Nikmatnya Kopi Wae Rebo, Olahan Tradisional

Kopi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Wae Rebo. Mata pencaharian utama masyarakat adalah sebagai petani kopi Wae Rebo. Ada dua jenis kopi yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Wae Rebo, yaitu jenis robusta dan Arabica.

139 views
0

WartaWisata.ID – Petani kopi Wae Rebo hingga kini masih mengolah kopi hasil panen mereka secara tradisional. Wae Rebo yang terletak di daerah perbukitan daerah Manggarai, Nusa Tenggara Timur dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, merupakan tempat yang sangat cocok untuk berkebun kopi. Perkampungan Wae Rebo hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki mendaki perbukitan sejauh kurang lebih 8-9 km.

Kopi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Wae Rebo. Mata pencaharian utama masyarakat adalah sebagai petani kopi Wae Rebo. Ada dua jenis kopi yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Wae Rebo, yaitu jenis robusta dan Arabica. Kedua jenis kopi tersebut sangat cocok dibudidayakan di sana karena ketinggian daerah Wae Rebo yang berada di atas 1.000 meter di atas permukaan laut.

Kopi memerlukan proses yang sangat panjang sebelum terhidang menjadi secangkir kopi lezat. Penduduk di Wae Rebo tetap mempertahankan proses pengolahan kopi secara tradisional hingga menghasilkan cita rasa kopi yang istimewa. Perlu waktu satu tahun sejak pohon kopi berbunga hingga buahnya siap dipetik. Hanya buah-buah kopi yang sudah benar-benar tua, ditandai dengan buah berwarna merah, yang dipanen oleh warga kampung Wae Rebo.

Biji-biji kopi tersebut selanjutnya akan direndam selama semalam agar mudah dipisahkan antara biji kopi dengan kulitnya. Proses pemisahan tersebut hanya mengandalkan alat giling sederhana. Biji kopi yang telah terpisah dari kulitnya tersebut akan dikeringkan secara alami, mengandalkan panas matahari. Biji kopi yang telah kering akan ditumbuk oleh kaum wanita agar terpisah antara cangkang dengan biji kopi yang siap untuk disangrai.

Proses menyangrai biji kopi dilakukan secara manual dengan menggunakan kuali besar. Biji kopi yang telah disangrai akan ditumbuk untuk menghasilkan bubuk kopi yang siap diseduh. Panen kopi yang dilakukan hanya pada biji kopi berwarna merah dan juga pengolahan kopi secara tradisional menjadikan kopi Wae Rebo salah satu kopi terbaik di Nusa Tenggara Timur. Cita rasa kopi Wae Rebo terkenal akan kelezatannya.

Kopi hasil panen tersebut tidak hanya untuk dikonsumsi sendiri, namun juga untuk dijual. Kopi akan dibawa oleh para lelaki ke pasar yang cukup jauh jaraknya untuk ditukar dengan bahan kebutuhan lainnya. Proses perjalanan panjang dari biji kopi segar hingga siap dinikmati merupakan bukti kesabaran dan ketekunan petani kopi Wae Rebo.

Komentar kamu?