Tekuluk, Jadi Simbol Budaya dan Kecantikan Perempuan Jambi

Salah satu elemen busana terpenting dan simbol kecantikan perempuan Jambi. Tekuluk adalah kain panjang yang digunakan untuk menutupi kepala perempuan dan mengantikan jilbab. Penggunaan Tekuluk tidak bisa sembarangan. Setiap pemakaian Tekuluk memiliki makna yang berbeda.

127 views
0

WartaWisata.ID – Di Jambi budaya berpakaian perempuan menjadi ciri khas masyarakatnya dari masa ke masa. Salah satu elemen busana adat terpenting perempuan Jambi adalah Tekuluk Jambi, simbol budaya dan kecantikan bagi perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Tekuluk adalah kain panjang yang digunakan untuk menutupi kepala perempuan dan mengantikan jilbab.

Ada beberapa penyebutan Tekuluk yang berbeda di Jambi. Masyarakat di Kota Jambi menyebutnya dengan nama Tengkuluk, sementara di daerah Merangin dan Bungo menyebutnya Tekuluk, sedangkan di Kerinci menyebutya Kuluk. Namun meski terdengar beda, semua nama itu memiliki makna yang sama.

Sebagian besar Tekuluk mengunakan motif Batik Jambi tapi di beberapa daerah juga ada yang bercorak lain atau hanya berupa kain putih polos seperti di daerah Rantau Panjang di Kabupaten Merangin.

Penggunaan Tekuluk tidak bisa sembarangan. Setiap pemakaian Tekuluk memiliki makna yang berbeda. Seperti arah jatuhnya kain yang terlihat sederhan, makna dan peruntukannya bisa sangat berbeda. Untuk wanita yang sudah bersuami, pemakaian Tekuluk harus menjuntai ke kanan. Sedangkan untuk yang belum menikah, Tekuluk menjuntai di sebelah kiri.

Tekuluk sudah dipakai sejak zaman Kerajaan Melayu, yaitu sekitar abad ke tujuh. Nilai budaya dan agama yang kental di kalangan masyarakat pada masa itu menjadikan Tekuluk adalah pakaian wajib wanita saat keluar rumah, Tekuluk berfungsi sebagai penutup kepala. Sampai saat ini masih banyak dijumpai kaum perempuan terutama di beberapa desa di Jambi yang masih mengunakan Tekuluk saat berangkat ke ladang dan ke sawah. Hanya saja Tekuluk yang mereka gunakan lebih sederhana berupa kain panjang yang hanya dililit di kepala.

Untuk mengikatkan Tekuluk di kepala tidak mengunakan pengikat atau peniti tetapi hanya mengunakan kain dari Tekuluk itu sendiri. Oleh karena itu, butuh keahlian tersendiri agar bisa mengikat tekuluk yang rapi.

Seiring dengan berkembangnya penggunaan batik Jambi, pemakaian Tekuluk tidak hanya dipadukan dengan baju kurung dan pakaian adat saja. Tekuluk kini bisa dipadukan dengan pakaian lainya dalam kegiatan formal dan non formal untuk menambah kecantikan pemakainya.

Pengunaan Tekuluk tidak hanya dapat kita lihat pada kegiatan sehari-hari tapi juga dalam pentas seni seperti tarian daerah Jambi. Jika kalian berkunjung ke Jambi dan ingin tampil cantik dengan mengenakan Tekuluk, di Kota Jambi terdapat galeri seni dan rumah batik yang menyediakan berbagai jenis Tekuluk khas Jambi.

Komentar kamu?