Gemerlap Wisata Malam di Kota Batu

Di Pagi hari ini kami telah berkejaran dengan waktu berburu spot wisata di kenjeran park yang keren abis, selepas bekerja di kantor cabang, tepat pukul 6 Sore kami sampai di Hotel kami kembali.

158 views
0

CERITAMU – Saat ini saya dan rekan kerja sedang melakukan dinas luar kota di Kota Surabaya Jawa Timur, Jawa Timur rasanya seperti surga untuk berwisata, dikarenakan begitu banyaknya spot wisata yang telah diakui oleh Dunia, sebut saja seperti Bromo dan Kawah Ijen, sepertinya sayang sekali bila waktu yang ada sebelum dan selepas kerja digunakan hanya untuk tidur-tiduran di Hotel. Oleh karena itu, saya dan rekan kerja memutuskan untuk melakukan running mission tur di Kota Surabaya sebelum dan selesai bekerja di Cabang.

Di Pagi hari ini kami telah berkejaran dengan waktu berburu spot wisata di kenjeran park yang keren abis, selepas bekerja di kantor cabang, tepat pukul 6 Sore kami sampai di Hotel kami kembali. Kami beristirahat sejenak, sholat Magrib dan langsung memesan ojek Online untuk pergi ke Terminal Purabaya, ya tujuan kami kali ini adalah berwisata ke Kota Batu dengan menggunakan kendaraan umum, berikut Rute dan kisah perjuangannya berwisata ala backpaker yang mencuri-curi waktu disamping bekerja di luar kota (Dinas, namun jangan khawatir, pekerjaan tetap 100% terlaksana).

Perjalanan dari Hotel Elmi (ini Hotel tercinta kami di Surabaya, setiap kali ke Surabaya, Elmi adalah tempat wajib yang kami kunjungi, we Love You Elmi Hotel) ke Terminal Purabaya menggunakan Gojek memakan waktu kurang lebih 40 Menitan, bagi yang menggunakan ojek Online ke Terminal Purabaya ini, informasikan ke Driver agar minta diturunkan di “Pancuran Dalam”, karena ini adalah titik didalam terminal yang bisa dimasuki oleh Ojek Online yang jaraknya dekat dengan lokasi Bus atau Patas lintas Kota di terminal Purabaya tersebut. Ojek Online masih tetap menjadi primadona kami, dikarenakan kota surabaya ini tergolong lumayan macet di jam sepulang kantor seperti hal nya Jakarta (masih parahan Jakarta seh sebenarnya). Biaya yang dikeluarkan sebesar 26 ribu rupiah, lumayan lah, dikarenakan kita targetnya adalah mengejar waktu untuk bisa segera tiba di purabaya.

Setiba di Terminal Purabaya kita langsung mencari Bus menuju Malang, karena target mengejar waktu untuk bisa langsung berwisata di malam hari ke Kota Batu, menginap sehari dan shubuh langsung berangkat lagi ke Surabaya untuk bekerja kembali (namanya juga wisata kebut-kebutan, hehehe).

Pucuk dicinta ulam tiba, didepan mata ada bus dengan tulisan besar “ Malang “ , kami pun langsung naek, namanya Bus Restu, harganya 14 ribuan ada gambar Panda di busnya, atau biasa disebut Bus Panda. Harganya memang murah, namun ternyata kita salah naik Bus tersebut, mengapa ? karena bus ini bukanlah Bus yang masuk Tol Dalam kota langsung menuju Tol dekat Terminal Arjosari, namun bus ini keluar di Tol Pandaan dan melanjutkan perjalanan ke Malang tanpa masuk lagi ke Tol, waktu yang kita prediksikan 1 jam sampai malang, melar menjadi 2 Jam. Saran untuk para pembaca Budiman, bila ingin mengejar waktu, carilah PATAS AC bukan Bus AC Ekonomi, info yang didapatkan dari berbagai media, ternyata untuk Patas AC banyak yang langsung terusan dari Tol dalam Kota Bungurasih – Tol dekat Malang, harganya di Kisaran 30 ribu rupiah.

Sampai di Malang, kami menyarankan untuk turun di Alfamart Kendedes (Knek Bus ataupun Patas pasti tahu Alafamart Kendedes ini), kita turun disini, karena disinilah tempat Mangkal para Ojek Online (rencana naek Gocar), di daerah Malang ini masih terdapat beberapa Zona merah untuk Onlie, termasuk Terminal Arjosari, dan titik Ojek Online boleh bawa penumpang adalah di Alfamart Kendedes ini.

