Hutan Mangrove di Pantai Clungup Malang

Merasakan naik speedboat melintasi lebatnya hutan mangrove, di sela-sela rerimbunan dengan air yang jernih merupakan sensasi tersendiri.

125 views
0

WartaWisata.ID – Kira-kira 3 jam dari keriuhan Kota Malang, kita bisa menikmati kesenyapan hutan mangrove di kawasan Pantai Clungup, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk sampai ke pantai ini, kendaraan seperti mobil atau roda empat lain tidak bisa masuk sampai depan pantai. Hanya bisa dilalui dengan menggunakan motor dan jalan setapak dari depan pintu masuknya, sekitar 1,3 Km.

Kami pun menyewa speedboat untuk melintasi hutan mangrove atau yang terkenal dengan sebutan Mangrove Conservation Area. Kawasan ini memang dikelola penduduk desa. Tujuannya untuk melestarikan mangrove dan ekosistem di sepanjang garis pantai Sumbermanjing. Di sini, pengunjung bisa camping dengan membayar Rp 25.000,-/orang. Tenda bisa menyewa atau membawa sendiri.

Sebelum naik speedboat, Kalian bisa berjalan melintasi hutan kira-kira 20 menit. Di sana, bisa bertemu dengan monyet dan juga menyeberangi tanah berawa dangkal. Pengunjung bisa menemukan beragam warna kepiting bakau yang malu-malu. Capitnya berwarna terang seperti permen dan ribuan jumlahnya. Sampailah ke sebuah danau air payau tempat parkir speedboat.

Merasakan naik speedboat melintasi lebatnya hutan mangrove, di sela-sela rerimbunan dengan air yang jernih merupakan sensasi tersendiri. Ketika melewati tengah hutan, nahkoda mengemudikan speedboat dengan sangat tenang. Kemudian ketika tiba di area yang terbuka, ia membawa dengan meliuk-liuk sehingga menimbulkan jejak air yang memutar. Penumpang pun bersorak.

Sekitar 30 menit kemudian, sampailah di Pantai Clungup. Pantai yang masih bersih, berpasir putih, dan laut yang sangat biru. Pengunjung bisa melakukan aktivitas snorkeling dan juga berenang. Tersedia persewaan alat snorkeling di sini, tinggal menyewa dan Anda akan mendapatkan pemandangan yang menarik.

Lio, salah satu pengunjung dari Jakarta sedang mengajari seorang bocah usia 9 tahun untuk melihat keindahan alam bawah laut.

“Ini untuk pertama kalinya ia snorkeling. Di sini pantainya nyaman untuk latihan,” kata Lio menunjuk pada bocah perempuan yang antusias. Tak ada takut-takutnya sama sekali dan bercerita dengan semangat bagaimana ia bertemu dengan ikan badut dan ikan kecil-kecil berwarna biru.

Komentar kamu?