Pulau Pahawang, Menawarkan Spot Snorkling Yang Indah

Pulau Pahawang di Kabupaten Pesawaran adalah primadona wisata Provinsi Lampung menyusul kesuksesan Teluk Kiluan dengan atraksi lumba-lumbanya.

130 views
0

WartaWisata.ID – Pahawang menawarkan spot-spot snorkeling di perairannya, termasuk di perairan pulau-pulau kecil sekitarnya, yakni Pahawang Kecil, Kelagian, Cuku Bedil, dan Tanjung Putus. Lokasinya mudah dicapai. Ada kapal motor sewaan dari Pelabuhan Ketapang yang akan mengantar wisatawan ke Pulau Pahawang dan sekitarnya.

Selain snorkeling dan memandangi ikan-ikan badut (anemonefish), di Pahawang yang memiliki perairan dangkal pulau-pulau itu kita dapat melihat budidaya terumbu karang. Bibit karang dicangkokkan di atas jaring-jaring kawat dan diletakkan di dasar laut.

Candi kecil serta tulisan “Pahawang”, “Pulau Pahawang Wisataku”, dan “Welcome to Taman Nemo” yang ada di dasar laut antara Pulau Pahawang dan Pahawang Kecil beberapa tahun terakhir kerap dijadikan latar belakang foto wisatawan yang snorkeling di Pahawang. Selain dijadikan daya tarik, sebenarnya candi dan tulisan-tulisan dari semen itu adalah sebagai tempat tumbuhnya terumbu karang.

Karena lautnya dangkal, kurang lebih 3 meter, untuk melihat budidaya terumbu karang ini bisa dilakukan cukup menggunakan perangkat snorkeling. Demikian pula jika ingin berfoto di dekat candi dan tulisan-tulisan itu, tinggal menyelam sambil tahan nafas beberapa detik tanpa perlu alat selam.

Namun ke Pahawang tak harus selalu snorkeling. Bisa memilih aktivitas bersepeda mengelilingi pulau Pahawang. Bisa berenang saja di pantai Pulau Kelagian yang berwarna hijau toska. Bisa juga bermalas-malasan sepanjang hari di atas hammock yang diikatkan di antara dua pohon kelapa di pantai.

Penginapan bukan masalah di Pahawang. Sebagian rumah di sini menyewakan kamar-kamarnya sebagai homestay. Cottage tersedia bagi wisatawan yang datang dalam rombongan.

Wisatawan yang datang dengan memesan terlebih dahulu dapat pula sekalian memesan oleh-oleh khas Pahawang berbahan utama daun dan buah bakau, yakni keripik bakau, sirup bakau, dan dodol bakau.

Sejauh ini, keripik, sirup, dan dodol tak ada yang siap jual dengan pertimbangan makanan tersebut dibuat tanpa tambahan pengawet buatan, karenanya tiga hari harus sudah habis.

Berdatangannya wisatawan memberi manfaat besar bagi masyarakat Pahawang yang umumnya nelayan. Ada alternatif pekerjaan baru di bidang pariwisata, misalnya sebagai pemandu wisata dan pemilik penginapan. Pemuda putus sekolah bisa menjadi pemandu snorkeling, warung-warung milik masyarakat jadi bertambah pembeli tiap akhir pekan. Banyak rumah yang tadinya tidak punya toilet, sekarang punya toilet.

Komentar kamu?