Dari alfamart kendedes, kami langsung memesan Gocar menuju Kota Batu, dikarenakan waktu sudah menunjukkan pukul 9 kurang (malam-malam, masih aja kepikiran mau piknik di kota baru, hehe), maka saya dan rekan memutuskan untuk pergi ke BNS (Batu Night Spectacular) dikarenakan masih buka hingga 11 malam lebih. Selama diperjalanan kami langsung memesan Homestay murah ala-ala Oyo yang lokasi nya pas didepan BNS, hasil reviewnya Homestay ini lumayan bagus, saya berani rekomendasi tempat ini, namanya Homestay Oyo 604 Cemara’s Homestay .

Sampai BNS kami cukup terkesima seperti layaknya anak Bocah kurang hiburan dengan berbagai warna warni lampu-lampu yang menyala di BNS ini. Tanpa pikir panjang, langsung mencari tempat Loket, untuk masuk ke BNS, harganya sekitar 30 ribu untuk non terusan (artinya ke setiap wahana harus bayar lagi), dan harganya 99 rb untuk terusan (naik banyak wahana tidak perlu bayar lagi), kami memutuskan untuk pesan tiket yang 30 ribu saja, mengingat waktu sudah pukul setengah 10 malam dan tidak mungkin juga bisa naik semua wahana.

Sampai didalam BNS ternyata kami menyadari bahwa kami memang benar-benar bocah yang selama ini kurang Hiburan, (kerja terus), hal yang ada dipikiran Saya waktu itu adalah ingat kedua anak dirumah yang tidak ikut (Zaenab Nasywa dan Machdar Assajjad, Aba Love you so Much), mungkin kalau mereka ikut akan sangat menyenangkan buat mereka. Kami menaiki beberapa Wahana, yaitu Sepeda Udara, Masuk Rumah Kaca, dan Trick Art Gallery , yah Cuma tiga doank, karena ngiler pengen naek ini itu, keliling kesana-kesini, tanpa disadari ternyata waktu menunjukkan jam setengah 11 malam, kami mengira para wahana akan terus dihidupkan sampai jam sebelas malam, ternyata tidak, tepat pukul setengah 11, wahana sudah pada dimatikan, jadi hanya kesampaian masuk ke 3 Wahana.

Beberapa yang saya lihat dan rekomendasikan adalah Wahana Sepeda Udara, Trick Art Gallery, dan beberapa wahana yang high end shooter (tembak2xan, maklum cowo, seneng maen tembak-tembakan), selebihnya wahana-wahananya pun tetap OK kok, tergantung selera masing-masing, bila ada waktu panjang di BNS, lebih disarankan untuk pesan tiket yang 99 ribu saja, agar puas naek banyak Wahana, oh iya ini harga diluar weekend, kalau tidak salah harganya 120rban kalau weekend.

Karena sudah cukup lelah dan BNS sudah mematikan wahana-wahananya, maka kami memutuskan keluar dari BNS dan mencari tempat makan, didepan BNS ada beberapa tempat makan, ada Bakso Malang, Sate, Soto Ayam, dll. Harganya juga bervariasi dari harga 10 rb- 20 rban, kami memesan Soto Ayam Komplit dengan harga 15 ribu, ntah mengapa Setiap kali makan Soto Ayam, pikiran saya selalu teringat pada Soto Betawi yang Nikmat dan Gurih, namun ah sudahlah..nikmati saja makan malam yang tersedia saat ini.

Selesai Makan kami bergegas ke Cemara Homestay, Homestay nya lumayan bagus, beristirahat, dan pukul 5 pagi kami melanjutkan perjalanan balik ke Surabaya. (Pemilik Homestay nya sangat Ramah)

Dari Arjosari Malang, kami naek Patas AC dengan masuk tol terusan hingga ke Bungurasih. Harga Patas AC tersebut 30 ribu rupiah, nama Patas nya adalah Hafana.
Sampai di Terminal Purabaya, kami berencana naek Ojek Online lagi ke Hotel, ternyata Ojek Online di terminal ini ada Zona Merah, kami harus naek Ojek Online di Halte Gudang Garam. Sesampai di Hotel kami langsung sarapan, rapih-rapih dan kembali ke Dunia Nyata, kerja kembali.

Ah, sekiranya ada website wisata yang bisa memfasilitasi projek wisata kebut-kebutan kami ini, mungkin akan terasa jauh lebih menyenangkan.

Yuk cari Trip Murah melalui Pandu Asia

Komentar kamu?