Menikmati Pemandangan Matahari Tenggelam, di Sungai Mahakam

Terbentang sejauh 980 km, Sungai Mahakam sejatinya tidak berfungsi sebagai sumber air bagi masyarakat sekitar saja, melainkan juga sebagai salah satu titik untuk menikmati pemandangan matahari tenggelam dan menjadi rumah bagi Pesut Mahakam

105 views
0

WartaWisata.ID – Siapa yang tidak tahu dengan sungai yang satu ini. Terletak di Kalimantan, tepatnya di Provinsi Kalimantan Timur, dengan panjang kurang lebih 980 km, membuat Sungai Mahakam menjadi salah satu sungai paling terkenal seantero Kalimantan. Sungai Mahakam sendiri melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu dan wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilirnya.

Sungai Mahakam sendiri memiliki beberapa anak sungai, seperti Kedang Pahu, Kedang Rantau, Kedang Kepala, dan Balayan. Tidak hanya anak sungai, Sungai Mahakam ini juga memiliki dua muara, yaitu Muara Mahakam dan Selat Makassar.

Sungai ini memiliki peranan yang sangat vital bagi masyarakat yang tinggal di pesisirnya. Selain dipergunakan sebagai sumber air, aliran Sungai Mahakam ini juga diperuntukkan sebagai prasarana transportasi dan potensi perikanan. Guna meningkatkan fungsi dari pesisir Sungai Mahakam, maka pemerintah setempat melakukan penataan terhadap daerah tersebut agar pengunjung bisa lebih nyaman menikmati suasana di sini.

Kehadiran dari beragam pedagang yang menjajakan penganan seperti bakso, mie ayam, nasi goreng, hingga jagung bakar seolah menjamin perut kalian tidak akan keroncongan ketika tengah menyambangi pesisir sungai ini.

Agaknya, sudah bukan menjadi rahasia lagi apabila pemandangan matahari terbenam di sini sangatlah indah dan memberikan sensasi tersendiri. Jadi, tidak heran apabila ketika sore menjelang, ada banyak orang yang menyempatkan diri berkunjung ke tepian Sungai Mahakam untuk menikmati sunset.

Tidak hanya di pinggir sungai, kalian juga bisa menyaksikan pemandangan terbenamnya Sang Fajar dari tempat makan yang ada di bukit sekitar Sungai Mahakam. Untuk kalian yang hendak menuju ke daerah hulu sungai, kita bisa menggunakan perahu tradisional, atau yang biasa disebut jukung oleh penduduk setempat, atau menggunakan perahu bermotor atau ketinting.

Oh iya, jika selama ini kalian jamaknya menemukan ikan lumba-lumba di laut, maka lain halnya dengan di Sungai Mahakam, dimana kita bisa melihat hewan mamalia air ini jika beruntung. Tidak hanya itu, sungai ini juga menjadi ‘rumah’ bagi hewan endemik sana, Pesut Mahakam.

Komentar kamu?