya saya memang sudah mengalami peralihan Generasi, asli ga ada yang cocok sama style Saya. Saran saya kepada para Sobat yang mungkin sudah mengalami peralihan Generasi, pakaian boleh jadul, namun kita harus tetap bisa move on dalam menyikapi perubahan Generasi ini, minimal melek Teknologi lah, bila seandainya sedang Travelling ke Luar Kota, minimal melek sama berbagai Platform Travelling.

Lokasi didalam acara kickfest ini penuh sesak oleh para ABG, selain dipenuhi dengan gerai-gerai pakaian, terdapat pula panggung besar dimana kita bisa melihat hiburan artis yang menyanyi disana

Karena kaki sudah mulai terasa lelah dan esok pun berencana untuk X-Mission Rush Tour area Lembang, maka saya memutuskan untuk kembali ke Hotel, di kickfest saya tidak mengeluarkan biaya apa-apa selain harga parkir dan tiket masuk (total sebesar 40 ribu rupiah), namun bagi yang ingin membeli berbagai jenis macam pakaian dan aksesoris mungkin bisa dipertimbangkan untuk mengikuti Kickfest ini yang acaranya berlangsung hingga Esok.

Yuk cari Trip Murah melalui Pandu Asia

Komentar kamu?